Sekolah Bisnis Santripreneur di Kulon Progo

  • 20 Maret 2018 09:50:02
  • 1185 views

Sekolah Bisnis Santripreneur laksanakan Pelatihan Kewirausahaan untuk mencetak pengusaha dan tenaga teknik lapangan Kulon Progo. Kegiatan yang dimulai Senin-Kamis (19-22 Maret 2018) ini dilaksanakan di gedung PCNU Kabupaten Kulon Progo Wates.

Acara dibuka oleh Wakil Bupati Kulon Progo Drs.H.Sutedjo, dan sebelumnya diisi sambutan singkat dari KH.Ahmad Sugeng Utomo (Gus Ut) Inisiator dan Pembina Santripreneur Indonesia, Rektor Universitas NU Prof Purwo Santoso, dan Ketua PCNU Kulon Progo Drs.KH.Wasiludin

Wabup Drs.H.Sutedjo menyambut baik dilaksanakannya kegiatan ini, penting untuk menciptakan Sumber Daya Manusia. Proses pendidikan, proses pelatihan ini dinilai penting dalam menyiapkan SDM Kulon Progo dalam bidang enterpreneur.

"Meskipun informasi hanya melalui media sosial, tapi peminatnya banyak. Harapan kami dengan pelatihan ini nanti mengubah pemikiran, sikap kemudian punya spirit untuk melakukan usaha. Memang untuk memilih usaha harus cermat. Tapi setelah menentukan apa yang dipilih yang diusahakan kemudian harus punya semangat total. Jangan mudah menyerah dengan berganti usaha." Kata Drs.H.Sutedjo.

Pemerintah Kulon Progo beserta masyarakat dengan spirit Bela Beli Kulon Progo juga membentuk spirit berdikari. Kulon Progo yang memiliki wilayah dari pantai, dataran rendah, hingga pegunungan yang tinggi merupakan potensi yang bila dikelola, dan saat ini sudah banyak lahirkan Pordarwis.


KH.Ahmad Sugeng Utomo (Gus Ut) menyampaikan pelatihan bisnis ini lebih kepada mencetak pengusaha, diajari bisnis secara umum seperti apa, sehingga endingnya mencetak pengusaha. Sehingga mereka diajari secara umum seperti apa, punya bisnis plan, sehingga endingnya punya bisnis yang legal.


"Karena sekarang kalau tidak legal itu susah. Terkait kepercayaan publik dan rekanan." kata Gus Ut.

Di Kulon Progo ini, munculnya bandara disini sebagai bentuk satu pembangunan yang berkesinambungan dari bangsa ini. Masyarakat harus siap. Maka kesiapan masyarakat ini, kami bersama pemerintah menyiapkan untuk bersama-sama menghadapi peradaban baru. Mau tidak mau bandara itu menjadi sebuah kekuatan perekonomian bagi Kulon Progo. kalau masyarakatnya tidak siap terhadap peradaban baru itu, maka akan terpinggirkan.

"Untuk menghindari itu kita mendidik untuk mulai dari sekarang bagaimana menjadi pengusaha, tidak sekedar menjadi tenaga skill. Tapi disini kita juga menawarkan jika ingin menjadi tenaga lapangan, kita siapkan" tambah Gus Ut.


Gus Ut menambahkan, Sekolah bisnis santripreneur menggandeng Universitas Nahadhlatul Ulama (UNU), PT.Angkasa Pura untuk bersama-sama membangung masyarakat Kulon Progo. Di Kulon Progo dinilai sudah bagus ada bela beli Kulon Progo,tetapi semua itu tetap harus berkesinambungan bersama-sama ke dalam masyarakat sehingga semua bisa membawa kemajuan yang bisa dinikmati oleh masyarakat. Sejahtera secara pribadi, keluarga maupun sejahtera di wilayah dan bangsa Indonesia secara menyeluruh.


Drs.KH.Wasiludin mengapresiasi kegiatan ini, karena selama ini bidang perekonomian dinilai ketinggalan, belum upayakan dalam bidang ekonomi untuk bangkit.

"Selama ini bidang perekonomian kita nilai ketinggalan. Belum upayakan dalam bidang ekonomi untuk bangkit. Selama ini hanya kajian tentang fiqih dan ibadah. Semua kita bisa memanfaatkan jangan hanya jadi penonton" kata Drs.KH.Wasiludin.
(at@humaskp)