Wisata Goa Batu Jonggol Salah Satu Yang Diresmikan Saat BBGRM dan Hkg PKK

  • 17 April 2018 15:02:40
  • 2264 views

Goa Batu Jonggol sebagai wisata sejarah, alam dan budaya yang ada di Dusun Gunung Pentul Desa Karangsari Pengasih Kulon Progo diresmikan oleh Bupati Kulon Progo. Goa yang berada di lokasi yang sangat strategis karena berada di bawah jalan Jalan Wates- Sermo, sehingga masyarakat tidak perlu jalan jauh dari jalan.

Saat berada di depan pintu masuk goa, pengunjung sudah merasakan kesejukan hawa dari dalam gua, dan saat masuk goa pengunjung dapat melihat stalagnit yang mengeras yang tumbuh di dinding goa. Di dalam goa pengunjung juga dapat menyaksikan sumur yang diperkirakan untuk menampung air di dalam gua.

Goa Batu Jonggol sendiri dibuat sekitar tahun 1940 sampai 1941, pada masa penjajahan belanda, dipimpin Nyan Pietier Nyanvin berkaitan dengan kegiatan penambangan mangaan. Setelah Jepang menjajah Indonesia, penambangan mangaan terhenti. Kemudian tahun 1955 sampai 1958 penambangan berjalan kembali yang dikerjakan dengan sistem kontrak dari berbagai negara Malaysia, Jepang dan Belanda. Dilanjutkan tahun 1960 sampai dengan 1965 penambangan dikuasai oleh Pemborong besar dari Cina. Akhirnya penambangan mangaan ini berhenti saat Gestapu (G 30 S PKI).


Agustus 2016 diprakarsai Sumarsana,SPd. Dan Ahmat Efendi serta seluruh masyarakat sekitar memutuskan untuk membuka kembali Batu Jonggol yang memiliki panjang sekitar 80 m, lebar 1,5 m, dan tinggi sampai 3,5 m dan ketebalan sekitar 25 m ini untuk tujuan wisata.

Saat peresmian Goa Batu Jonggol ini Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) juga sekaligus meresmikan pasar Sor So yang berada di pinggir jalan Wates-Sermo yang masih satu komplek dengan Goa Batu Jonggol.

Peresmian dan peninjauan Goa Batu Jonggol ini salah satu kegiatan saat pelaksanaan Bulan Bakti Gotong Royong (BBGRM) ke XV dan Penilaian Lomba HKG PKK ke 46 yang dilaksanakan di Kecamatan Pengasih, Selasa (17/4/2018).

Bupati juga menandatangani Prasasti "Beliksari" dan menabur benih ikan. Meninjau perkerasan jalan, dilanjutkan penandatanganan prasasti Joglo Bantala Abyudaya Kroco, peninjauan Kebun Bibid Desa (KBD) di KWT Dhuawar, Penyerahan bantuan IUMKM, Bantuan sarana prasarana produksi UMKM. Di Desa Pengasih meresmikan Gedung Budaya Desa di Komplek Balai Desa Pengasih, dilanjutkan meresmikan Dusun Terang dan Gardu Ronda

Di Pedukuhan Kemiri Desa Margosari. Dan terakhir bedah rumah milik Suparno di Pedukuhan Karongan Desa Kedungsari.

Saat di Kroco, menininjauan Bazar potensi unggulan pedukuhan Kroco, antara lain kerajinan sabut kelapa, wayang tatah sungging, bank sampah, hasil olahan KWT berupa Sayur mayur, jamu, sirup alang-alang, dan lain-lain.


"Terimakasih, Camat beserta Forkopimda, Kades, beserta seluruh masyarakat ikut nggrengsengaken (menyemarakkan) gotong royong" kata Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K).


Camat Pengasih Ir.Hj.Aspiyah menyampaikan terimakasih kehadiran Bupati Kulon Progo memberi motivasi masyarakat Pengasih dalam bergotong royong. Swadaya masyarakat Kecamatan Pengasih diperkirakan sekitar Rp. 2.410.000.000,- salah satu wujud partisipasi masyarakat dalam pembangunan.

Bahkan di Ngroco ini juga dirintis dan dikembangkan budidaya ngangrang, kuliner Jawa, bank sampah, kerajinan dan beberapa lainnya. Bahkan di Kroco juga didatangi dari Luar negeri Student Culture dari Amerika India Korea.
(at@humaskp)