Cegah Stunting Melalui Padi Inpari IR Nutri Zinc, Komisi IV DPR RI dan Dirjen Tanaman Pangan Kementan, Panen Padi di Kulon Progo

  • 12 April 2021 10:17:10
  • 266 views

Pengasih - Salah satu varietas yang mulai dikembangkan di Kabupaten Kulon Progo adalah varietas Inpari IR Nutri Zinc.  Padi varietas  ini adalah varietas padi yang kaya akan unsur  Zinc yang sangat baik  dikonsumsi terutama ibu hamil dan menyusui dalam rangka mencegah kasus stunting.

Melalui Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo, menggelar kegiatan panen perdana padi Inpari IR Nutri Zinc bersama komisi IV DPR RI dan Dirjen Tanaman Pangan Kementerian pertanian RI sekaligus meninjau lokasi cetak sawah baru, di Kelompok Tani Bina Mandiri Sendangsari, Pengasih. Sabtu (10/4/2021).

Bupati Kulon Progo dalam sambutanya mengatakan sektor pertanian di Kulon Progo masih merupakan sektor andalan dalam pembangunan. Dimana pada masa pandemi Covid 19 ini, sektor pertanian merupakan sektor yang pertumbuhannya positif yaitu 0,65 persen. Setiap tahun Kulon Progo surplus beras rata – rata 41.000 ton. Adapun pada 2020 luas panen padi seluas 19.038 hektar (ha), dengan produksi 126.003 ton gabah. 

Berbagai upaya yang sudah dilaksanakan dalam rangka peningkatan produksi padi di kabupaten Kulon Progo, antara lain dengan Cetak sawah baru, ini merupakan program unggulan di Kabupaten Kulon Progo, selain dalam rangka peningkatan produksi, sekaligus untuk mengganti lahan sawah yang alih fungsi.

Kami buktikan bahwa pencetakan sawah baru ini yang ditanami padi hasilnya bagus, sampai dengan 2020 sudah berhasil mencetak sawah baru seluas 205 hektar (ha),  dan pada 2021 ini akan dilaksanakan cetak sawah lagi seluas 50 ha. Dengan memberikan fasilitas membuat saluran irigasi.

“Petani asal ada air pasti nalurninya untuk mengolah tanah jika airnya cukup akan digunakan menanam padi. Untuk sekarang ini, pada panen pertama hasilnya sudah 7,1 ton per hektar, kedepan di Kulon Progo masih ada potensi pencetak sawah baru bisa sampai 300 sampai 400 ha, selain itu kami juga masih berjuang guna membuat saluran irigasi tersebut,” ujar Sutedjo 

Usai panen padi, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Dr. Ir. Suwandi, M.Si menjelaskan padi Inpari Nutri Zinc adalah padi dengan kandungan tinggi Zinc guna mengatasi masalah stunting. Varietas unggul baru (VUB) padi biofortifikasi Inpari IR Nutri Zinc sebagai salah satu sumber pangan dengan kandungan gizi Zinc 6 persen lebih tinggi daripada varietas padi lainnya.

Lebih lanjut, pada 2020 Kementerian Pertanian (Kementan) telah menanam seluas 10.000 ha, rencananya  2021 akan menanam seluas 50.000 ha di 95 kabupaten dengan daerah rawang pangan guna menanggulangi stunting.

Beberapa wilayah sudah menunjukkan hasilnya seperti di Kabupaten Kulon Progo. Hasilnya sangat menggembirakan dimana produktivitas padi cukup tinggi mencapai 7,1 ton per hektar.

“Di Kulon Progo ini meskipun penanaman padi pada lahan cetak sawah baru pertama kali, yang dulu adalah lahan kering atau lahan tadah hujan, ini dapat ditanami padi dengan hasil sangat baik, Harapan kami hasil panen dapat dikelola secara sinergi oleh Dinas Sosial, kesehatan atau e-warung untuk dikonsumsi masyarakat sehingga turut membantu mengatasi stunting,” jelasnya. 

Kementan membutuhkan kerja sama semua pihak, termasuk para produsen benih, perguruan tinggi dan penggilingan padi dan instansi pemerintah di berbagai sektor baik di pusat maupun daerah untuk mempercepat penyebaran dan pemanfaatan padi kaya Zinc ini dalam mengatasi Stunting.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI G. Budisatrio Djiwandono bersama rombongan yang terjun langsung menuju sawah yang ditanami padi jenis IR Nutri Zinc guna melakukan panen perdana mendukung dan mengapresiasi.  

“Kunjungan kerja ini merupakan tugas kami sebagai wakil rakyat saya dan segenap anggota komisi IV memberikan apresiasi kepada para petani, dengan lahan cetak sawah baru dapat menghasilkan padi sekitar 7,1 ton per hektar, ini sebagai contoh yang baik bagi provinsi lain,” ujarnya 

Lebih lanjut, ia mengatakan kegiatan ini sanagat penting, kami komisi IV DPR RI  meninjau langsung, melihat hasil karya, hasil nyata, Bupati Kulon Progo, Kelompok Tani, dan dukungan dari Kementerian pertanian.

Selain apresiasi, pihaknya juga ingin mendengarkan aspirasi langsung dari petani, Dinas pertanian dan kelompok tani. Hal itu dilakukan dalam rangka menuju kesejahteraan para petani.

“DPR RI  akan mendukung dan mendorong semua kebijakan khususnya mitra kerja kami Kementerian pertanian melalui Dirjen, yang dapat mewujudkan program – program yang pro terhadap para pertani. Kita ingin para petani langsung mendapat manfaat dari program Kemnterian,” ujarnya.

Sebagai upaya yang sudah dilaksanakan dalam rangka peningkatan produksi padi di kabupaten Kulon Progo, selain Cetak sawah baru, yakni Pengenalan tehnologi dan berbagai Varietas Unggul Baru. Salah satu varietas yang mulai dikembangkan di Kabupaten Kulon Progo adalah varietas Inpari IR Nutri Zinc.

Selanjutnya Pengembangan sarana prasarana pertanian, baik berupa pembangunan Jalan Usaha Tani, pembangunan Jaringan Irigasi Tersier, pembangunan Dam Parit, pembangunan Jaringan Irigasi Tanah Dangkal dan Pompa (Sumur Pantek), maupun pemenuhan kebutuhan alat mesin pertanian baik untuk kegiatan budidaya maupun untuk pasca panen dan pengolahan hasil.

Pada 2020 Padi Nutri Zinc sudah dikembangkan seluas 200 ha dan sudah disalurkan melalui program sembako  kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebanyak 7,78 ton. Pada tahun 2021 ini kabupaten Kulon Progo mengembangkan padi Inpari IR Nutri zinc seluas 600 ha. MC Kab.Kulon Progo/Humas/hry