JAGAKU Program Inovasi Jaminan Sosial BPJS Ketenagakerjaan Sasar Guru PAUD

  • 22 Desember 2019 00:00:00
  • 587 views

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan memberi Kartu Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan bagi UKM dan Penyerahan piagam penghargaan program Jaga warga Kulon Progo (JAGAKU) kepada perusahaam pemberi CSR yang ada di Kabupaten Kulon Progo, Jum’at (20/12/2019). Acara tersebut berlangsung di Aula Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Kulon Progo.

Kegiatan ini dihadiri oleh Bupati Kulon Progo Drs. H.Sutedjo dan Kepala BPJS Ketenagakerjaan Kulon Progo Seli Nur Hayati, perusahaan serta UMKM yang ada di Kabupaten Kulon Progo. Dalam sambutannya, Seli Nur Hayati menjelaskan bahwa BPJS Ketenagakerjaan berkomitmen dalam mensejahterakan para pekerja.

“Program menjaga pekerja Kulon Progo atau JAGAKU ini merupakan komitmen dari BPJS Ketenagakerjaan dan Pemerintah Kabupaten Kulon Progo untuk menekan angka kemiskinan, mensejahterkan warga pekerja sehingga para pekerja akan aman, tenang, dan bahagia yang tentunya akan berdampak pada produktivitas kerja” tutur Seli.

Dengan sasaran awal program ini adalah Guru PAUD Non PNS. Hal ini dimaksudkan agar guru PAUD non PNS di Kabupaten Kulon Progo terlindungi dan mendapat rasa aman ketika sedang melakukan pekerjaannya.

Lebih lanjut, Seli Nur Hayati menjelaskan bahwa Program JAGAKU dan BPJS Ketenagakerjaan telah memberikan perlindungan kepada 134 pekerja pendidik dan UMKM dengan jaminan kecelakaan kerja dan kematian selama 1 tahun. Dengan perincian PT Bank Pasar Kulon Progo sebanyak 81 tenaga pendidik PAUD, PT Suncang Indonesia sebanyak 17, Perumda Anek Nusa 10 tenaga pendidik, PT Putra Patria Adikarsa sebanyak 22 pekerja UMKM, Infaq Sodaqah karyawan Dinanskertrans diberikan kepada 3 pekerja umkm dan 1 pendidik PAUD.

Pada kesempatan ini, Bupati Kulon Progo Drs. H. Sutedjo menyampaikan bahwa produktivitas kerja merupakan tujuan utama dari pemberian BPJS Ketenagakerjaan. kegiatan ini akan membawa manfaat yang lebih besar utamanya bagi tenaga pendidik non ASN dan UKM untuk meningkatkan kesejahteraan dan produktifitas kerja.

“Harapan saya pemberian jaminan ini menjadi sebuah input dalam sebuah proses sehingga output yang kita harapkan adalah produktivitas kerja” tutur Sutedjo

Sutedjo menambahkan pembayaran premi bukan diambil dari potongan gaji para pekerja tetapi diambil dari perusahaan-perusahaan yang telah bekerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Sehingga diharapkan pola seperti ini dapat terus dikembangkan. MC Kulon Progo/TCW/STR.