KUNJUNGI KULON PROGO, PRESIDEN JOKOWI SERAHKAN 3.218 SERTIFIKAT TANAH

  • 31 Januari 2020 00:00:00
  • 358 views

Dalam kunjungan kerjanya di Kabupaten Kulon Progo, Presiden Joko Widodo menyerahkan 3.218 sertifikat atas tanah untuk rakyat. Acara penyerahan sertifikat tersebut berlangsung di Gedung Taman Budaya, Kapanewon Pengasih, Kabupaten Kulon Progo. Jum’at, (31/1/2020).

Dalam acara tersebut turut mendampingi Presiden yaitu Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Sofyan Djalil, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatid Wishnutama Kusubandio, Gubernur D.I Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubuwono X, dan Bupati Kulon Progo Sutedjo.

Sebanyak 3.218 sertifikat tanah dibagikan kepada masyarakat dari 5 kabupaten/kota, yakni Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Kulon Progo, dan Kabupaten Gunung Kidul.

Menteri Agraria Tata Ruang/Kepala BPN, Sofyan Jalil mengatakan total ada 2,4 juta bidang tanah di DIY akan diselesaikan tahun ini.

“Pembagian sertifikat hari ini ada 2000 sertifikat yang sudah selesai, kami akan berusaha meyelesaikan pensertifikatan tanah demi kesejahteraan masyarakat,” tuturnya.

Sementara itu, Presiden Jokowi dalam sambutannya kembali mengingatkan pentingnya masyarakat untuk memiliki sertifikat hak atas tanah, karena sertifikat menjadi tanda bukti hak hukum atas tanah yang dimilikinya.

“Ini adalah tanda bukti hak hukum atas tanah yang kita miliki. Gak pegang ini akhirnya apa? Sengketa. Baik itu tetangga dengan tetangga, dengan masyarakat, dengan pemerintah, maupun swasta” ucap Jokowi.

Presiden menuturkan, konflik tanah tersebut dipicu rendahnya kepemilikan sertifikat oleh masyarakat. Disisi lain proses pembuatan sertifikat tanah juga dinilai lamban. Oleh sebab itu, pemerintah melalui Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional meluncurkan Program Prioritas Nasional berupa Percepatan Tanah Sistematis Lengkap (PTSL).

Pada kesempatan tersebut, Presiden juga mengingatkan kepada masyarakat yang telah diberi sertifikat agar bijak dan teliti jika ingin menggunakan sertifikatnya sebagai agunan untuk meminjam uang di bank.

“Ini mau disekolahkan tidak apa-apa. Mau dipakai buat agunan ke bank, tidak apa-apa. Silakan. Tapi sebelum dipakai untuk jaminan ke bank, tolong dihitung dulu. Sekali lagi gunakanlah sertifikat untuk kebaikan dan kesejahteraan keluarga” tegasnya.

Presiden menjelaskan kepada masyarakat yang ingin menggunakan sertifikat sebagai jaminan untuk modal usaha agar penghasilan dari membuka usaha tersebut harus bisa menutup angsuran jaminan. MC Kulon Progo/Str/Tcw/Hry