FKM Unhas Kunjungi Kulon Progo

  • 22 Januari 2018 08:51:49
  • 925 views

Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin Makassar kunjungi Kulon Progo belajar penerapan KTR di Kulon Progo,dan bagaimana menerapkan di Makasar.

Bupati telah menyampaikan bagaimana pendekatan yang dilakukan, mulai pendekatan agama, sekolah, masyarakat, dan step by step langkah-langkah yang dilakukan.

"Kami ingin melihat implementasi KTR di Kulon Progo. Untuk menggali ilmu dan pengalaman" kata DR.IR.H.Ahmad Wadi,M.AGR.SC. Project Manager Hasanuddin Contact, Center for Tobacco Control & NCD Prevention.

Hadijah Hasyim bendahara di Hasanuddin contact berharap Bupati Kulon Progo berkenan berkunjung ke Makasar menjadi motivator untuk jajaran pemerintah daerah di tempatnya.

Saat ditanya Hadijah Hasyim terkait jika ada yang melanggar bagaimana, Bupati Kulon Progo menyampaikan dalam penerapan KTR lebih mengedepankan kesadaran moril daripada kesadaran hukum. Yang disentuh moralnya bukan fisiknya.

Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) menceritakan salah satu latar belakang KTR, adanya keprihatinan belanja rokok masih nomor dua, belanja yang diutamakan. Di Kulon Progo belanja rokok Rp.96 miliar. Untuk melaksanakan KTR meskipun tujuannya baik, harus dikemas dengan cara yang baik.

"Berdasarkan penelitian, 97 persen perokok setuju tidak merokok di Rumah Sakit. Yang bukan perokok, 99 persen setuju tidak adanya orang merokok di Rumah Sakit" kata Bupati Kulon Progo.

Demikian juga sebagian besar masyarakat setuju tidak adanya merokok di sekolah, tempat ibadah, dan tempat umum lain. Bahkan 93 persen perokok menyadari kalau merokok itu boros, dan orang yang tidak merokok sebanyak 92 persen menyatakan kalau merokok itu boros.

"Meski orang tua merokok tapi setuju kalau anaknya tidak merokok. Petani juga tidak perlu resah, karena tembakau impor masih jauh lebih banyak daripada tembakau yang di eksport" tambah Bupati.

(at@humaskp)