Bimtek Smart City ke-3

  • 04 Oktober 2018 14:15:21
  • 977 views

Pemkab Kulon Progo bersama Kemenkominfo RI laksanakan Bimbingan Teknis ke-3 Program Pendampingan Smart City selama 2 hari, Kamis-Jumat (4-5/10/2018). Kegiatan ini dilaksanakan untuk menciptakan integrasi, sinkronisasi dan sinergi antara perencanaan pengembangan Smart City di tingkat pusat dan daerah. Menyediakan landasan materi dan implementasi praktis rencana pengembangan daerah berdasarkan konsep Smart City. Menjamin terakomodasinya sasaran pembangunan di dalam RPJMN dalam dokumen perencanaan Smart City daerah dan mendorong proses pengembangan Smart City yang efektif, efisien, inklusif dan partisipatif.

Bimtek ke-3 ini dibuka oleh Wakil Bupati Kulon Progo, bertempat di Ruang Sermo Pemkab Kulon Progo, diikuti oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kulon Progo, Dr.Tech.Wikan Damar Sinudyo,ST.M.Sc. dan dari Kementerian Komunikasi dan Informatika RI. Dan merupakan Tindak lanjut dari nota kesepahaman antara Dirjen Aptika Kenkominfo RI dengan Pemkab Kulon Progo, yang salah satunya Kominfo memberi fasilitasi tenaga ahli.

Selain pengarahan dari Wakil Bupati Drs.H.Sutedjo, kegiatan ini dilakukan diskusi intensif dari Kemenkominfo RI dengan seluruh OPD terkait perencanaan kegiatan smart city, dan beberapa program quick win yang dipilih.

Sutarman selaku Kepala Bidang Aplikasi Informatika (Aptika) Dinas Kominfo Kabupaten Kulon Progo menyampaikan beberapa yang dipilih menjadi quick win antara lain Bumilku, Perijinan Online dan Sistem Antrian Pasien Poliklinik secara Online dipilih sebagai Quick Win.

Melalui aplikasi Bumilku, setiap ibu hamil ada dalam database, diketahui HPL-nya, diketahui koordinat rumahnya, Bidan monitoring akan dilakukan secara elektronik semacam semacam rekam medis, tekanan darah, factor resiko .

“Ketika HPL rentang 10 hari diketahui. Bumilku integrasikan seluruh pelaksana  bidan fasilitas kesehatan dalam penanganan ibu hamil. Sehingga diharapkan menurunkan angka kematian ibu, anak, balita.  Hari ini sistem sudah terinstal, data sudah sebagian besar masuk data base, akan ditambah koordinat rumah” kata Sutarman.

Selain Bumilku, aplikasi ijin yang menjadi kewenangan kabupaten dan yang mudah dilaksanakan, perijinan online, Ijin penelitian, IMB, reklame, diharapkan bisa melayani selam 24 jam, sehingga besarnya tarif, kemudian setor pembayaran dengan menggunakan aplikasi.

“Misal ijin dpenelitian di Kulon Progo, sementara tinggal di Jogja.Bisa download sendiri. Tapi juga wajib upload hasil penelitian” tambahnya.

Aplikasi yang ketiga di Rumah sakit, dengan system antrian pasien poliklinik secara online sehingga diharapkan masyarakat bisa cek in sebelumnya.  Sehingga bisa mengurangi antrian. Hari ini antrian dinilai sangat anjang, saat ini masyarakat perlu antri verifikasi dari BPJS dahulu, kemudian antri di poliklinik.

Wakil Bupati dalam kesempatan ini menggarisbawahi tentang makna sebagai pelayan, dan sadari apa fungsi selaku aparat. Dan dengan smart city ini diharapkan meskipun jam kantor hanya 5 hari kerja, tetapi tetap memberikan pelayanan layanan maksimal pada public, pada masyarakat. Dapat melayani 24 jam dalam sehari, 7 hari dalam seminggu.

“Sekarang meski jam buka kantor 5 hari kerja, semangat bantu memberi layanan maksimal pada public.

Teknologi semakin maju dengan berbagai inovasi. Itu spirit kita memberi layanan terbaik dan maksimal dengan layanan teknologi.” Kata Wabup.

(at@humaskp)