Tim BBGRM Kunjungi Kerajinan Batik

  • 20 April 2018 09:12:14
  • 1490 views

PANJATAN, Seiring dengan berkembangnya potensi kerajinan batik di beberapa daerah di Kabupaten Kulon Progo, seperti sentra produksi kerajinan batik di Kecamatan Lendah, saat ini Batik dari Kecamatan Panjatan mulai menggeliat dan dilirik oleh para penggemar kain batik.

Sebagai contoh kerajinan batik yang baru saja dikunjungi Tim BBGRM ke XV dan HKG PKK ke -46 Kabupaten Kulon Progo, pada hari Kamis (19/4) di Kecamatan Panjatan.

Tim BBGRM yang dipimpin Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) dan Wakil Bupati Drs. H. Sutedjo bersama rombongan mengunjungi 2 (dua) tempat sentra produksi kerajinan batik.

Sentra produksi kerajinan batik yang baru saja diresmikan Bupati Kulon Progo, dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) di Kecamatan Panjatan ini, adalah : Kerajinan Batik Tulis "Pesat" (Pedukuhan Satu Ayem Tentrem) di Pedukuhan 1, Desa Panjatan dan Kerajinan Batik "Makmur Lestari" di Pedukuhan I, Desa Kanoman.

Usai meresmikan Pusat Kerajinan Batik "Makmur Lestari" di Pedukuhan I, Desa Kanoman, Bupati Kulon Progo, menyampaikan apresiasinya dan berharap meskipun Usaha Kerajinan Batik di Kecamatan Panjatan ini masih tergolong baru berdiri sekitar 3 (tiga) bulan tetapi memiliki prospek yang sangat bagus dan mampu bersaing.

"Kerajinan Batik di Kecamatan Panjatan yang mulai menggeliat ini, hendaknya kita dorong terus dalam upaya menghidupkan perekonomian warga masyarakat sekitar khususnya bagi Kelompok Pembatik maupun untuk pelaku usaha batik lainnya, sehingga nanti usahanya dapat berjalan sukses dan minta kepada Dinas Koperasi dan UKM Kabupaten Kulon Progo untuk melakukan pendampingan serta pembinaan." Ujar dokter Hasto

Dokter Hasto menambahkan, agar para perajin batik lebih profesioanl dalam bekerja dan menghasilkan kain batik yang berkualitas hendaknya juga dilakukan pelatihan-pelatihan, ke pelaku kerajinan batik yang sudah berpengalaman, seperti di sentra produksi kain batik yang ada kecamatan Lendah.

Menyinggung masalah anggaran, pada kesempatan kegiatan BBGRM ini dokter Hasto juga menjelaskan dalam penggunaan anggaran perlu adanya transparansi atau keterbukaan oleh karen itu perlu didampingi pihak kejaksaan dan kepolisian, sehingga diharapkan tidak ada penyelewengan dalam pemanfaatan anggaran tersebut.

Lebih jauh Bupati Kulon Progo mengatakan, Kecamatan Panjatan merupakan daerah strategis yang akan dilalui transportasi menuju Bandara baru nantinya, oleh karena itu, dokter Hasto minta supaya pengembangan objek wisata dan masalah pemberdayaan ketenagakerjaan lokal perlu diperhatikan.

Setelah selesai mengunjungi Sentra Kerajinan Batik, Tim BBGRM melanjutkan perjalanannya ke beberapa titik yang telah ditentukan, yaitu : peresmian jalan yang baru diaspal di Pedukuhan I Desa Panjatan, meninjau lokasi Kerja Bhakti Corblok di Pedukuhan IV Desa Kanoman, meninjau lokasi Kerja Bhakti Corblok di Pedukuhan VII Desa Bugel, dan meninjau lokasi kerja Pembuatan Drainase di Pedukuhan X Desa Pleret dan Depok.

Terkait dengan beberapa program yang dilaksanakan dalam BBGRM dan HKG PKK pada tahun 2018 ini, Camat Panjatan, Setiawan Widada, dalam laporannya mengatakan, Kecamatan Panjatan dengan 11 Desa dan 100 pedukuhan, masih perlu mendapatkan sentuhan pembangunan diantaranya melalui program BBGRM ini.

"Secara kumulatif anggaran untuk program-program pembangunan yang masuk di Kecamatan Panjatan pada tahun 2017 baik dari APBN, APBD DIY, APBD Kabupaten, dapat menumbuhkan Swadaya Masyarakat yang cukup besar, yaitu mencapai 5 Milyar Rupiah lebih dari total anggaran sebesar 34 Milyar lebih. Dan hal ini belum terhitung dana-dana dari sumber lain utamanya kegiatan non infrastruktur dan swadaya masyarakatnya." jelas Setiawan.

Setiawan berharap dengan kegiatan BBGRM pada tahun 2018. Kecamatan Panjatan dapat lebih maju dengan menggelorakan kembali semangat kegotong-royongan dan swadaya masyarakat.

Pada saat pelepasan kunjungan Tim BBGRM di Balai Desa Bojong yang didahului dengan melihat Bazar produk-produk lokal, Wakil Bupati Kulon Progo, Drs.H.Sutedjo, menegaskan dan mengajak kepada semua warga untuk selalu meningkatkan dan melestarikan budaya Gotong Royong dan meningkatkan partisipasi warga melalui swadaya masyarakat.

"Mari kita lestarikan budaya gotong - royong ini dengan semangat untuk membangun desa mewujudkan desa yang makmur dan sejahtera "gemah ripah loh jinawi". Gotong royong jangan hanya dipandang dari aspek ekonomi saja atau hanya dinilai dengan uang saja, akan tetapi secara komprehensip tentunya haruslah dimaknai sebagi upaya untuk mewujudkan kesejahteraan dan kebahagiaan bersama." Pungkas Sutedjo.
(HUMAS KP)