Sosialisasi Antraks di Kulon Progo Jelang Hari Raya Idul Adha.

  • 02 Juli 2019 00:00:00
  • 494 views

Menjelang Idul Adha 1440 H/2019 Dinas Kesehatan DIY menyelenggarakan pemantauan dan sosialisasi pencegahan penyakit hewan ternak. Kegiatan ini adalah mendiskusikan wabah penyakit pada hewan kurban khususnya virus antraks pada sapi di Kulon Progo. Di Ruang Rapat Binangin IVB Kompleks Pemkab Kulon Progo. Selasa (2/7/2019). Dibuka secara langsung oleh Asisten Perekonomian Pembangunan dan Sumber Daya Alam Ir. Bambang Tri Budi Harsono, M.M., dihadiri jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Camat.

Asisten Perekonomian Pembangunan dan Sumber Daya Alam Bambang Tri Budi Harsono menyampaiakn agenda pemantauan dan sosialisasi pencegahan penyakit hewan ternak cukup penting dan dimanfaatkan secara betul meningat waktu hanya satu bulan.  

“Karena untuk menyiapkan sekaligus mengantisipasi kemungkinan – kemungkinan yang terjadi dalam rangka menyongsong Hari Raya Idul Adha mendatang,” kata Bambang.

Kepala Seksi Pengamatan Penyakit Dinas Kesehatan DIY Trisno Agung Wibowo SKM., M.Kes dalam paparannya menjelaskan sosialisasi ini dilakukan untuk antisipasi virus antraks pada sapi agar selalu memperhatikan kesehatan hewan ternak. Serta pencegahan dan penularan antraks.

“Saat akan menyembelih sapi untuk kurban harus ada Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari Dinas Peternakan  setempat hal itu untuk memastikan kesehatan dan keamanan untuk dikosumsi hewan tersebut,” jelasnya.

Trisno Agung Wibowo menambhakan penularan antraks dari manusia ke manusia tidak akan terjadi, tetapi dari hewan ke manusia bisa terjadi, mengingat penyakit antraks ini sangat cepat penyebarannya. Bila terjadi kasus bergejala  positif  antraks harus segera diobati dan dilakukan screening. Vaksinasi akan dilakukan hanya terhadap hewan yang benar – benar sehat kemudian pemberian obat cacing diberikan pada hewan yang sekiranya memang membutuhkan sesuai dengan anjuran dari dokter hewan

Sementara itu Kepala bagian pengelolaan stabilitas perekonomian daerah DIY, Agnes Dianindria Sari mengatakan program antisipasi akan terus dikawal dari awal hingga akhir.

“Untuk ketersediaan pasokan dan keamanannya terjaga, untuk harganya dapat distabilkan sehingga masyarakat tidak perlu takut atau khawatir dengan hal ini,” lanjut Agnes.

Agnes Dianindria Sari menambahkan program sosialisasi ini sudah rutin di agendakan pada setiap tahunnya menjelang Idul Adha tapi pada tahun ini memiliki perbedaan dalam hal antisipasi.

Dalam Antisipasi penyakit terhadap kesehatan hewan ternak khususnya hewan kurban nantinya akan terus dilakukan pemantauan terhadap penjual atau bahkan peternak – peternak yang ada di Kulon Progo maupun Daerah Istimewa Yogyakarta. Ketika persiapan Idul Adha telah tiba, harapannya masyarakat cerdas memilih hewan kurban yang sehat tanpa ada dampak negatifnya. (MC Kulon Progo/Hry)