Panen Bawang Merah di Srikayangan Capai 28 Ton

  • 27 Oktober 2019 00:00:00
  • 903 views

Kelompok Tani Makmur Srikayangan Kecamatan Sentolo mengadakan acara Wiwit bersama dan panen raya Bawang Merah musim tanam 2019. Jumat (25/10/2019). Pada acara ini dilaksanakan panen Bawang Merah dan juga acara wiwitan. Acara wiwitan sendiri adalah bentuk rasa syukur petani karena telah panen.

Turut hadir dalam acara ini dari perwakilan Kementerian Pertanian dan Ketahanan Pangan RI, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan DIY, Asisten perekonomian pembangunan dan sumber daya alam Sekertariat Daerah, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo, dan Kepala Bank Indonesia cabang DIY.

Menurut Ketua Kelompok Tani Karang Makmur, Sumarno, pada acara panen kali ini dihasilkan 28 ton bawang basah. Dengan panen raya ini harga Bawang Merah juga menjadi anjlok yakni dalam satu kilo hanya dihargai 10 ribu. Meskipun demikian pendapatan setiap petani jika dirata-rata mendapatkan keuntungan 18 juta.

"Dulu tanam bawang hanya 1 hektar sekarang 2,5 hektar. Penanaman Bawang Merah dilakukan 2 bulan. Kami berharap ada bantuan dari dinas terkait yaitu berupa sumur agar aliran air kami semakin lancar sehingga hasil panen lebih maksimal. Untuk hasil panen tahun ini per hektar mencapai 28 ton" ujar Sumarno

Sementara, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Kabupaten Kulon Progo, Ir. Muh. Aris Nugroho, M.MA, mengatakan, Kulon Progo memiliki varietas Bawang Merah unggulan yaitu bawang merah Srikayang yang sudah dilepas oleh Menteri Pertanian dan selanjutnya juga ada bawang merah Siem yang akan menjadi unggulan dari kulon Progo juga.

"Kita di kulon Progo punya unggulan varietas Bawang Merah unggul yang pertama srikayang yang sudah dilepas menteri pertanian menjadi varietas unggul nasional. Kemudian saat ini ada varietas unggul bawang Siem yang tahapnya sedang kita proses untuk dilepas menjadi varietas unggul nasional" jelas Aris

Harapannya dengan memiliki 2 varietas Bawang Merah unggul nantinya selain panen wujud konsumsi bisa wujud benih yang nilai ekonomisnya lebih tinggi. Untuk pemasarannya sendiri sekarang sudah online sehingga lebih bisa menjangkau masyarakat luas.

Aris menambahkan jika lahan pertanian Bawang Merah saat ini semakin meningkat. Pada tahun 2018 luas lahannya hanya 576 hektare, tetapi sampai tahun ini sudah meningkat 140 hektare. Kedepan Dinas Pertanian berharap semoga lahan pertaniannya semakin meningkat dan ada bantuan sumur agar fasilitas penanaman terpenuhi sehingga hasilnya maksimal.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kulon Progo, yang diwakili oleh Asisten perekonomian pembangunan dan sumber daya alam Sekertariat Daerah Ir. Bambang Tri Budi Harsono, M.M., menjelaskan, bahwa potensi untuk menaikkan nilai ekonomi Bawang Merah bisa dilakukan dengan tiga cara yakni membuat inovasi baru, kedua membuat sistem lelang bawang, terakhir menunda masa penjualan Bawang Merah.

"Harus ada inovasi berupa cara-cara baru dan nilai-nilai baru diantaranya mengembangkan penanaman Bawang Merah tidak lagi menggunakan Umbi tetapi dengan menggunakan Benih, selain itu menjual barang dengan sistem lelang yang terakhir menjual Bawang Merah bukan disaat masa panen agar harganya bisa lebih mahal" tambah Bambang. MC Kulon Progo/Citra/Luthfi.