Kepala BPP SDM Pertanian Kementan RI Panen Padi di Kulon Progo

  • 15 Januari 2018 08:19:04
  • 1180 views

Dalam rangka Program Swasembada Padi Jagung Kedelai, Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan SDM Pertanian Kementan RI Dr.Ir.Momon Rusmono,MS mengadakan panen padi bersama Wakil Bupati Kulon Progo Drs.H.Sutedjo, bertempat di sawah milik Kelompok Tani Srijati Bejaten Jatisarono Nanggulan Kulon Progo.

Momon Rusmono bersama Staf Ahli Menteri Bidang Infrastruktur Pertanian Kementerian Pertanian RI Dr.Ir.Ani Andayani,M.Agr., Wakil Bupati Kulon Progo Drs.H.Sutedjo, Kepala Dinas Pertanian DIY, BKPP DIY, BPTP DIY, Balai Karantina DIY, Korem 072 Pamungkas, STPP Magelang di Yogyakarta, Komandan Kodim 0731 Kulon Progo, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kulon Progo, Muspika Nanggulan, Pemerintah Desa Jatisarono, Pemerintah Desa Kembang, Kelompok Tani se Kec. Nanggulan.

Momon Rusmono, Drs.H.Sutedjo beserta beberapa pejabat menandai panen raya dengan pemangkasan padi yang dilanjutkan dengan sarasehan dengan anggota kelompok tani dan penyuluh membahas berbagai hal terkait produksi padi.

Wakil Bupati Kulon Progo menyampaikan Luas lahan sawah pertanian di Kabupaten Kulon Progo, untuk lahan sawah sebesar 10.366 Ha, dengan rincian sawah irigasi seluas 9.360 Ha, dan sawah tadah hujan seluas 1.009 Ha. Dan Kulon Progo bersama berbagai pihak terus melakukan usaha perluasan areal pertanian. Untuk membangun kemandirian, Pemerintah Kab Kulon Progo bersama masyarakat menggelorakan semangat Bela Beli Kulon Progo. Saat ini Produksi padi di Kulon Progo saat ini surplus.

Dr.Ir.Momon Rusmono,MS menyatakan bersyukur dan bangga, karena produksi padi di Kulon Progo dan DIY sudah surplus, dan bisa memberi sumbangan kontribusi kepada nasional. Bahkan menyanjung gerakan Bela Beli Kulon Progo dan berharap kedepan menjadi gerakan yang menasional menjadi gerakan Bela Beli Indonesia.

Gerakan Bela Beli Kulon Progo, slogan Isoh Nandur Ngopo Tuku, Isoh Gawe Ngopo Tuku, Isoh Ngingu Ngopo Tuku, dinilai merupakan gerakan yang sudah orientasi pada ketahanan pangan, kemandirian pangan dan kedaulatan pangan.

"Jika petani bisa menanam kenapa harus beli, ini luar biasa. Bagaimana membangun ketahanan rumah tangga. Bagaimana kalau kita gelorakan ke tingkat nasional." kata Momon Rusmono, Jumat (12/1/2018).

Momon Rusmono juga menyampaikan panen ini mengindikasikan bahwa di Kabupaten Kulon Progo tersedia panen padi seluas 2.600 Ha. Dan untuk propinsi DIY sekitar 30.000 Ha. Ini menunjukkan di DIY setiap hari ada panen. Untuk tahun 2017 propinsi DIY surplus 250.000 ton beras. Untuk propinsi DIY ketahanan pangannya cukup, bahkan propinsi DIY bisa memberi kontribusi kepada nasional.

(at@humaskp)