Wiwitan Panen Padi Ramah Lingkungan

  • 16 Januari 2019 08:52:13
  • 782 views

Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) lakukan wiwitan panen padi ramah lingkungan menuju organik 2020 di Bejaten Desa Jatisarono Nanggulan Kulon Progo, Selasa (15/1/2019).


Wiwitan diawali kirab tumpeng, dilanjutkan doa bersama, pemotongan tumpeng oleh Bupati, pemotongan padi yang dilakukan oleh Bupati beserta para pejabat terkait.

Pada kesempatan ini juga disaksikan pemotongan padi menggunakan mesin harvester dan penyerahan piagam kepada petani yang memanfaatkan KUR dari Bank BNI 46.


Beberapa pejabat yang hadir Hasnol Fajri Sp M Si dari Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Drs Kristantini Kepala BPTP DIY, Ir Rd Maman Suherman MP Kadis pertanian dan Pangan DIY, Ir. Bambang Tri Budi, Kadis Pertanian dan Pangan Kulon Progo, Drs Gunawan Yulianto Kepala UPSUS DIY, Kompol  Bambang Harun Kapolsek Nanggulan, Mayor Inf Suwarno, Kasdim 0731/ Kulon Progo, Drs. Duana Heru S, MM, Camat Nanggulan, kelompok Tani Srijati, Kelompok Tani Sari Mulyo dan  masyarakat.


Duana Heru S, Camat Nanggulan menyampaikan bahwa Pertanian khususnya padi ternyata masih menjadi primadona di Nanggulan karena ternyata di wilayah utara sungai Sepuri yang lahan sawahnya luas ternyata telah membawa kesejahteraan bagi warganya praktis di tiga desa yakni Wijimulyo, Jatisarono dan Kembang tidak ada lagi RTLH, selatan sungai Sepuri masih ada 250 RTLH di karenakan areal sawahnya sangat minim untuk cetak sawah baru.


Sementara Hasnol Fajri SP M Si Dirjen Tanaman Pangan Kementerian pertanian RI mengapresiasi untuk slogan Bela Beli Kulon Progo berorentasi pada kedaulatan pangan, apabila kita gelorakan secara nasional akan luar biasa dan kita akan mencapai swasembada pangan dan dapat mensejahterakan perekonomian di masyarakat.


Bupati Kulon Progo pada kesempatan ini menyemangati para petani agar tetap bersemangat dan menyambut baik kelompok tani dan masyarakat yang bisa mandiri.

"Mosok minum air putih saja harus beli dari produk asing. Bikin hp tidak bisa, bikin laptop tidak bisa. Masa air putih saja beli produk asing. Kita tidak benci asing, tetapi cinta kemandirian" kata Bupati.