Kalurahan Hargowilis, Kulon Progo Terpilih Program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan Dari KPU DIY

  • 21 September 2021 10:48:46
  • 97 views

Wates - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo bersama dengan Komisi Pemilihan Umum DIY menandatangani MoU atau nota kesepakatan terkait penyelenggaraan program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan untuk Kalurahan (Desa) Hargowilis, Kokap. Senin (20/09/2021). Acara ini dilaksanakan di ruang rapat Menoreh, kompleks Pemkab Kulon Progo.

Bupati Kulon Progo, Drs. H. Sutedjo bersama dengan Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Daerah Istimewa Yogyakarta, Hamdan Kurniawan menandatangani MoU atau nota kesepakatan terkait penyelenggaraan program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan. Penandatanganan ini dilakukan untuk Kalurahan(Desa) Hargowilis, Kokap yang dipilih KPU DIY untuk melakukan kerjasama pada program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan. 

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DIY, Hamdan Kurniawan menjelaskan bahwa KPU Republik Indonesia memiliki program nasional yaitu Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3) yang akan dimulai secara bersama-sama di seluruh provinsi di Indonesia pada tahun 2021. Program ini dicanangkan khususnya untuk mewujudkan kader-kader penggerak dalam konteks pendidikan pemilih, dan juga meningkatkan literasi masyarakat terkait pemilu dan pemilihan. Kader-kader diambil dari beberapa unsur baik itu pemuda, pemuda disabilitas, tokoh perempuan, tokoh agama, dan lainnya yang berjumlah 25 orang. Para kader ini nantinya akan dilatih terkait pemilu dan pemilihan. Pemilihan Kader yang bervariasi diharapkan nantinya dapat menyebarkan atau melakukan pendidikan serupa ke kelompok yang lebih luas lagi.

KPU DIY menunjuk dua Desa (Kalurahan) untuk melakukan kerjasama pada program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan, desa/kalurahan tersebut adalah Kalurahan(Desa) Hargowilis, Kokap, Kulon Progo dan Kalurahan (Desa) Notoprajan, Ngampilan, Kota Yogyakarta. Tingkat partisipasi pemilih di Yogyakarta cenderung tinggi, bahkan termasuk yang tertinggi di Indonesia. Angka partisipasi ini sangat penting, namun, harus diimbangi dengan kualitas pemilihnya. Melalui progran DP3 ini diharapkan agar partisipasi yang sudah sangat baik tadi diikuti dengan kualitas yang juga bisa lebih baik.

Kedua daerah yang dipilih oleh KPU DIY kebetulan tidak sedang berlangsung pemilu ataupun pemilihan kepala daerah (pilkada). Saat ini, Komisi Pemilihan Umum (KPU) lebih banyak melakukan pendidikan pemilih karena merasa pendidikan pemilih adalah sebuah program jangka panjang yang harus terus menerus dilakukan. Dijelaskan juga bahwa masa-masa ketika tidak menyelenggarakan pemilu atau pilkada ini adalah masa yang sangat pas dan sangat tepat untuk melakukan kegiatan pendidikan politik maupun edukasi kepada masyarakat. 

Hamdan mengatakan bahwa kedua daerah yang dipilih ini tentunya berbeda, namun, visi dan misinya sama yaitu untuk meningkatkan literasi maupun menciptakan pemilih yang lebih peduli pada pemilu maupun pemilihan. Karena soal kualitas menjadi hal yang sangat penting. Pemilih tidak hanya cukup datang ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) tetapi juga menyadari hak-haknya. Hamdan menegaskan bahwa tantangan pemilu dari waktu ke waktu sungguh luar biasa. Tak hanya masalah money politics tetapi juga terkait berita hoax atau berita palsu. Berita palsu yang bisa mendorong orang atau tokoh percaya dengan berita itu. Hal ini sangat merugikan tidak hanya pada konteks pemilu tetapi konteks keindonesiaan atau kebhinekaan yang selama ini sudah kita pegang.

"Tentu harapannya dengan pemilihan dua daerah ini nanti akan semakin berkembang ditahun-tahun berikutnya karena ini bukan program jangka pendek. Program awal yang nanti kami berharap akan kemudian "menular" ke daerah-daerah yang lain", ujar Hamdan 

Sementara itu, Bupati Kulon Progo, Drs. H. Sutedjo mengapresiasi dan berterima kasih kepada KPU DIY yang sudah memilih Kalurahan (Desa) Hargowilis, Kokap sebagai salah satu fokus dalam program Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan. Sutedjo berharap semoga program tersebut dapat berjalan dengan lancar sehingga semuanya bisa terlaksana dengan baik.

“Saya rasa kami pemerintah daerah menyambut baik program ini, karena ini tentu akan sangat membantu pada proses pendidikan politik kepada masyarakat”, ujar Sutedjo.

Sutedjo menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari sistem demokrasi pada sebuah negara demokratis yang tentu akan menjadi salah satu sarana bagaimana pelaksanaan prinsip-prinsip negara demokrasi.

Acara ini diakhiri dengan penandatanganan MoU atau nota kesepakatan yang ditandangani oleh Bupati Kulon Progo, Drs. H. Sutedjo dan Ketua Komisi Pemilihan Umum Daerah Istimewa Yogyakarta, Hamdan Kurniawan.
MC Kab.Kulon Progo/Fajar/Dewan