Koperasi Jadi Alternatif Pembiayaan UKM Ditengah Pandemi

  • 29 Agustus 2021 10:03:13
  • 39 views

Wates, Sebagai salah satu upaya pemulihan ekonomi, Kementerian Koperasi dan UKM Republik Indonesia pastikan suntik bantuan penguatan modal kerja untuk koperasi, UKM serta usaha kecil perorangan terdampak pandemi. Hal tersebut disampaikan Menteri Koperasi dan UKM RI Teten Masduki saat melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Kulon Progo, Sabtu (28/8/2021).

Teten menyampaikan sampai saat ini struktur ekonomi Indonesia didominasi oleh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dimana banyak pembiayaan yang gagal mendorong untuk UMKM tersebut meningkatkan kelas usahanya. Hal itu dikarenakan pembiayaan hanya cukup untuk modal kerja namun tak cukup untuk mengembangkan kapasitas usaha ataupun produksi bahkan sampai harus terjerat rentenir guna mencukupi pembiayaannya. 

"Oleh karena itu kami menawarkan kepada Bupati, kalau ada koperasi yang mau dibantu lewat LPDB (Lembaga Pengelola Dana Bergulir) kami persilahkan, mudah-mudahan dengan hadirnya pembiayaan koperasi di Kulon Progo ini masyarakat semakin dimudahkan,"terang Teten.

Ditambahkan Teten, modal kerja untuk penguatan koperasi ditengah pandemi berjalan dengan baik, koperasi tersebut bisa menjadi alternatif pembiayaan usaha mikro di Indonesia mengingat jumlahnya yang cukup besar. Pihaknya berharap melalui koperasi simpan pinjam bisa menjadi mitra usaha mikro untuk mendapatkan pembiayaan. 

"Rentenir hadir memberi pinjaman tanpa agunan tapi dengan bunga mencekik, oleh karena itu kami melihat koperasi sebagai alternatif ditenagh pandemi sekarang ini dimana banyak bank yang tidak bisa memberi pinjaman lagi. Maka kami sedang mengusulkan untuk usaha yang tidak bisa minta tambah bank bisa lewat koperasi simpan pinjam,"jelas Teten.

Teten mengharapkan kerjasama semua pihak baik Bupati, LPDB, koperasi maupun pelaku usaha sehingga koperasi dan sejenisnya bisa bertahan ditengah pandemi. 

Selain itu terkait percepatan vaksinasi bagi pelaku usaha, Teten menyampaikan hal tersebut sangat bagus dan menjadi penting bagi pemulihan ekonomi. "Saya sudah pelajari pertumbuhan pemulihan ekonomi terkait erat dengan tingkat partisipasi masyarakat didalam vaksinasi, semakin banyak yang divaksin pertumbuhan ekonominya lebih baik," katanya.

Untuk itu Teten berharap kesadaran masyarakat untuk vaksinasi terus disosialiasikan karena untuk pemulihan ekonomi sesuai arahan Presiden RI serta tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat.

Sementara itu Bupati Kulon Progo Drs. H Sutedjo menyambut baik atas program-program pemulihan ekonomi dampak pandemi covid-19 tersebut baik melalui bantuan pembiayaan modal kerja maupun percepatan vaksinasi bagi pelaku usaha di wilayah Kabupaten Kulon Progo. 

"Melalui penguatan modal ini setidaknya motivasi bagi pedagang yang sempat menjadi korban dari praktek ilegal yang berkedok koperasi, agar lebih paham dan sadar bahwa apa yang telah dilakukan adalah merugikan untuk diri sendiri, keluarga maupun kelompoknya," kata Sutedjo.

Dijelaskan Sutedjo, dengan pemahaman tersebut apabila menginginkan modal untuk usahanya bisa menjadi anggota Koperasi yang sudah ber-Badan Hukum, sehingga hak dan kewajibannya bisa dipertanggungjawabkan.

Adapun beberapa agenda kunjungan kerja Menteri Koperasi dan UKM di Kabupaten Kulon Progo yaitu peninjauan UKM Martini Natural (Pengrajin Sandal) di Kapanewon Sentolo, peninjauan vaksinasi keluarga besar BMT Beringharjo di Taman Budaya Kulon Progo, menyaksikan Penyerahan Secara Simbolis Bantuan Penguatan Modal kepada Pedagang Pasar Wates Terdampak covid 19 dan Rentenir oleh Ketua BMT Beringharjo dan Penyerahan Secara Simbolis Persetujuan Pembiayaan KSPPS Projo Artha Sejahtera oleh Direktur utama LPDB KUMKM. Kegiatan ditutup dengan penandatangan Prasasti Peresmian Kantor BMT Beringharjo cabang Kulon Progo. MC Kab.Kulon Progo/Tn/Hry/Candra