Pelaku UMKM Di Kulon Progo Belajar Pengembangan Produk Pengemasan Dalam Kaleng

  • 25 Juni 2020 08:38:24
  • 423 views

Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (Dinkop UMKM) Kulon Progo menyelenggarakan acara pelatihan dan pengembangan produk makanan dalam kemasan kaleng, bertempat di Aula Adikarta kompleks Pemkab Kabupaten Kulon Progo. Kamis (25/06/2020).

Dihadiri oleh Bupati Kulon Progo, Ketua DPRD, Komisi II DPRD Kabupaten Kulonprogo, Kepala Badan Pelatihan Teknologi Bahan Alam LIPI Yogyakarta, peserta pelatihan dan pengalengan produk, beserta tamu undangan. Narasumber pada pelatihan dan pengembangan produk dalam makanan kaleng yaitu ketua LIPI Satriyo Krido Wahono ST, Dr. Asep Nurhikmat ahli tentang pengalengan produk makanan tradisional. Tujuan dari acara ini yaitu pelatihan dan pengembangan produk makanan pengalengan melalui pra riset yang telah dilakukan oleh BPTBA-LIPI Yogyakarta.

Diikuti oleh kurang lebih 30 orang peserta, dan ada 10 sampel makanan yang sudah berhasil dikarantina selama 14 hari oleh BPTBA-LIPI Yogyakarta yang berhasil masuk kategori memuaskan antara lain: tempe benguk sengek SPA, Gudeg Juminten, Gudeg Mbah Karyo, Oseng Mercon Jeng WR, Soto Gentong, Brekecek Ikan Laut Lestari, Rica-Rica Kembang Pisang, Mangut Ikan Gabus dan Kembang Pisang, Rawon Lestari, dan Brongkos.

 Kegiatan ini tentunya membawa manfaat bagi upaya peningkatan kualitas produk makanan dan upaya peningkatan ekonomi pelaku UMKM pengalengan produk. Hal ini dilakukan agar mampu bersaing dan sesuai dengan perkembangan jaman, serta upaya meningkatkan kesejahteraan warga masyarakat, terutama bagi pelaku UMKM. Harapannya untuk kedepan akan lebih banyak lagi pelaku industri makanan tradisional yang dapat memanfaatkan teknologi yang dikembangkan UPT LIPI Yogyakarta. Tentunya hal ini dapat meningkatkan nilai jual dan masa konsumsi makanan. 

Menurut Drs. H. Sutedjo Bupati Kulonprogo menyatakan bahwa sangat mengapresiasi kegiatan ini untuk pengalengan produk UMKM. Usaha yang tidak bisa di kalengkan seperti gudeng namun dengan bantuan LIPI bisa di kalengkan dan mampu bertahan hingga satu tahun.

“Produk makanan kalengan ini sudah mendapatkan kerjasama dengan Angkasa Pura, dan telah mendapatkan space kosong untuk usaha UMKM Kulon Progo,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah (Dinkop UMKM) Kulon Progo Dra.Sri.Harmintarti, MM mengatakan kegiatan ini untuk meningkatkan wawasan keterampilan koprasi dan UKM.

“Dinas Koprasi UMKM Kulon Progo menggelar kegiatan pelatihan dengan Dana Alokasi Kusus (DAK) Non fisik dengan bekerjasama berbagai pihak untuk menunjang keterampilan teknis dengan pelatihan pengalengan produk makanan mealui pra riset, melalui BPTBA-LIPI Yogyakarta," ujarnya

Acara tersebut berlangsung dengan tetap mematuhi protocol Covid-19 dengan pengecekan suhu badan, serta peserta diwajibakan memakai masker dan tetap berjaga jarak. Uniknya acara tersebut berlangsung dengan menggunakan bahasa jawa krama halus dan memakai pakaian adat jawa. (MC Kulon Progo/Dea/hr)