Wujudkan Program Bangga Kencana, BKKBN RI dan Kemenko PMK RI Sapa Warga di Kampung KB Bugel

  • 24 September 2021 17:48:08
  • 75 views

Panjatan - Melalui Kegiatan sosialisasi, Advokasi, dan Komunikasi Informasi dan Edukasi (KIE) Program Bangga Kencana bersama Mitra Kerja pada Keluarga Beresiko Stunting di Kalurahan Bugel, Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia Kemenko PMK RI dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI menyapa warga untuk memberikan perhatian terhadap resiko Stunting khususnya untuk warga di Kalurahan Bugel, Kapanewon Panjatan, Jumat (24/09/2021).

Guna mempercepat dan mewujudkan sumberdaya manusia yang berkualitas di Kabupaten Kulon Progo dari sisi kesehatan, Pemkab Kulon Progo berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan, juga telah berupaya mempercepat penurunan angka stunting melalui Intervensi Gizi Spesifik yang ditujukan pada anak dalam 1.000 Hari  Pertama Kelahiran (HPK) dan Intervensi Gizi Sensitif yang ditujukan pada masyarakat umum dengan pelibatan lintas sektor dan mitra kerja. 

Bupati Kulon Progo Drs. H. Sutedjo dalam sambutannya mengatakan upaya percepatan penurunan stunting, Pemkab Kulon Progo telah menerbitkan Peraturan Bupati Nomor 6  Tahun 2020 tentang Perubahan Peraturan Bupati Nomor 37 Tahun 2018 tentang Penanganan Stunting di Daerah yang di Rencana Aksi Daerah atau di RAD-nya sudah ada peran Desa/Kalurahan. Serta Peraturan Daerah Nomor 2 Tahun 2020 tentang Pembangunan Keluarga.

“Kami menyadari sepenuhnya bahwa upaya mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas harus dimulai dari keluarga,” ujarnya

Sutejo menjelaskan bahwa Pemkab Kulon Progo terus berupaya untuk menekan stunting hingga pada saat ini stunting di Kulon Progo setiap tahunnya mengalami penurunan, kini di tahun 2020 angka stunting telah menginjak angka 11,8 persen, mengalami penurunan sejak  tahun 2018 di angka 14,31 persen dari total balita yang ada di Kulon Progo.

"Dengan adanya acara sosialisasi, advokasi dan KIE program Bangga Kencana bersama mitra dengan sasaran keluarga beresiko stunting di Kalurahan Bugel siang hari ini" ungkap Sutedjo.

Sementara itu, Deputi Koordinasi Bidang Peningkatan Kualitas Kesehatan dan Pengembangan Kependudukan yang sekaligus mewakili Kementrian PMK drg. Agus Suprapto, M.Kes memberikan apresiasi kepada Kabupaten Kulon Progo kepada semua mitra yang telah bekerja keras, bersinergi dan berhasil menurunkan angka stunting, dengan kampung berkualitas (KB). 

“Peran PAUD, Posyandu dan kegiatan berbasis masyarakat harus terus digalakan kembali dalam suasana pandemi Covid-19, Sehingga permasalahan di kesehatan masyarakat semakin baik,” ujarnya.

Menurutnya dalam menurunkan stunting perlu kerjasama yang berkualitas antar berbagai mitra sehingga menjadi hal yang penting dalam sistem kesehatan, Sub sistem pemberdayaan kesehatan masyarakat sangat penting yang harus melibatkan semua unsur apapaun yang senirgi dan tepat sasaran.

Agus Suprapto menambahkan permasalahan stunting terbesar ada di 5 Provinsi yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, NTB dan NTT. Untuk DIY tidak termasuk, permasalahan mereka adalah masih kurangnya asupan gizi kepada anak, rendahnya pendidikan orang tua, kurangnya tenaga kesehatan,

Dalam paparannya BKKBN RI dr.Hasto Wardoyo, Sp.OG(K) menyampaikan Stunting disebabkan oleh beberapa faktor dan menjadi penting untuk kita tangani bersama, pencegahan stunting, dimulai dari pengawalan calon pengantin, ibu hamil dan pasca persalinan serta 1000 HPK.

Hasto Wardoyo menekankan BKKBN tidak dapat bekerja sendirian tapi harus melibatkan Kementerian/Lembaga untuk bersinergi mencapai target yang telah ditentukan.  

“Kami bersama dengan Kementrian Agama untuk sama-sama melakukan edukasi pada calon pengantin, harapannya 3 bulan sebelum melakukan pernikahan dilakukan penilaian status gizi secara virtual, sehingga setelah menikah calon ibu sudah siap secara fisik dan mental agar tidak melahirkan generasi stunting” tegas Kepala BKKBN.  

Ada banyak inovasi dalam rangka penurunan stunting di Kulon Progo, diantaranya pengembangan aplikasi BumilKu dan Matahatiku untuk pemantauan stunting, Kencana Passalinku untuk peningkatan kesertaan KB Pasca Salin, pengembangan padi jenis Nutrizink yang bisa mencegah stunting dan sebagainya.  MC Kab.Kulon Progo/Rizki/Fajar/hry