Pemkab Kulon Progo Gelar Pencanangan PKL Patuh Protokol Kesehatan di Pasar Sentolo

  • 27 Agustus 2020 06:27:31
  • 631 views

Sentolo - Pemerintah Kabupaten Kulon Progo kembali menggelar pencanangan gerakan Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) patuh protokol kesehatan di 12 kapanewon yang mengambil lokasi di Pasar Percontohan Sentolo, Selasa (25/8/2020).

Kegiatan ini dihadiri Bupati Kulon Progo, Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kulon Progo, Pimpinan Bank BPD DIY dan Bank BNI Cabang Wates, Asisten Perekonomian Pembangunan dan SDA Setda Kulon Progo, Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo, Kepala Satpol PP Kulon Progo, Kepala BPBD Kulon Progo, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kulon Progo, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kulon Progo, Kabag Administrasi Kesra Setda Kulon Progo, Panewu 12 Kapanewon, dan Perwakilan PKL dari 12 Kapanewon.

Dalam gerakan ini, Bank BPD DIY cabang Wates maupun Bank BNI cabang Wates masing-masing memberikan tempat cuci tangan dan sabun cair sebanyak 50 buah, 250 stiker PKL patuh protokol kesehatan.Serta APBD tak terduga tahun 2020, seratus tempat cuci tangan sehingga total berjumlah 200 tempat cuci tangan, seratus sabun cair, dan 300 stiker yang akan diberikan pada 1.349 PKL yang tersebar di 12 Kapanewon.

“Jumlah ini masih nunggu update, sudah termasuk PKL dari tiga kawasan terdahulu. Ada 19 yang telah menerima bantuan tempat cuci tangan. Untuk pendistribusian upaya mendukung pelaksanaan AKB di kawasan PKL, dengan membiasakan kebiasaan baru sebagai bantuan ini dimaksudkan sebagai kebutuhan dan kesadaran pribadi, cuci tangan, pakai masker sebagai upaya mencegah dan memutus mata rantai pencegahan Covid-19,” ujar Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kulon Progo, Iffah Mufidati, S.H., MM.

Bupati Kulon Progo, Drs.H.Sutedjo mengatakan jika pedagang harus dapat memberi contoh baik kepada masyarakat.

“Kita lakukan karena kita ingin pedagang memberi contoh baik kepada masyarakat agar kita semua patuh dan taat pada protokol kesehatan, meskipun visualisasinya hanya penyerahan bantuan berupa sarana untuk cuci tangan dengan sabun dan air mengalir. Hari ini kita gerakkan ke perwakilan PKL ini untuk segera ditempatkan di tempat berdagang," ujarnya.

Setiap elemen masyarakat harus berkomitmen untuk menaati Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) dimanapun berada, sehingga situasi dan keadaan akan segera pulih. Sutedjo mengimbau saling mengingatkan dan menyadari betapa pentingnya berhati-hati dan waspada, sebab mencegah tetap jauh lebih baik daripada mengobati. Harapannya, PKL di 12 kapanewon menjadi PKL percontohan dan menjadi inspirasi PKL lain untuk selalu taat protokol kesehatan.

Kegiatan ini menjadi serangkaian acara, setelah sebelumnya pencanangan gerakan Pedagang Kreatif Lapangan (PKL) patuh protokol kesehatan dilaksanakan pada 28 Juli 2020 lalu di Alun-Alun Wates untuk tiga kawasan PKL yaitu di seputar Alun-Alun Wates, seputar BPD DIY cabang Wates, dan di depan Pasar Wates. “Ini kita lanjutkan untuk gerakan yang sama di 12 kapanewon. Pemilihan lokasi di Pasar Percontohan Sentolo ini diharapkan dapat sekaligus memberikan angin segar bagi ramai dan berkembangnya Pasar Percontohan Sentolo ini,” tambah Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kulon Progo, Iffah Mufidati, S.H., MM.

Pemkab Kulon Progo berfokus kepada pedagang karena diharapkan bisa melakukan aktivitas penjualan produk, sehingga aktivitas ekonomi bergerak. Jika masyarakat taat tetapi tidak dengan menggerakkan perekonomian, kemungkinan akan menjadi macet dan akan mengakibatkan kelumpuhan ekonomi. Tujuan kegiatan ini agar para PKL ikut mengedukasi pada publik untuk tetap taat pada protokol kesehatan. Pemkab Kulon Progo ingin PKL mengedukasi publik bersama dengan pemerintah dan komponen masyarakat lainnya bahwa semua tetap harus taat pada protokol kesehatan. MC Kulon Progo/Lia/Retri