RAPAT KORDINASI PERSIAPAN PENGOPERASIAN BANDARA KULON PROGO

  • 17 Januari 2019 16:08:05
  • 1245 views

Sejumlah intansi pemerintah daerah Yogyakarta bersama Kantor Staf Presiden (KSP), Instansi Vertikal dan perusahaan BUMN, melakukan rapat kordinasi persiapan pengoperasian bandara udara  Kulon Progo, di ruang rapat Incraht kantor pembangunan bandara New Yogyakarta International Airport (NYIA), Temon Kulon Progo, pada selasa(15/1/2019).

Rapat ini dilakukan pasca kunjungan Gubernur DIY Sri Sultan HB X saat meninjau progres pembangunan NYIA pada selasa(8/1/2019) lalu karena April 2019 akan di resmikan .

Koordinasi membahas beberapa point diskusi untuk target penyelesaian Bandara Kulon Progo yang akan beroperasi April 2019 mendatang dan terkait kesiapan sejumlah intansi yang mendukung pembangunan bandara Kulon Progo. Dengan memaparkan sejumlah hasil dan gagasan yang sudah dikerjakan.  Hadir dari Pemda DIY, Dirjen Bina Marga, Pemda Kulon Progo, PT.KAI, Dirjen Bea Dan Cukai, Damri, Pertamina, Dishub Kulon Progo. Point diskusi dalam kordinasi persiapan pengoperasian bandara, KSP yang dipimpin Febry Calvin Tetelepta sebagai Tenaga ahli Utama dan selaku pimpinan rapat.

“Pembahasan diskusi terkait persiapan pengoperasian bandara ada lima point penting, diantaranya persiapan layanan navigasi penerbangan, Depot pengisian pesawat udara(DPPU) bahan bakar pesawat, jalan akses menuju dan dari bandara Kulon Progo, Angkutan Transportasi penunjang( Bus, kereta api, dll),” kata Febry.  

Sejumlah BUMN dan Instansi terkait memaparkan kesiapannya untuk pengoperasian bandara pada April 2019 mendatang. Pertamina diwakili Affan Hidayat Mse Opration, sebagai pengelola bahan bakar, memaparkan tentang penentuan lahan untuk depot pengisian pesawat, namun penetuan lahan tersebut sifatnya masih sementara. Tapi untuk pengoperasian April 2019 sudah siap.

Direktorat Jendral Bea dan cukai M.Nasrulloh mengatakan  inspektur bandara sudah berkordinasi dengan Angkasa Pura 1 terkait pelayanan dan suporting, untuk pengadaan secara mekanisme peraturan tidak mungkin, karena keterbatasan waktu. Namun untuk Direktorat Jendral Bea dan Cukai sudah berkordinasi dengan Angkasa Pura 1 mengenai kebutuhan untuk penunjang bandara. Bea dan Cukai mengaku siap untuk April 2019.

Febry Calvin Tetelepta meminta untuk mempercepat kordinasi agar mempercepat pembangunan sehingga target pembangunan bulan April bandara sudah siap,” kata Febry.