Seniman Peduli KB Meriahkan Limbukan dalam Gelar Wayang Kulit

  • 26 September 2009 08:55:00
  • 1988 views

 Para Pelaku Seni Kabupaten Kulonprogo yang tergabung dalam Kelompok Seni Peduli Keluarga Berencana (KSP-KB), Jumat (25/9) malam hingga Sabtu (26/9) dini hari kembali memeriahkan  acara limbukan  dalam gelar wayang kulit hajatan pribadi  (supitan) keluarga Siswo Sutrisno dengan dalang Ki Anom Sucondro di Dusun Beteng, Desa Jatimulyo, Kecamatan Girimulyo setelah satu bulan sebelumnya  yakni  Kamis (20/8) malam  ikut tampil  dalam pagelaran wayang kulit di lapangan desa Pendoworejo dalam rangka  merti dusun Turusan dan Tileng  serta peringatan  HUT RI ke-64. Meskipun sama-sama meriah dan banyak mendapat applaus dari penonton,  tampilan kali  terasa lebih segar dengan hadirnya bintang tamu Mbak Tinuk dan Mas Sumardi, SH senima yang juga anggota DPRD Kulonprogo.

Anggota KSP-KB yang tampil dalam acara limbukan sendiri diisi oleh Bapak Sudjendro, Mbak Mamik dan Bapak Sukidal didukung oleh ki dalang Anom Sucondro yang kebetulan juga berposisi sebagai Ketua II KSP-KB Kabupaten Kulonprogo. Di awal acara limbukan, banyak diisi dengan sosialisasi keberadaan KSP-KB sebagai bagian dari kelompok masyarakat peduli KB yang ingin berperan dalam menggaungkan kembali program KB sehingga semakin melembaga di masyarakat. Pesan-pesan yang disampaikan selain masalah pentingnya menjaga keharmonisan keluarga, juga masalah pengaturan jumlah anak, kesehatan reproduksi dan pentingnya KB untuk mewujudkan keluarga kecil yang bahagia dan sejahtera.

Hadir dalam acara yang berlangsung hingga lewat tengah malam tersebut selain para pamong desa, tokoh masyarakat dan tokoh agama Jatimulyo,  juga Kasubid Pelayanan Kontrasepsi dan Kesehatan Reproduksi Drs. Warsidi, serta  Kasubid Advokasi Konseling dan Pembinaan Kelembagaan KB dan Kesehatan Reproduksi Drs. Mardiya. Dari kalangan seni hadir pencipta lagu campursari Budi Jolong dan  pelawak Suryono .

Menurut Kasubid Advokasi Konseling dan Pembinaan Kelembagaan KB dan Kesehatan Reproduksi, Drs. Mardiya, kiprah pelaku seni dalam program KB akan terus ditingkatkan melalui dukungan terhadap berbagai program dan kegiatan baik jangka pendek, menengah maupun jangka panjang yang telah disusun oleh kelompok seni peduli KB. Diharapkan, kiprah para seniman ini akan memberi spirit baru dalam rangka menggemakan program KB di Kabupaten Kulonprogo yang belakangan tampak mengendor. Seiring dengan diterapkannya visi misi baru dalam program KB yakni ”Seluruh Keluarga Ikut KB” dan ”Mewujudkan Keluarga Kecil Bahagia Sejahtera”  dan upaya revitalisasi melalui rebranding program KB, para seniman dipastikan akan mampu melakukan KIE massa dengan sukses, mengingat mereka sangat ahli di bidangnya. Sementara untuk KIE individu melalui kunjungan dari rumah ke rumah dan KIE kelompok melalui media pertemuan dapat diteruskan sekaligus dikembangkan oleh para Penyuluh KB maupun kader Institusi Masyarakat Pedesaan (IMP) yang terdiri dari Koordinator Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa (Koord. PPKBD), PPKBD dan Sub PPKBD serta dibantu oleh para tokoh masyarakat, tokoh agama, organisasi profesi, LSM, pemuda dan alim ulama.

Diinformasikan oleh Mardiya, dalam jangka pendek, para pelaku seni  telah memprogramkan dan melaksanakan kegiatan siaran radio (langsung/tidak langsung} dalam bentuk dialog interaktif dan fragmen. Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari Rabu pukul 09.00 - 10.00 WIB di Radio Suara Pasar Wates dan telah siaran sejak Rabu (19/8). Belakangan, atas permintaan berbagai pihak jam siaran diubah menjadi setiap hari Selasa  pukul 13.00 - 14.00 WIB. Selanjutnya dalam jangka menengah, telah diprogramkan berbagai pentas seni (Kolaborasi) dalam bentuk seni tradisional/klasik, kontemporer, modern, fragmen. Beberapa pentas seni yang telah dilaksanakan antara lain dagelan KB dan pentas seni campursari pada berbagai kegiatan yang digelar oleh Badan PMPDP dan KB Kab. Kulon Progo, serta limbukan KB yang dipadukan dalam pagelaran wayang kulit. Pada Hari Jadi Kulon Progo 2009, KSP-KB  menurut rencana akan menggelar Kolaborasi Seni KB dalam bentuk Kethoprak Kolaborasi yang merupakan perpaduan antara  kethoprak, wayang kulit, tayub, campusari dan angguk. Sedangkan dalam jangka panjang, selain menggelar pentas seni (ke seluruh kecamatan) dalam bentuk seni tradisional, kontemporer, modern, fragmen, juga akan mengembangkan berbagai produk lagu campur sari dan fragmen dalam bentuk rekaman/CD untuk dijual ke pasaran dalam rangka mendukung kemandirian dalam pendanaan kegiatan.

”Ke depan, KSP-KB siap bermitra dengan berbagai perusahaan yang peduli terhadap kelompok seni ini sekaligus siap membantu program dan target perusahaan, asalkan masih sejalan dengan visi, misi, arah dan tujuan dari keberadaan kelompok seni ini,”  kata Mardiya

 

 

 

Sumber berita: Drs. Mardiya

Kasubid Advokasi Konseling dan Pembinaan Kelembagaan Keluarga Berencana dan Kesehatan Reproduksi, Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Perempuan dan Keluarga Berencana Kabupaten Kulonprogo

HP. 081328819945