Kulon Progo Perjuangkan Sertifikasi Natura

  • 06 Maret 2018 16:13:36
  • 708 views

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo saat ini terus berjuang dan mendorong agar ada Sertifikasi Natura di Indonesia. Dengan sertifikasi natura ini diharapkan hasil produk dalam negeri bisa dilakukan sertifikasi sendiri tanpa harus tergantung sertifikasi organik dari luar negeri yang dinilai sangat merugikan.

Sertifikasi organik dari luar negeri terhadap produk sendiri ini dinilai sangat merugikan, karena selain harus membayar mahal untuk sertifikasinya, produsen (masyarakat) juga dinilai hanya mendapat margin keuntungan yang sangat sedikit, sedangkan pemasar yang berhubungan dengan konsumen justru mendapat keuntungan yang berlipat-lipat.

Seperti halnya terhadap produk gula semut dari Kabupaten Kulon Progo, selama dapat ekspor ke luar negeri setelah mendapat sertifikasi luar negeri, tetapi sebelumnya harus membayar mahal untuk proses sertifikasi tersebut. Tetapi yang mendapat keuntungan banyak justru pemasar yang langsung ke konsumen, sedangkan produsen hanya mendapatkan keuntungan sedikit. Untuk itu Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) ingin sekali dan terus memperjuangkan agar ada sertifikasi natura di Indonesia, kemudian pemasaran juga gula semut lebih fokus ke pasaran dalam negeri, penjualan juga tidak berupa curah tetapi sudah berbentuk sachet, sehingga ada margin keuntungan yang lebih tinggi yang didapat produsen atau masyarakat, sehingga kesejahteraan masyarakat meningkat.

"Rejeki sebesar gajah didalam negeri tidak kita perhatikan. Tapi rejeki ke luar meski kecil kita kejar-kejar. Saya Ingin sekali ada sertifikasi natura dalam negeri, tanpa harus tergantung asing dan dikendalikan asing." Kata Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) pada acara HUT ke-38 Dewan Kerajinan Nasional Kabupaten Kulon Progo, di Wates, Selasa (6/3/2018).

Bupati menyampaikan, dalam waktu dekat Wakil Bupati bersama Dekranasda Kabupaten Kulon Progo akan melakukan penandatanganan MoU dengan Kemendes RI untuk memperjuangkan sertifikasi natura yang sifatnya nasional, sehingga tidak tergantung bangsa lain.


Selain gula semut, Pemkab juga melakukan berbagai cara untuk mengangkat produk lokal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Dari sisi regulasi, saat ini sudah ada Perda Perlindungan Produk lokal dan akan dibuat Perbup agar implementasinya bisa dilaksanakan di lapangan untuk perlindungan produk lokalnya. Dari sisi yang sifatnya action di lapangan, juga rutin membina produk-produk lokal.

Berbagai produk seperti teh, kopi, produk olahan makanan ini dari Kulon Progo juga terus dilakukan, batik, jam tangan, dan berbagai produk unik juga didorong pengembangannya. Bupati juga menyampaikan, Dekranasda Kabupaten Kulon Progo juga dinilai perlu untuk menambah kemampuan untuk kewirausahaan, karena seperti promosi itu sangat diperlukan. Dinas Kominfo juga diharapkan untuk memfasilitasi semua pemasaran yang terkait dengan pemasaran online.

"Maka saya harap disitu. Jangan hanya pinter bikin produk tapi juga harus pintar memasarkan. Kalau saya begitu." Tandas Bupati Kulon Progo.

Sedangkan di Kulon Progo saat ini juga perlu outlet, yang mudah dijangkau untuk memasarkan produk. Pemerintah membina, tapi untuk yang action yang implementasi sebenarnya pihak ketiga, swasta, dekranasda, karena Pemerintah Daerah tidak boleh bisnis. Harus ada outlet, diharapkan jadi outlet tempat pemasaran karena tempatnya strategis. Dan gedung yang saat ini ditempati Dinas Kesehatan kedepan dinilai tepat untuk jadi outlet produk dari Kulon Progo.
(at@humaskp)