Wakil Bupati Sumenep Pimpin Diklatpim Iv Ke Kulon Progo

  • 13 Maret 2018 14:55:44
  • 850 views

Wakil Bupati Sumenep Achmad Fauzi memimpin 40 (empat puluh) peserta Diklatpim IV ke Kulon Progo dengan beberapa pendamping. Rombongan diterima langsung oleh Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Dinas Pariwisata, dan Dinas Kesehatan Kabupaten Kulon Progo, bertempat di Aula Adikarto Pemkab Kulon Progo, Selasa (14/3/2018).

Achmad Fauzi berharap dengan ke Kulon Progo ada hal-hal yang positif yang bisa eksplore, dikembangkan di Sumenep, dipraktekkan untuk menjadi sesuatu yang lebih baik. Achmad Fauzi menyampaikan sudah 3 (tiga) kali mendengar paparan dokter Hasto, dan sudah mencoba melaksanakan apa yang disampaikan Bupati Kulon Progo ini di Sumenep, akan tetapi pada tingkat OPD kadang ada OPD yang belum ada keberanian melakukan perubahan seperti yang diinginkan.

"Luar Biasa, sudah kenal sejak sebelum menjabat wakil Bupati Sumenep, memang sering menjadi pembicara, memang proses yang disampaikan Bupati Kulon Progo ini sudah dilakukan di Sumenep, tapi memang tidak semua OPD memiliki keberanian untuk melakukannya. Tapi dengan Diklatpim IV ke Kulon Progo ini paling tidak ada semangat baru untuk teman-teman untuk menyampaikan ke atasan. Sehingga selain Bupatinya ok, Pimpinan OPD ok, Kasie juga Ok jadi lebih enak. Itu yang jadi tantangan kami. Keinginan-keinginan kita terkadang seperti ini, tapi terkadang di bawah lain ceritanya." Kata Achmad Fauzi setelah mendengar paparan Bupati Kulon Progo.

Achmad Fauzi juga mengajak Diklatpim ke Kulon Progo karena agar lebih mudah mencontoh kesuksesan Kulon Progo.
"Kami juga ingin sharing, ada yang menyampaikan kepada kami, kalau ingin sukses, belajar dari yang sudah sukses biar lebih cepat. Karena lebih mudah mencontoh daripada harus mencari sendiri. Maka kami langsung mengajak ke Kulon Progo." tambah Achmad Fauzi.

Menerima rombongan dari Diklatpim Kabupaten Sumenep, Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) menyampaikan bahwa kondisi saat ini, rakyat memiliki ekspektasi yang luar biasa, sementara tekanan dari luar juga tinggi, sehingga sebagai pemimpin saat ini tidak hanya bekerja tapi harus berkarya. Tidak hanya melakukan inovasi tapi harus melakukan revolusi.

"Ciri pemimpin yang baik ada 3, yaitu, Ikhlas hanya karena Tuhan, Hidup sederhana dan Visioner" kata Bupati Kulon Progo.

Terkait perubahan berbagai hal, yang dilakukan di Kulon Progo terkait inovasi dan revolusi, juga karena menghayati kemiskinan yang ada di Kulon Progo. Masih banyak rakyat yang miskin, dan belum memiliki mindset yang bagus.

Salah satu solusi yang dilakukan adalah Berdikari di Bidang Ekonomi. Antara lain melakukan perubahan juga harus merubah mindset, agar terjadi percepatan perubahan. Untuk melakukan berbagai perubahan juga perlu berbagai inovasi, perjuangan yang lama dan tidak mudah.

"Seperti kerjasama dengan Bulog, perlu waktu koordinasi selama 2 (dua) tahun. Karena harus merubah aturan, harus menjebol tatanan." Tambah Bupati Kulon Progo.

Tapi hasilnya juga dinilai membantu para petani, karena saat ini Gapoktan bisa kerjasama dengan Bulog menyetor beras sekitar 4.800 ton, dulu uang sekitar Rp. 40 miliar lari ke luar daerah bahkan ke luar negeri, sekarang masuk ke petani.

Industri rumah tangga seperti batik, pada awal Tahun 2012 kondisinya belum ada batik unggulan, omset Rp. 836 juta, hanya 24 kelompok, dengan tenaga kerja 242, belum ada koperasi batik. Sedangkan kondisi pada tahun 2014, ada batik unggulan, ada batik khas Kulon Progo, Omset Rp.3,062 miliar, ada 38 kelompok, Tenaga kerja 474, sudah ada koperasi Batik.

"Penggunaan batu andesit juga menggunakan produk lokal, mungkin belum beautiful face, tapi beautiful heart" tandas Bupati.
(at@humaskp)