Bupati Kulon Progo Dorong Manfaatkan dan Maksimalkan Potensi Daerah Sebagai Inovasi Daerah

  • 21 Juni 2021 00:00:00
  • 389 views

Wates - Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Kulon Progo kembali mengadakan Sosialisasi Indeks Inovasi Daerah (IID) dan Pemberian Penghargaan Innovation Goverment Awards (IGA) tahun 2021, di Aula Adikarta kompleks Pemkab Kulon Progo. Senin (21/06/2021).

Dalam arahannya, Bupati Kulon Progo, Drs.H.Sutedjo menjelaskan bahwa pembentukan inovasi daerah ini merupakan salah satu upaya untuk menciptakan kreatifitas dalam mempercepat perkembangan dan pertumbuhan daerah, sehingga diharapkan pemerintah dapat mencapai kesejahterahan masyarakat.

“Adapun inovasi daerah yang akan di bentuk harus mencangkup tiga aspek, yaitu tata kelola pemerintahan, pelayanan publik, dan inovasi lain yang tidak mencangkup 2 hal diatas. Seperti inovasi di bidang pertanian, pertenakan, lingkungan hidup, dan pekerjaan umum”, tutur Sutedjo.

Dalam sejarahnya, Kabupaten Kulon Progo telah beberapa kali menduduki 10 peringkat besar dari 514 kabupaten di seluruh Indonesia, sebagai kabupaten yang banyak melakukan inovasi daerah. Diantaranya pada 2018 Kulon Progo berhasil menduduki peringkat ke 5 dan untuk 2019 Kulon Progo berhasil menjadi juara 2 dalam penghargaan Innovation Goverment Awards (IGA).

Sutedjo juga menyebutkan beberapa Kecamatan di Kabupaten Kulon Progo yang telah mengirimkan nama inovasi daerahnya, diantaranya :

  1. Kalurahan Jatirejo : Kembang Jati-KU (Kemitraan BUMDes Jati Unggul Kulon Progo), dan Bumi Melani (BUMDes Bersemi Membela Petani).
  2. Kalurahan Gerbosari : Pandu Warjo Hapsari-KU (Posyandu Warung Hijau Harapan Gerbosari Kulon Progo).
  3. Kalurahan Sogan : Embung Sogan-KU
  4. Kalurahan Karang Wuni : Air Bersih Karang Wuni, dan SID-KU (Sistem Informasi Desa Kulon Progo)
  5. Kalurahan Gulurejo : PKBN Ngundirawuh, Gulurejo.
  6. Kalurahan Demangrejo : Radib Demangrejo
  7. Kalurahan Kranggan : Kawasan Sentral Industri Perikanan Air Tawar
  8. Kalurahan Ngestiharjo : Desa Siaga Ngestiharjo

“Dengan demikian, saya sangat berharap agar seluruh OPD di Kabupaten Kulon Progo dapat memanfaatkan dan memaksimalkan potensi daerah yang ada untuk dijadikan inovasi daerah yang dapat mensejahterahkan masyarakat daerah dan meningkatkan kemajuan daerah dari berbagai aspek. Selanjutnya, bagi Kalurahan yang belum mengirimkan inovasi daerah kami tunggu paling lambat hingga akhir Juli mendatang” jelasnya.

Sementara itu Kepala Bappeda Kabupaten Kulon Progo, Triyono, S.IP., M.Si. dalam paparan materinya mengatakan bahwa tujuan dari pelaksanaan Indeks Inovasi Daerah adalah untuk memotivasi pemerintah daerah untuk meningkatkan inovasi dalam pelayanan masyarakat, mendorong penerapan good governance, meningkatkan partisipasi masyarakat, dan memberikan penghargaan kepada pemerintah daerah yang berhasil menerapkan inovasi.

“Adapun pengukuran IID adakan dilakukan dengan 4 tahap yaitu penginputan, validasi data input, dan pengukuran. Selanjutnya akan dilakukan penyusunan rangking Indeks Inovasi Daerah pada setiap klaster (provinsi, dan kabupaten/kota). Jika daerah tersebut masuk kedalam peringkat 10 besar, maka selanjutnya Bapak bupati akan melakukan presentasi KDH, hasil presentasi tersebut nantinya akan dilakukan validasi lapangan dan terakhir adalah pengumuman pemenang dalam Innovative Government Award”, jelas Triyono.

Selanjutnya, Triyono juga menjelaskan terkait kriteria penilaian yang mencangkup pembaharuan, manfaat, kepentingan publik, urusan dan kewenangan pemerintah daerah, dan replikasi atau aplikatif. Menurutnya, inovasi daerah yang harus dibentuk adalah inovasi yang memprioritaskan kepentingan publik dan memberikan manfaat  yang masif bagi masyarakat.

Berdasarkan Permendagri No. 108 Tahun 2018 Indeks Inovasi Daerah merupakan sistem pengukuran dan penilaian terhadap penerapan pembaharuan penyelenggaraan pemerintahan daerah yang telah dilaporkan kepada mentri dalam negeri sesuai dengan urusan yang menjadi kewenangan daerah. MC Kab.Kulon Progo/Humas/Syauqi/