Gelaran Potensi  Kulon Progo Diikuti 21 Rintisan Desa Budaya

  • 26 November 2020 10:22:00
  • 390 views

Kulon Progo - Bupati Kulon Progo Drs.H.Sutedjo membuka gelaran potensi rintisan desa budaya kabupaten Kulon Progo, yang diselenggarakan Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan), di Taman Budaya, Senin (23/11/2020). Diikuti 21 rintisan desa budaya yang nantinya akan dipilih 5 besar untuk menjadi juara.

Melalui kegiatan gelar potensi ini, mampu menjadi wahana pemeliharaan, pelestarian dan pemajuan kebudayaan daerah khususnya di Kabupaten Kulon Progo, serta mampu menggali potensi kebudayaan/kearifan lokal di wilayah rintisan Desa Budaya di Kabupaten Kulon Progo, dimana kebudayaan serta  kearifan lokal tersebut merupakan sebuah identitas dan kepribadian bangsa, Hal ini lah yang di ungkapkan Bupati Kulon Progo, Sutedjo usai memberikan sambutan gelar potensi rintisan desa budaya.

Sutedjo menambahkan menurutnya melalui kegiatan Gelar Potensi Rintisan Desa Budaya ini diharapkan akan memacu kreatifitas berkesenian, baik bagi para pelaku seni dan budaya maupun masyarakat pada umumnya.

“Sesuai tajuk yang diangkat, Kulon Progo Rinengga ini dapat kita  saksikan  dan nikmati  Potensi Kebudayaan di Kabupaten Kulon Progo terutama yang ada di wilayah Rintisan Desa Budaya, yang dikemas dalam sebuah seni pertunjukkan dapat memberikan tontonan yang menarik dan memiliki nilai seni dan budaya,” kata Sutedjo

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan (Khunda Kabudayan) Kabupaten Kulon Progo, Dra. Niken Probo Laras, S.Sos., M.H dalam sambutannya mengatakan tujuan kegiatan gelar potensi rintisan desa budaya untuk memelihara, melestarikan dan memajukan budaya daerah.

Menurutnya dapat menggali potensi kebudayaan dan kearifan lokal di daerah rintisan desa budaya termasuk warisan budaya benda dan tak benda. Selain itu, untuk menggali potensi kebudayaan dan kearifan lokal di daerah rintisan desa budaya termasuk warisan budaya benda dan tak benda.

“Diikuti 21 rintisan desa budaya yang menjadi peserta dan akan dipilih 5 besar dan menjadi juara. Karena masih pademi Covid-19 kegiatan ini disiarkan langsung melalui Youtube Dinas Kebudayaan Kulon Progo,” kata Niken.

Selain itu, berfungsi untuk meningkatkan kesenian daerah sebagai penangkal budaya asing yang tidak sesuai dengan nilai luhur budaya. MC Kulon Progo/Trib/hh