KESEPAKATAN RENCANA TINDAK DARURAT BENDUNGAN SERMO

  • 24 September 2021 11:58:49
  • 121 views

Wates -   Balai Besar Wilayah Sungai  Serayu Opak (BBWS SO) Kulon Progo menyelenggarakan acara Sosialisasi Rencana Tindak Darurat (RTD) Bendungan Sermo di Ruang Menoreh, Kabupaten Kulon Progo. Pada kesempatan ini juga sekaligus dirangkai pula dengan penandatanganan kesepakatan Rencana Tindak Darurat (RTD) Bendungan Sermo dengan ini telah disepakati bersama, oleh Bupati Kulon Progo dan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai  Serayu Opak, dan diisaksikan oleh BPBD KP serta kepala dinas terkait. Kamis (23/9/2021) 

Bendungan sebagai sebuah infrastruktur yang sangat bermanfaat menunjang peningkatan status sosial ekonomi masyarakat, infrastruktur yang sangat menunjang pemenuhan swasembada pangan nasional serta sebagai bagian dari upaya konservasi lahan dan air disatu sisi, disisi lain bendungan mempunyai potensi bahaya yang cukup besar apabila tidak dikelola secara bijaksana, khususnya apabila tidak dipersiapkan sistem antisipasi penanggulangan bencana yang memungkinkan terjadi. Sesuai dengan PERMEN PUPR 27/PRT/M/2015 yang antara lain, menyatakan bahwa setiap pembangunan dan pengelolaan bendungan harus dilaksanakan berdasarkan konsepsi keamanan bendungan dan pilar ke 3 dari konsepsi keamanan bendungan adalah kesiapsiagaan tindak darurat.


Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kepala Balai Besar Wilayah Sungai  Serayu Opak  (BBWS SO) Kulon Progo Dr. Dwi Purwantotoro, S.T., M.T. Dalam Pembukaannya, Dwi Purwanto menyampaikan Terimakasi kepada Dinas terkait yang sudah ikut berpartisipasi dalam kegiatan penyusunan Rencana Tindak Darurat (RTD). Maka setiap bendungan harus dilengkapi dengan Rencana Tindak Darurat (RTD), sehingga hal itu perlu disosialisasikan, maka Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bekerjasama dengan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai  Serayu Opak  (BBWS SO) Kulon Progo dalam melakukan Sosialisasi Rencana Tindak Darurat (RTD) Bendungan Sermo.


“Terima kasih BPBD KP, BBWS SO, BAPPEDA KP, Pol PP dan DINKES yang telah ikut berpartisipasi kegiatan hari ini, kita bisa berkumpul dan bersilaturahim dalam rangka menanggapi audiensi dari Kepala Balai Besar terkait dengan program kegiatan yang dilaksanakan diwialayah Kabupaten Kulpon Progo”  Kepala Balai Besar dalam sambutannya.

Kepala Pelaksana BPBD Kulonprogo, Joko Satyo Agus Nahrowi, S.T., M.T. mengatakan diperlukan simulasi kembali dengan tujuan sosialisasi yang menyeluruh, bahwa setiap Bendungan diwajibkan memiliki rencana tindak darurat sebagai memberi petunjuk yang sistematis. Mulai dari masalah yang mengancam keamanan bendungan hingga mempersiapkan upaya-upaya untuk memperkecil resiko jatuhnya korban jiwa apabila terjadi keruntuhan bendungan. Selain itu juga untuk mempercepat respon yang efektif untuk pencegahan terjadinya keruntuhan bendungan.

“ Mengetahui potensi bahaya dan akibat yang dapat ditimbulkan apabila terjadi keruntuhan bendungan, dan kita harapkan semoga tidak terjadi sesuatu hal yang tidak kita harapkan” ungkapnya

Dwi menyatakan penyebab Runtuhnya suatu bendungan dapat disebabkan oleh beberapa kemungkinan, antara lain Faktor Konstruksi, faktor alam, dan faktor manusia

“Faktor kontruksi: Kegagalan perencanaan termasuk adanya kesalahan dalam melakukan investigasi, atau kurangnya pengawasan dan tidak dilakukan pemeliharaan bangunan secara kontinyu. Faktor Alam: Terjadi overtopping yang disebabkan hujan badai yang berakibat banjir yang luar biasa sehingga kapasitas waduk dan spillway terlampaui dan faktor Ulah Manusia Adanya perusakan bendungan oleh manusia yang dilakukan dengan sengaja atau tidak disengaja seperti : klaim lahan, penanaman pohon pada tubuh bendungan, membuat kolam-kolam di kaki bendungan, sabotase atau akibat perang antar etnis, kerusuhan soisal atau huru-hara” Imbuh Kepala Balai Besar

Terhitung mulai 1 Maret 1994 dan selesai pada Oktober 1996,  bendungan sermo sudah 25 tahun, Waduk Sermo memiliki panjang spillway 190 m dan tinggi puncak 58,6 m  dengan daya tampungnya kurang lebih 25.000.000 m³ dengan keamana 120 % dengan kekuatan gempa diatas 8 skala richter

Drs. H. Sutedjo mengucapkan terimasih terhadap kegiatan ini dan setuju bahwa simulasi dengan sosialisasi yang cukup sangat diperlukan, kemudian masyarakat perlu diberikan edukasi yang cukup mengenai keruntuhan bendungan dan simulasi yang akan digunakan agar tidak menimbulkan kepanikan

“Terimakasih ikut serta dalam kegiatan penyusunan review RTD Bendungan Sermo.  Tingkat pengetahuan masyarakat dalam mengikuti kegiatan pelatihan maupun sosialisasi yang dilakukan oleh BPBD, Perlunya kerjasama antar TIM BPBD agar kegiatan pengurangan risiko hal yang tidak diinginkan dapat dilaksanakan dengan baik” Ujar Bupati Kulon Progo

Meski demikian, tegas Bupati, di samping memiliki manfaat yang sangat besar, bendungan juga menyimpan potensi bahaya yar?g sangat besar pula, yang dapat mengancam kehidupan masyarakat luas di hilir bendungan.

Dikatakan, penanganan keadaan darurat tentunya tidak dibenarkan dilakukan berdasarkan tindakan coba-coba, melainkan harus berdasarkan pada konsep keamanan bendungan, serta dilengkapi dengan dokumen RTD, yang disiapkan secara matang.

Setelah disetujui oleh Bupati Kulon Progo dan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai  Serayu Opak  (BBWS SO), ini selanjutnya Bersama dengan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai  Serayu Opak  (BBWS SO) terkait akan segera melakukan sosialisasi kepada masyarakat berpotensi terdampak di wilayah Kabupaten Kulon Progo perihal RTD. MC Kab. Kulon Progo/ Humas/Della