Peringatan Hari Santri Nasional di Kulon Progo

  • 22 Oktober 2018 14:07:52
  • 1389 views

Kontribusi santri yang sangat besar dalam meraih kemerdekaan, mempertahankan kemerdekaan dan membangun bagi bangsa dan Negara Indonesia dikenang lewat Upacara Hari Santri Nasional. Di Kabupaten Kulon Progo, Upacara Peringatan Hari Santri Nasional dipusatkan di Lapangan Jatisarono Nanggulan yang dipimpin oleh Wakil Bupati Kulon Progo Drs.H.Sutedjo selaku pembina apel.

Upacara selain dihadiri oleh Para Kyai, Pimpinan Pondok Pesantren, Ketua DPRD Kabupaten Kulon Progo, Kementerian Agama Kabupaten Kulon Progo, Kepala OPD, para santri se Kulon Progo, juga para pelajar.  Diawali dengan pemeriksaan pasukan oleh Pemimpin apel yang didampingi Ketua PCNU Kabupaten Kulon Progo. dilanjutkan mengheningkan cipta, Pembacaan teks Pancasila oleh Pembina Apel, Pembacaan Teks UUD 1945, dan Pembacaan Ikror Santri.

Selain diselingi penampilan Hadroh New Karisma Karang Wetan Donomulyo Nanggulan, selesai upacara

ditampilkan atraksi dari Lembaga Pencak Silat Nahdlatul Ulama Pagar Nusa (LPSNU Pagar Nusa) antara lain, Salam Pagar Nusa, Salam NU, Materi Jurus SD, Materi Dasar Pasangan, dan beberapa atraksi berbahaya dan menarik perhatian yaitu Materi Kontentrasi (Pecah Balon dan membaca dengan mata tertutup), Keprukan Bata Ceria (Bata ditaruh diatas kepala dan punggung kemudian dipukul memakai palu besar), Permainan sepeda motor yang melewati punggung beberapa orang yang tengkurap, toya Api, dan sepakbola api.

Muhtaf Ajib, Ketua Panitia Hari Santri Nasional Kabupaten Kulon Progo menyampaikan, tujuan diselenggarakannya peringatan ini untuk mengenalkan kepada masyarakat luas, bahwa hari santri ini hari rayanya santri, dan mengingat peran santri memberikan kontribusi yang sangat besar baik dalam meraih kemerdekaan bangsa Indonesia, juga dalam membangun bangsa ini.

“Tujuan kita dengan peringatan hari santri kenalkan masyarakat luas bahwa hari santri ini hari rayanya santri, karena tidak bisa dipungkiri lagi bahwa santri ini sangat berkontribusi besar untuk dalam meraih kemerdekaan bangsa Indonesia, juga membangun bangsa ini, peran santri sangat kuat, dibuktikan dengan adanya resolusi jihad dari KH.Hasyim Asyari pada 22 Oktober sehingga bisa memantik, memunculkan rasa nasionalisme dan dari seluruh bangsa Indonesia dengan munculnya perlawanan di Surabaya.” Kata Mustaf Ajib.

Wakil Bupati saat apel membacakan sambutan Menteri Agama RI, yang menyatakan Hari santri merupakan wujud harmoni relasi antara Pemerintah dan Umat Islam, khususnya bagi kalangan kaum santri. 

“Pemerintah sudah sepatutnya memberikan apresiasi bagi perjuangan kaum santri yang secara nyata memberikan andil besar bagi terbentuk dan terjaganya Negara kesatuan Republik Indonesia. Oleh karena itu peringatan hari santri harus dimaknai sebagai upaya memperkokoh segenap umat beragama, agar saling berkontribusi mewujudkan masyarakat Indonesia yang bermartabat, berkemajuan, berkesejahteraan, berkemakmuran dan berkeadilan.” Kata Wakil Bupati Kulon Progo.

(at@humaskp)