Pemberdayaan Masyarakat Dinilai Mampu Memerangi COVID 19

  • 18 Maret 2020 00:00:00
  • 5511 views

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulon Progo menggelar rapat koordinasi terkait kebijakan penanganan wabah global Coronavirus Disease (COVID-19) di Kulon Progo pada, Rabu (18/03/2020), di Aula Adikarto kompleks Pemkab Kulon Progo. Dihadiri Forum koordinasi pimpinan daerah (Forkopimda), Kapanewon, Kalurahan, BUMD dan perwakilan OPD.

Kegiatan ini merupakan koordinasi untuk menentukan kebijakan Pemkab Kulon Progo terkait CORONA-19. Sejumlah OPD Dinas Pendidikan, Kesehatan dan Pariwisata, Angkasa Pura dan pejabat yang tergabung dalam Forkompimda memaparkan terkait pencegahan COVID-19. Selain itu,  masyarakat diminta membatasi aktivitas dan turut aktif memerangi penyebaran virus Corona.

Bupati Kulon Progo Drs.H.Sutedjo mengatakan sampai hari ini di DIY belum berstatus Kejadian Luar Biasa (KLB), karena belum bersatus KLB sehingga kita perlu mengoptimalkan dengan upaya memaksimalkan gerakan masyarakat itu sendiri karena masyarakat juga berperan untuk  memerangi virus ini.

“Sesuai dengan instruksi Gubernur DIY, kita maksimalkan dan berdayakan kelompok masyarakat, Masyarakat diminta jangan menjadi objek namun harus menjadi subjek untuk ikut menanggulangi vrius Corona ini,” ujar Sutedjo.

Sutedjo mengajak seluruh Panewu, Lurah untuk aktif menggerakkan warga masyarakat dalam menyikapi penyebaran virus Corona, dengan penanggulangan mulai dari pribadi, keluarga serta menjaga kebersihan diri dan lingkungan.

“Optimalisasi Gerakan masayarak hidup sehat (Germas) sebagai peluang agar penyebaran virus Corona ini semakain sempit, Jangan sampai dalam gerakan penanggulangan virus ini hanya aparat saja, tapi masyarakat juga harus digerakkan,” pungkasnya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kulon Progo Ir.RM Astungkoro M.Hum menambahkan sesuai arahan Bupati, untuk membentuk Gugus Tugas percepatan penanganan COVID 19, selain itu menegaskan bahwasanya saat ini DIY belum ditetapkan KLB karena yang menetapkan adalah Gubernur dengan melihat tahapannya.

Sementara itu, Plt.Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo dr. Sri Budi Utami, M.Kes. mengatakan forum koordinasi ini untuk menerangkan langkah – langkah yang akan diambil dengan mengumpulkan semua yang terlibat dalam kebijakan terkait penanggulangan COVID 19 di Kabupaten Kulon Progo.

“Karena pada saat Corona ini merebak, ada dua hal yang dapat kita lakukan yang pertama mencegah masyarakat yang sehat untuk tidak sakit, yang kedua adalah bagaimana masayarakat yang terlanjur sakit ini dapat disembuhkan dengan sempurna,” jelasnya.

Sri Budi Utami menambahkan pada forum ini kita menjelaskan untuk berbagi peran, bagaimana mencegah masayarakt yang sehat agar tidak sakit dengan melakukan social distance atau pembatasan. Selain itu, dari unsur tenaga medis untuk siap dalam hal SDM dan sarananya.

Sesuai kebijakan gubernur DIY, yang belum menerapkan status KLB, agar menerapkan pemberdayaan masyarakat. Dengan memberikan pemahaman dan upaya – upaya yang harus dilakukan, salah satunya social distance.

Harapannya rapat ini dapat memberikan manfaat, jangan sampai menimbulkan kepanikan publik, sehingga dapat dilaksanakan dengan penuh kebijakan agar tujuan pokok untuk menaggulani virus korona ini benar tercapai. MC Kulon Progo/hry