Rakornas Pengendalian Infansi Tahun 2021, Optimalisasi Digitalisasi Untuk UMKM Dukung Pemulihan Ekonomi

  • 25 Agustus 2021 19:16:18
  • 42 views

Wates – Rapat Koordinasi Nasional Pengendalian Inflasi 2021 dilakukan secara daring di Command Room Diskominfo Kulon Progo pada Rabu (25/8/2021) pagi. Bupati Kulon Progo, Drs. H. Sutedjo terlihat menghadiri Rakornas yang mengusung tema “Mendorong Peningkatan Peran UMKM Pangan Melalui Optimalisasi Digitalisasi untuk Mendukung Pemulihan Ekonomi dan Stabilitas Harga Pangan” bersama beberapa jajaran yaitu Sekda, ASDA II, dan Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kulon Progo.

Rakornas kali ini dibuka secara resmi oleh Presiden RI Ir. Joko Widodo melalui Istana Negara. Dalam pidato pembukaannya, Joko Widodo mengungkapkan apresiasinya bahwa perekonomian Indonesia semakin membaik walau dalam ketidakpastian, “Pada kuartal kedua di 2021, mampu mengalami pertumbuhan sebanyak 7,07% Year On Year dengan inflasi terkendali pada angka 1,52%. Walaupun masih jauh dibawah target yaitu 3% tapi inflasi yang rendah bukanlah hal yang menggembirakan karena bisa saja terindikasi daya beli masyarakat yang rendah,” ujar nya. 

Lebih lanjut Presiden menekankan beberapa hal yang harus diperhatikan seperti terus berhati-hati dalam setiap aspek terutama Kesehatan. Lalu imbauan kepada TPID dan TPIP untuk menjaga kestabilan harga dan ketersediaan stok terutama pada barang kebutuhan pokok serta pro aktif mendorong sektor ekonomi termasuk didalamnya petani, nelayan dan UMKM. Dalam hal ini, manfaatkan momentum untuk nilai tambah pada sektor pertanian dikarenakan sektor inilah yg terus tumbuh bahkan saat pandemic yaitu di angka 2,95% pada kuartal pertama dan di kuartal kedua masih tumbuh positif di angka 3,02%.

Selanjutnya Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo mengatakan dalam laporannya bahwa inflasi Indonesia hingga Juli 2021 terjaga rendah di angka 1,52% Year On Year. Diperkirakan inflasi akan terjaga di angka 3% plus minus 1%. Meski resiko kenaikan inflasi pada 2022 perlu di antisipasi sejalan dengan kenaikan permintaan domestik dan kenaikan harga komunitas dunia. 

“Sejalan dengan tema diskusi pada Rapat Koordinasi Nasional, agar dapat terjaganya stabilitas harga khususnya harga pangan, untuk itu perlu kita jadikan momentum untuk memperkuat peran UMKM pangan, dalam rangka pemulihan ekonomi indonesia dan kesejahteraan masyarakat kami memandang peran UMKM pangan dalam ekosistem ekonomi secara terintegrasi disertai penggunaan teknologi, termasuk akses pasar yang semakin luas bagi UMKM pangan. Kedepan kami meyakini transformasi UMKM Pangan dapat meningkat dalam tingkat nasional dan internasional,” ujar Perry Warjiyo. MC Kab.Kulon Progo/candra/risma.