PAGUYUBAN WARTAWAN GELAR AKSI LUKIS KARIKATUR; Dimeriahkan Pentas Jemek dan Karikatur Koesnan Hosea

  • 30 Maret 2009 00:00:00
  • 2033 views
Wakil Bupati Kulon Progo, Drs.H.Mulyono mengatakan seni mampu membuat orang terhibur, tersenyum, atau bahkan tertawa sampai terbahak-bahak dan seni mampu membuka cakrawala pengetahuan serta bisa membuka inspirasi. Karena seni itu indah, menarik bahkan bisa menjadikan orang tergila-gila walaupun tidak sampai gila beneran. Untuk itu para seniman lukis dituntut dalam karyanya mampu menciptakan daya kritis, kecerdasan, lucu dan jenaka. Dengan demikian karyanya mampu ditangkap oleh penikmatnya, lukisan ini membawa misi apa, tujuannya apa, dan sebagai alat untuk menyampaikan informasi apa. Hal ini hendaknya dipahami oleh para pelukis. Saat ini adalah nuansa untuk menghadapi Pemilu, mestinya tema yang akan dituangkan dalam karya para pelukis juga sekitar Pemilu.

Hal tersebut dikatakan Wabup, ketika membuka Aksi Lukis Karikatur dalam rangka Ikut Menyemarakkan Pemilu Tahun 2009 di Media Center Timur Alun-alun Wates, Minggu (29/3). Kegiatan oleh para insan pers yang tergabung dalam Paguyuban Wartawan Kulonprogo (PWK), dimeriahkan oleh penampilan seniman pantomim Jemek Supardi dan Koesnan Hoesea Kartunis dari Semarang. Acara dihadiri Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Ir.Agus Langgeng Basuki, Marwanto dari KPUD Kulonprogo.

?Kegiatan yang diselenggarakan oleh Paguyuban Wartawan Kulon Progo, notabenenya para insan pers ini merupakan pewarta, penyampai berbagai informasi, baik melalui media elektronik maupun media cetak. Dalam memberikan warta kepada masyarakat agar tetap mengedepankan kode etik jurnalistik, pemberitaan yang berimbang. Sehingga berita yang ditulis maupun yang disiarkan senantiasa dinanti oleh masyarakat luas. Apalagi pada nuansa Pemilu Tahun 2009 ini, para insan pers mestinya dalam mewartakan berita tidak akan berpihak pada salah satu Partai Politik yang ada, sehingga masyarakat akan menerima informasi yang proporsional dan profesional. Karena saya yakin bahwa profesi wartawan membutuhkan insan-insan yang cerdas,?harap Mulyono.

Sementara, Kasubag Humas Setda, Arning Rahayu,SIP mewakili Paguyuban Wartawan Kulonprogo dalam laporannya mengatakan kenyataan yang terjadi selama pelaksanaan Pemilu sering terjadi adanya ketegangan, rawan konflik, sehingga disiagakan aparat keamanan yang berlipat. Oleh karena itu perlu adanya pendidikan politik yang semakin baik ditengah masyarakat kita. Acara melukis karikatur yang diberi tajuk Lucu-lucu Pemilu dimaksudkan untuk mengajak masyarakat terutama generasi muda, untuk menghadapi Pemilu mendatang dengan cara yang baik, gembira, lucu dan cerdas. Dengan karikatur kita dapat mengekspresikan pesan perasaan kita dengan cara yang jenaka, namun juga memberikan pesan yang kritis pula.

?Perkembangan teknologi disekolah banyak diajarkan cara melukis dengan computer, ketika sampai pada tatarannya lukisan karikatur atau kartun dapat menjadi memiliki nilai ekonomi produktif. Saat ini lukisan kartun sudah dikembangkan menjadi sebuah industri film animasi yang merupakan industri kreatif produk dari teknologi informasi. Maka kegiatan ini juga dimaksudkan agar generasi muda di Kulonprogo segera meningkatkan kemampuan dibidangnya, menjadi wadah pembinaan kegiatan pengembangan kreatifitas yang semacam,?jelasnya.

Ketua Paguyuban Wartawan Kulonprogo, Sri Widodo mengatakan pameran berlangsung dua hari Minggu (29/3) sampai dengan Senin (30/3). Hari pertama dilakukan kegiatan melukis kartun yang diikuti oleh sekitar 54 pelajar SMP hingga SMA dan masyarakat umum yang dimeriahkan dengan penampilan seniman pantomime Jemek Supardi dan Koesan Hoesea kartunis, sedangkan hari kedua berupa penampilan hasil karya di halaman Media Center tepatnya timur Alun-alun Wates.