Presiden Jokowi Resmikan Bandara International Yogyakarta

  • 28 Agustus 2020 14:52:38
  • 589 views

Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmikan Bandara Internasional Yogyakarta atau Yogyakarta International Airport (YIA) di Kulon Progo, Jumat (28/8/2020). Pada saat bersamaan, Jokowi juga meresmikan pengoperasian menara Airnav Indonesia dan sistem peringatan dini tsunami.

Peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirene dan penandatanganan batu prasasti oleh Jokowi didampingi Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X, Bupati Kulon Progo Drs. H. Sutedjo, Menteri BUMN Erick Thohir, dan Menteri Perhubungan Ir. Budi Karya Sumadi yang turut disaksikan oleh Direktur Utama PT Angkasa Pura I (Persero) Faik Fahmi beserta jajarannya, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Kepala Sekretariat Presiden Heru Budi Hartono, dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Jokowi memuji pengerjaan Bandara YIA yang menurutnya super cepat, hanya dalam kurun waktu 20 bulan.

"Alhamdulillah Bandara Internasional Yogyakarta telah selesai 100 persen. Bandara ini dikerjakan sangat cepat, hanya 20 bulan," kata Jokowi

Ia mengatakan, bila dibandingkan dengan Bandara lama Adisutjipto, baik luas bangunan maupun runway, Bandara Internasional Yogyakarta jauh lebih besar. Bahkan, di YIA bisa di darati pesawat berkapasitas besar seperti Airbus A380 dan Boeing 777.

"Kalau kita bandingkan ini dengan airport lama Adisutjipto, panjang runway yang di sana 2.200 meter, yang disini 3.250 meter, jauh lebih panjang. Di Adisutjipto, hanya untuk pesawat yang narrow body, di sini bisa didarati Airbus A380 dan Boeing 777. Pesawat besar-besar bisa turun di sini, karena runwaynya 3.250 meter. Luas terminal bandara lama sekitar17.000 meter persegi, di sini 219.000 meter persegi. Kapasitas penumpang bandara lama hanya bisa menampung 1,6 juta penumpang, sedangkan disini bisa menampung 29 juta penumpang, " ujar Jokowi.

Lebih lanjut, ia juga mengapresiasi upaya dari berbagai pihak yang terlibat dalam pengerjaan YIA yang menghabiskan total pembangunan sebesar Rp 11,3 Triliun yang terdiri dari Rp. 4,2 Triliun untuk pembebasan lahan dan Rp. 7,1 Triliun untuk konstruksi baik terminal maupun runway.

"Ternyata beliau (Sri Sultan Hamengkubuwono X selaku arsitek Bandara Internasional Yogyakarta) sangat mumpuni dan detail masalah arsitektural termasuk interior. Keahilian beliau sangat terlihat sekali dalam desain arsitektur di bandara Internasional Yogyakarta ini. Terima kasih pula kepada Angkasa Pura I dan PP yang pengerjaannya menurut saya terbaik di Indonesia untuk saat ini," ungkapnya.

Jokowi optimis, apabila pandemi Covid-19 selesai, Bandara Internsional Yogyakarta akan menjadi bandara yang paling ramai. (MC Kulon Progo_Fira)