Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD

  • 30 Januari 2018 15:36:53
  • 1637 views

Penyelenggaraan Konsultasi Publik rancangan Awal RKPD Kabupaten Kulon Progo diselenggarakan di Aula Adikarto, Selasa (30/1) ini dihadiri oleh Bupati Kulon Progo, Forkopimda, Perwakilan daerah tetangga, stakeholder terkait dan masyarakat.


Maksud dan tujuan diselenggarakannya konsultasi publik ini untuk mendapatkan masukan dan saran guna penyempurnaan Rancangan Awal RKPD, dimana Rancangan RKPD yang sudah disempurnakan berdasarkan hasil konsultasi publik ini akan menjadi pedoman dalam Musrenbang RKPD di tingkat Kecamatan dan sebagai pedoman penyempurnaan Rancangan Awal Renca Perangkat Daerah.


Acara diawali laporan penyelenggara oleh Ketua Panitia Taufik Prihadi,SE, sambutan Bupati Kulon Progo sekaligus membuka Konsultasi Publik Rancangan Awal RKPD, dilanjutkan paparan Arah kebijakan Pembangunan Kabupaten Kulon Progo Tahun 2019 dari Bappeda DIY Tri Agus Nugroho,SSos,MSc, Paparan Pokok-pokok pikiran DPRD Tahun 2019 oleh Ketua DPRD Akhid Nuryati,SE Kab. Kulon Progo, Paparan Rancangan Awal RKPD Kabupaten Kulon Progo Tahun 2019 oleh Kepala Bappeda Kab. Kulon Progo Ir.Agus Langgeng Basuki dan ditutup dengan diskusi.

 

Ketua Panitia Taufik Prihadi,SE menyampaikan acara yang diselenggarakan di Aula Adikarto, Selasa (30/1/2018) ini dihadiri oleh Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K), Wakil Bupati Kulon Progo Drs.H.Sutedjo, Forkopimda Kab. Kulon Progo, Bappeda DIY, Kepala Bappeda Sleman, Kota Yogyakarta, Bantul, Gunung Kidul, Purworejo dan Magelang. Asisten Sekda, Staf Ahli dan Kepala OPD di Lingkungan Pemkab Kulon Progo, Kepala Instansi vertikal, BUMD dan masyarakat.


Penyusunan RKPD tahun 2019 ini merupakan langkah strategis dan merupakan rangkaian upaya untuk mewujudkan peningkatan kesejahteraan masyarakat Kulon Progo dalam lingkungan kondusif, aman, tentram, menjunjung tinggi nilai-nilai adiluhung dengan didukung oleh segenap masyarakat dan aparatur pemerintah yang mempunyai nurani, moralitas, kepekaan sosial tinggi, harga diri dan martabat yang tinggi dengan dasar kejakinan akan kebenaran ajaran dan niliai-nilai agama yang menjadi pedoman dan tuntunan dalam menjalankan kehidupan guna mewujudkan visi Pembangunan Kulon Progo, yaitu: " Terwujudnya masyarakat Kulon Progo yang sejahtera, aman, tentram, berkarakter dan berbudaya berdasarkan iman dan taqwa".


"Rancangan awal RKPD Tahun 2019 ini mengambil tema: Mewujudkan pertumbuhan daerah melalui pembangunan seutuhnya dan pemerataan pembangunan" kata Taufik Prihadi,SE.

 

Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) menyampaikan hal yang menggembirakan, meskipun yang menyedihkan juga masih ada. Contohnya angka pengangguran kita menggembirakan, dari 3,2 persen kemudian turun menjadi 1,9 persen. Tapi angka kemiskinan belum bisa turun seperti angka pengangguran, dan masih diangka 20 persen.

"Namun demikian angka kemiskinan ini berdasarkan penghasilan Rp.312 ribu perkapita/bulan. Gunungkidul masih Rp.270 ribu perkapita/bulan. Karena orang Kulon Progo lebih konsumtif. Ini salah kita durung becus keselah besus.


Terkait dengan perijinan, pada 2018 ini akan membangun mall pelayanan publik, yang akan melayani semua layanan publik, dalam satu atap. Dan di akhir 2018 ini akan miliki mall pelayanan publik. Saat ini belum ada di DIY dan Jawa Tengah, yang ada seperti di Surabaya, Banyuwangi, DKI, Bali.

Pembangunan di 2019, Bupati menyampaikan harus ada pengembangan kota barunya Wates, dan mengawali adanya ringroad. Kota Wates menjadi satu rangkaian dengan Temon terkoneksi dengan bandara, karena untuk pengembangan aerotropolis, aerocity juga penting. Bedah Menoreh tahun ini sudah bebaskan antara Purwosari, Kebonharjo, Samigaluh. Di gunung Gajah dibuat jalan ke Purworejo selebar 14 m. Jalan dari Goa Kiskendo ke Purworejo sudah baik, Bedah menoreh lewati 12 wisata.

"Pada rancangan awal RKPD 2019 ini Bapak Ibu sekalian bisa memberikan masukan-masukan penting" kata Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K)

"Pertumbuhan ekonomi tahun 2017 masih pada kisaran angka 4,88%. Sedangkan yang menyenangkan angka Gini rasio di Kulon Progo sebesar 0,38. Ini lebih rendah dari rata-rata nasional dan terendah di DIY. Kita bersyukur angka kesenjangan sosial di Kulon Progo kecil. Di negara-negara yang sejahtera adalah negara yang kesenjangan sosialnya terendah. Bukan yang perekonomiannya tinggi. Itu yang kita bersyukur. Angka harapan hidup juga tinggi 75,15 tahun." Tambah Bupati yang akrab dipanggil dokter Hasto.

Pengurangan kemiskinan selain dengan pembangunan fisik juga dengan pembangunan manusia. Peningkatan mentalitas Sumber Daya Manusia juga yang paling utama, antara lain dengan Pendidikan karakter jadi prioritas yang meliputi 3 (tiga) hal: Religiusitas agama, pendidikan Kemataraman, dan Pengamalan Pancasila.
(at@humaskp)