Launching Pembayaran Non Tunai Pasar Sentolo, Peresmian Pasar Nanggulan dan Peresmian Rumah Produksi

  • 18 Januari 2018 08:34:56
  • 970 views

Bupati Kulon Progo Launching Pembayaran Non Tunai Retribusi Pelayanan Pasar Percontohan Sentolo, Peresmian Pasar Rakyat Nanggulan dan Peresmian Rumah Produksi Gula Semut, yang diselenggarakan di Pasar Nanggulan, Rabu (17/1/2018).

Selain meresmikan dengan pemotongan buntal atau pita bunga, Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) menyaksikan demontrasi pembayaran retribusi secara non tunai oleh pedagang dengan menggunakan mesin EDC milik BPD DIY, dilanjutkan berkeliling pasar dan berdialog dengan para pedagang.

Bupati menyampaikan, Pilot projek sengaja dilakukan di pasar tradisional, pasar nanggulan dan pasar sentolo, setelah itu dilakukan evaluasi paling tidak setelah 3 (tiga) bulan.

"Saya harap ini harus sukses, karena tidak sulit, karena sesuatu yang kelihatan. Pilot projek sengaja di pasar tradisional, jika yang pasar tradisional bisa, maka yang di atasnya juga bisa" kata Bupati.

Dirut Bank BPD DIY Bambang Setiawan menyampaikan, pada tahun 2017 Dinas Perdagangan Kabupaten Kulon Progo melalui Kementerian Perdagangan RI telah menerima Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk kegiatan revitalisasi fisik sebesar Rp. 1.850.928.000,- (Satu miliar delapan ratus lima puluh juta sembilan ratus dua puluh delapan ribu rupiah).

"Untuk revitalisasi pasar Nanggulan peruntukannya antara lain, Revitalisasi 5 los baja warisan cagar budaya, Pembangunan kios 15 unit, Pembangunan tempat pandai besi 2 unit, Kantor Pasar 1 unit, Pembangunan tambahan pedagang untuk los 2 unit, pembangunan MCK, Tower Air 1 Unit, Pembangunan Tempat Wudhu 1 unit, Pembangunan pagar dan pintu pasar, corblok lingkungan pasar, corblok lingkungan pasar, normalisasi drainase, pengadaan container sampah, Gudang penyimpanan peralatan dan ornamen lain kelengkapan pasar"
kata Krissutanto.

Ditambahkan, rencana kegiatan kedepan, Dinas Perdagangan akan mengoptimalkan peran dan fungsinya antara lain akan mengoptimalkan potensi pasar rakyat dari sistem buka secara pasaran (pahing, wage) kedepan diharapkan bisa dijadikan pasar harian atau hari pasarannya ditambah, dari yang hanya 1 (satu) kali pasaran menjadi 2 (dua) kali pasaran sehingga akan berimbas pada meningkatnya perekonomian di pasar. Kemudian akan mengoptimalisasi pasar seni Malangan Sentolo dengan branding Jam Tangan Kaju JK Watch. Mengoptimalkan pasar percontohan Sentolo dengan melakukan koordinasi dengan para pedagang kulakan untuk berjualan pagi hari/ pasar pagi di luar hari pasar sentolo.

Bupati juga ingin pasar di Kulon Progo kondisinya bersih, sehingga di samping sistem tertata dengan baik, baik sistem pembayaran dan sistem kebersihan sistemnya bagus, alur udaranya diatur, dari mana datangnya kemudian keluarnya, ada sanitasinya, pencahayaannya, ada drainase, semua sesuai standar nasional.

Bambang Setiawan menyampaikan, pedagang tidak perlu mengantri untuk membayar retribusi, cukup petugas BPD yang akan datang ke pedagang dengan membawa alat EDC, pedagang cukup memasukkan ATM dan memasukkan PIN, kemudian transaksi dan pedagang mendapat bukti pembayaran.

(at@humaskp)