Kulon Progo mendapat Tanda Penghargaan STBM Berkelanjutan

  • 18 Oktober 2018 11:08:19
  • 1077 views

Kabupaten Kulon Progo kembali dianugerahi Penghargaan dari Menteri Kesehatan Republik Indonesia berupa TANDA PENGHARGAAN STBM BERKELANJUTAN. Penghargaan diberikan kepada Kabupaten Kulon Progo sebagai Kabupaten / Kota Stop BABS/ ODF Dalam upaya memobilisasi masyarakat untuk terlibat dalam penyediaan layanan sanitasi berkelanjutan berbasis masyarakat tahun 2018.

Pengargaan diberikan langsung oleh Menteri Kesehatan RI Nila Farid Moeloek kepada Wakil Bupati Kulon Progo Drs.H.Sutedjo, bertempat di Auditorium Siwabessy Gedung Prof.Sujudi Kementerian Kesehatan Jakarta, Kamis (18/10/2018).

Penganugerahan ini diberikan sebagai apresiasi kepada Provinsi/ Kabupaten/ Kota yang dinilai telah berhasil merubah perilaku masyarakat menjadi lebih higienis dan saniter melalui pendekatan STBM. Sertifikat penghargaan “STBM Berkelanjutan” juga sebagai apresiasi terhadap pencapaian Kabupaten yang telah terverifikasi Stop Buang Air Besar Sembarangan (SBS) dan memiliki inovasi terbaik dalam mempertahankan kondisi SBS serta meningkatkan kualitas akses sanitasi dan layanan berbasis masyarakat

Pada penganugerahan kali ini ada 24 (dua puluh empat) daerah yang mendapat penghargaan yaitu: Provinsi DI Yogyakarta, Kota Yogyakarta, Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul, Kabupaten Gunungkidul, Kabupaten Kulon Progo, Kota Madiun, Kabupaten Magetan, Kabupaten Lamongan, Kabupaten Pacitan, Kabupaten Ngawi, Kabupaten Karanganyar, Kabupaten Sukoharjo, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kabupaten Wonogiri, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Grobogan, Kabupaten Pringsewu, Kota banda Aceh, Kabupaten Sumbawa Barat, Kota Kupang, Kabupaten Alor, Kota Pare-Pare.

Wakil Bupati Kulon Progo Drs.H.Sutedjo seusai menerima penghargaan menyampaikan bersyukur atas penghargaan ini dan menyampaikan ucapan terimakasih kepada semua pihak.

“Kita harus bersyukur atas pemberian penghargaan ini, sekaligus ucapan terimakasih kepada semua OPD terkait, semua stakeholder, tokoh-tokoh di masyarakat, dan semua masyarakat. Tanpa dukungan dari masyarakat tidak mungkin program STBM ibi bisa berjalan dengan baik. Harapan kita tentu perilaku hidup sehat bagi masyarakat terus dapat dijaga dengan baik” kata Wakil Bupati.

Kasi Penanggulangan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Kab Kulon Progo Slamet Riyanto,SKM menyampaikan, terkait penghargaan ini, Kulon Progo dinilai berhasil pada pilar pertama Sanitasi Total Berbasis Masyarakat yaitu Stop Buang Air Besar Sembarangan. Dan pembangunan jamban di Kulon Progo dengan berbagai inovasi yang intinya mengutamakan kebersamaan dan kegotongroyongan masyarakat.

“Keberhasilan pada pilar pertama, yaitu sudah mendeklarasikan Stop BABS. Ini perlu waktu yang lama untuk merubah perilaku masyarakat. Ini upaya yang dilakukan dengan teknik pemicuan pemberdayaan masyarakat dengan memanfaatkan potensi yang ada. Dari hasil pendataan masyarakat yang tidak punya jamban, ada berbagai sumber dana untuk membangun jamban. Yaitu : 1.Bansos Jambanisasi, 2.Swadaya masyarakat. 3.Dana Desa. Tetapi untuk meraih dana tersebut, yang bansos dengan membuat proposal lewat kelompok swadaya, ada pengembangan stimulan, ada yang sosial jimpitan siskamling, ada kelompok yang ada di masyarakat. Intinya kebersamaan dan kegotongroyongan masyarakat, dan komitmen petugas sanitasi dan lintas sektoral.” Kata Kasi Penanggulangan Penyakit Menular (P2M) Dinas Kesehatan Kab Kulon Progo Slamet Riyanto,SKM

(at@humaskp)