Pencanangan Kawasan Siaga Bencana (KSB), Menteri Sosial RI Lakukan Kunjungan Kerja ke Kulon Progo

  • 20 Agustus 2020 23:35:48
  • 653 views

WATES - Dalam rangka memperingati Hari Kemanusiaan Sedunia dan Pencanangan Kawasan Siaga Bencana (KSB) "Pahlawan Kehidupan Rakyat”, Kementerian Sosial (Kemensos) RI melakukan Kunjungan Kerja ke Kabupaten Kulon Progo, Rabu (19/8/2020). Kegiatan ini melibatkan seluruh unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Pemprov DIY, DPRD, Bupati Kulon Progo, Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Kabupaten Kulon Progo, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Kabupaten Kulon Progo, Kementrian Lembaga, Basarnas, BNPB, dan PMI.

Dalam sambutan Gubernur DIY, yang diwakilkan oleh Wakil Gubernur, KGPAA Paku Alam X mengatakan, DIY merupakan daerah dengan potensi ancaman rawan bencana yang tergolong tinggi, baik bencana alam, bencana sosial, maupun non alam menjadi alasan Pemda DIY perlu menyiapkan sumber daya untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan kewaspadaan. Dinas Sosial DIY bersama Kementerian Sosial RI, telah melakukan model kegiatan penanggulangan bencana melalui pembentukan KSB yang sudah dilaksanakan sejak 2010.

“Saat ini telah dibentuk 45 KSB di 42 Desa, tiga kalurahan di mana Dinas Sosial bekerjasama dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY juga melaksanakan model Desa Tangguh Bencana atau Destana yang telah dibentuk di 265 Desa/Kelurahan. KSB menyelenggarakan penanggulangan bencana berbasis masyarakat, diharapkan juga menjadi pionir masyarakat sebagai subyek yang berperan menjaga wilayahnya dengan mengaplikasikan filosofi Rahayuning Bawana Kapurba Waskitaning Manungsa (kesejahteraan dunia tergantung manusia yang memiliki ketajaman rasa) dan meningkatkan semangat gotong royong untuk membantu sesama tanpa mempertimbangkan batas wilayah yang merupakan aplikasi filosofi Golong Gilig.” jelasnya. 

Kegiatan ini dalam rangka menyebarkan pesan-pesan global dari PBB tentang perlunya solidaritas dan kolaborasi dalam menghadapi krisis global dalam rangka hari kemanusiaan sedunia. Kementrian sosial berkolaborasi dengan Kementerian BNPB, Kementerian dalam Negeri, Kementerian Desa, dan Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, TNI POLRI, Pemerintah Daerah dan Masyarakat. Kegiatan ini diselenggarakan berbentuk pertemuan multisektor yang dimulai sejak 10 Agustus 2020 lalu.

Sementara itu, Dirjen Pemberdayaan Sosial Kementerian Sosial RI, Pepen Nazaruddin menuturkan, secara keseluruhan se-Indonesia telah terbentuk KSB di 741 lokasi yang melibatkan 1.805 orang, termasuk 17 lokasi KSB yang melibatkan 4.200 orang di Kabupaten Pandeglang, Lampung Selatan, Cilacap, Kebumen, dan Pangandaran. Serta dalam kegiatan kali ini melibatkan seribu orang di Kulon Progo. Kegiatan bantuan ini sudah terlaksana di empat wilayah di Kabupaten Kulon Progo yaitu Kecamatan Panjatan, Kecamatan Galur, Kecamatan Wates, dan Kecamatan Temon berkesempatan dalam untuk kegiatan fasilitisasi KSB pada 12-16 Agustus 2020.

Menteri Sosial Republik Indonesia, Juliari P. Batubara menjelaskan Hari Kemanusiaan Sedunia yang diperingati bersamaan dengan aktivasi Kawasan/Kampung Siaga Bencana (KSB) di Kulon Progo ini memiliki arti yang sangat besar, terutama di tengah situasi pandemi, gotong royong, dan solidaritas sesama diuji untuk lebih bersatu lagi mementingkan kepentingan yang lebih besar daripada kepentingan diri sendiri.

“Bangsa kita ini, bangsa yang memiliki nilai gotong royong, saya kira sejalan dengan Hari Kemanusiaan. Nilai gotong royong yang sudah kita yakini ratusan tahun ini tentunya jangan hanya sekedar retorika, semboyan, slogan saja, tapi benar-benar kita implementasikan dalam kehidupan sehari-hari kita,” ujarnya

Selain itu dalam sambutannya, Mensos menambahkan Kulon Progo yang terletak di Selatan Pulau Jawa merupakan kabupaten rawan bencana. Oleh karena itu, Kemensos selalu siap untuk mendukung dan membantu, tidak hanya saat bencana, tetapi saat tidak ada bencana dalam upaya memitigasi. Segala upaya untuk mencegah kerusakan, kerugian yang lebih besar lagi antara lain dalam bentuk KSB.

Berbagai rangkaian kegiatan akan dilaksanakan penyerahan bantuan logistik dan kendaraan siaga bencana dengan total bantuan Rp 1.601.808.000,00 (satu milyar enam ratus satu juta delapan ratus delapan ribu rupiah) terdiri dari bantuan logistik Provinsi DIY (empat ratus enam puluh juta sembilan ratus empat puluh sembilan juta delapan ratus rupiah). Juga dibagikan masker sebanyak 12.000 pcs bantuan yang berasal dari BNPB.

“Kemudian bantuan logistik untuk empat tempat lumbung sosial Kampung Siaga Bencana masing-masing dengan index Rp 160.000.000,00 (seratus enam puluh juta rupiah) per lokasi dengan total Rp 640.237.400,00 (enam ratus empat puluh juta dua ratus tiga puluh tujuh ribu empat ratus rupiah). Kemudian diserahkan oleh bapak menteri kendaraan truk serbaguna Rp 445.012.500,00 (empat ratus empat puluh lima juta dua belas ribu lima ratus rupiah). Kemudian kendaraan siaga bencana berupa motor dapur umum lapangan satu unit (lima puluh lima juta enam ratus delapan ribu tiga ratus itu),” ujar Pepen Nazaruddin.

Dalam kesempatan ini, Mensos juga memberikan arahan dan KSB di Pantai Selatan Kabupaten Kulon Progo, bantuan bagi anak pahlawan, serta menyematkan matris pembina tagana untuk Bupati Kulon Progo sebagai Pembina Tagana dan Pembina KSB di wilayah Kulon Progo, serta mengunjungi Kantor Pos, Taman Makam Pahlawan, serta Kalurahan Bojong, Kapanewon Panjatan guna membagikan bantuan. MC Kulon Progo/Lia/Retri/Aldy/Siwi/Dhofin/Fira/Hari