BUPATI CANANGKAN KESATUAN GERAK PKK-KB-KESEHATAN;Banyak Anak Banyak Rezeki, Bukan Jamannya Lagi

  • 23 Oktober 2009 07:45:50
  • 1518 views

Sekarang ini bukannya lagi kita berprinsip pada konsep banyak anak banyak rezeki, karena memang sudah bukan jamannya lagi. Kalau dahulu, prinsip itu masih bisa diterapkan karena keluarga-keluarga di pedesaan yang umumnya petani tanah pertaniannya masih luas dan kekurangan tenaga, sehingga banyaknya anak akan memberi tambahan tenaga untuk menggarap sawah dan ladang. Tetapi bila itu diterapkan pada saat sekarang, hasilnya akan berkebalikan karena sekarang ini pemilikan lahan hanya sempit-sempit sehingga jika jumlah anaknya banyak akan memberatkan dalam pemenuhan kebutuhan sehari-hari, untuk pendidikan, perawatan kesehatan dan sebagainya.

Demikian dikatakan Bupati Kulonprogo H. Toyo Santoso Dipo selaku Ketua Dewan Penyantun pada saat pencanangan Kesatuan Gerak PKK-KB-Kesehatan Tahun 2009 di Joglo Rumah Dinas Bupati, Rabu (21/10). Hadir dalam acara pencanangan tersebut Ketua Tim Penggerak PKK Ny. Hj. Wiwik Toyo Santoso Dipo, Ka Dinas Kesehatan dr. Lestaryono, Kabid KB Badan PMPDP dan KB Drs. HM Dawam, Ketua Tim Penggerak PKK Kecamatan dan Koordinator PKB se Kabupaten Kulonprogo. Ditambahkan oleh Toyo, persoalannya menjadi lebih rumit karena sekarang ini banyak keluarga miskin yang justru cenderung memiliki anak banyak. Sementara penghasilan sehari-hari untuk hidup saja susah, apalagi bila harus dibebani lagi oleh kebutuhan lain-lain.

”Secara normatif, kecenderungan keluarga tidak mampu untuk memiliki anak banyak dapat kita pahami, karena mereka umumnya kekurangan hiburan. Mau ke tempat-tempat hiburan seperti tetangga-tetangga mereka yang mampu, tidak memiliki uang. Akhirnya hiburan satu-satunya hanya kumpul dengan isteri,” tandas Toyo.

Dengan adanya Kesatuan Gerak PKK – KB – Kesehatan, menurut Bupati Toyo Santoso Dipo, diharapkan  kader-kader PKK bersama petugas KB dan Petugas Kesehatan dapat lebih berupaya meningkatkan derajad kesehatan dan kesejahteraan keluarga-keluarga yang tidak mampu. Caranya dapat dilakukan dengan penyuluhan, pelayanan KB dan kesehatan, pemberdayaan ekonomi keluarga, dan pembinaan ketahanan keluarga.

Kegiatan Kesatuan Gerak PKK – KB – Kesehatan itu sendiri menurut Kasubid Pelayanan KB dan Kesehatan Reproduksi Drs. Warsidi akan berlangsung selama tiga bulan, mulai bulan Oktober hingga bulan Desember 2009. Harapannya, kegiatan ini selain mampu mendongkrak pencapaian kesertaan KB, juga mampu meningkatkan derajad kesehatan masyarakat khususnya ibu, bayi dan anak termasuk masalah kecukupan gizinya.

 

 

Sumber berita:

Drs. Mardiya, Kasubid Advokasi Konseling dan Pembinaan Kelembagaan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi BPMPDP dan KB Kabupaten Kulonprogo.