Gangguan Jiwa di Kulon Progo Tertinggi di DIY

  • 29 Oktober 2019 00:00:00
  • 1337 views

Kulon Progo – Pemerintah Kabupaten Kulon Progo bekerja sama dengan Pusat Rehabilitasi Yayasan Kristen (Yakkum) melaksanakan kegiatan Dialog Kebijakan Kesehatan Jiwa dan Perlindungan Sosial untuk orang dengan Disabilitas Psikososial yang dilakasanakan di Aula Adikarta Komplek Pemkab Kulon Progo pada Selasa (29/10/2019).

Hadir langsung Wakil Bupati Kulon Progo, Direktur Pencegah dan Pengendalian Masalah Kesehatan Jiwa dan Napza Kementrian Kesehatan Republik Indonesia, Direktur Pusat Rehabilitas Yakkum, Kepala Dinas Kesehatan Daerah Istimewa Yogyakarta, Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo dan Kepala Dinas Sosial Kulon Progo.

Kegiatan ini dilaksanakan di tiga kabupaten di daerah Yogyakarta, diantaranya Kabupaten Gunung Kidul, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Kulon Progo. Dalam kegiatan ini menghadirkan empat narasumber dari  Direktorat Jenderal  Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kesehatan Jiwa, Dinas Kesehatan DIY, Kepala Dinas Kesehatan Kulon Progo, dan Kepala Dinas Sosial Kulon Progo.

Direktur Pusat Yakkum, Chatarina Sari, S.E., mengatakan, Pusat Rehabilitasi Yakkum melakukan kerjasama dengan berbagai pihak mulai dari Puskesmas, Psikolog, dan Dinas Kesehatan supaya mengetahui cara pendampingan bagi orang disabilitas psikososial.

“Dalam program ini, kami berkolaborasi dengan Puskesmas, Psikolog dan Dinas Kesehatan dalam upaya pendampingan orang dengan disabilitas psikososial beserta caregivernya. Sehingga mereka paling tidak paham mengenai bagaimana cara mendampingi, bagaimana cara merujuk dan nantinya mereka dapat hidup mandiri secara sosial dan ekonomi mereka”, ujar Chatarina

Chatarina menambahkan tujuan dari pelayanan melalui program ini ialah upaya untuk meningkatkan kualitas hidup bagi orang disabilitas khusus serta upaya untuk memastikan bahwa pemangku kepentingan dari berbagai sektor dapat memberikan perhatian dan dukungan kepada orang disabilitas khusus.

Wakil Bupati Kulon Progo Drs. H Sutedjo mengatakan, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta memiliki permasalahan kesehatan jiwa yang meningkat lumayan tinggi. Terutama di Kabupaten Kulon Progo yang memiliki tingkat permasalahan Kesehatan Jiwa tertinggi di antara kabupaten dan kota DIY.

“Daerah Istimewa Yogyakarta mempunyai permasalahan kesehatan jiwa yang cukup signifikan. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan tercatat prevalensi gangguan jiwa berat di tahun 2013 mencapai 2,7 per mil nomor satu di Indonesia, di tahun 2018 meningkat menjadi 10 per mil nomor dua di Indonesia. Kabupaten Kulon Progo sendiri di tahun 2013 dan 2018 memiliki prevalensi tertinggi di antara kabupaten dan kota yaitu 4,7 per mil di tahun 2013 dan meningkat 19,3 per mil di tahun 2018” terangnya.

Lebih jauh Sutedjo, menjelaskan, pentingnya peran para pihak yang terlibat dalam mengawal kebijakan jiwa diharapkan mampu menggerakan kesadaran kolektif terhadap pentingnya kesehatan jiwa dan mendorong produk-produk kesehatan jiwa mulai dari level desa, daerah hingga pusat.

“Dengan adanya Dialog Kebijakan Kesehatan Jiwa dan Perlindungan Sosial untuk Orang dengan Disabilitas Psikososial diharapkan dapat menghasilkan kebijakan kesehatan jiwa di tingkat daerah dengan  memberikan dukungan para pihak dalam penanganan orang dengan disabilitas psikososial dan perlindungan sosial dalam peningkatan layanan bagi orang dengan disabilitas psikososial, serta dapat meningkatkan partisipasi publik dalam promosi kesehatan jiwa khususnya di Kabupaten Kulon Progo,” jelas Sutedjo