Bendung Khayangan Mendunia

  • 27 November 2017 09:16:29
  • 1367 views

GIRIMULYO, Selama 3 hari sejak tanggal 24-26 November 2017, di Bendung Khayangan , Pedukuhan Turusan, Desa Pendoworejo, Kecamatan Girimulyo, Kabupaten Kulon Progo, digelar kegiatan seni budaya bertaraf internasional dalam rangka Kulon Progo Festival (Kulfest) Kampoeng Nusantara Didik Nini Thowok 2017.

Secara resmi pembukaan kegiatan Kulfest Kampoeng Didik Nini Thowok 2017, dilaksanakan pada Sabtu (25/11) malam. Acara ini merupakan kelanjutan dari Festival Kampoeng Nusantara Didik Nini Thowok yang dilaksanakan pada tanggal 2 Februari 2017 di Pendopo Dinas Kebudayaan DIY.

Menurut Pimpinan Produksi Didik Nini Thowok yang juga seorang Maestro Seni kelahiran Temanggung 63 tahun lalu ini, Kulfest merupakan hasil kerjasama antara, Pemerintah dan Masyarakat Kulon Progo serta jaringan di seluruh dunia untuk promosi perkembangan seni pertunjukan dan pariwisata.

Didik Nini Thowok menambahkan, Jaringan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap identitas spiritual dan kebudayaan dari seni pertunjukkan di wilayah Kabupaten Kulon Progo khususnya.

"Kegiatan ini juga merupakan sebuah forum komunikasi seni dan budaya yang menampilkan kebangsaan, etnis, suku bangsa, dan agama, yang diwujudkan dengan sebuah pertunjukkan seni tari dari berbagai Negara, seperti : Australia, India, Tiongkok, Jepang, Thailand, Indonesia (Yogyakarta, Banyumas, Cirebon, Bandung, Malang, Banyuwangi, Palembang, Sulawesi, Bali dan Maluku).’’ Jelas sang Maestro.

Lebih jauh Didik menjelaskan, Visi dan Misi dari Kulfest  ini adalah untuk membantu mempromosikan bangsa Indonesia khususnya Kabupaten Kulon Progo dalam seni, budaya dan pariwisata. Membangun dan mendorong pariwisata Kabupaten Kulon Progo supaya lebih dikenal dunia serta membangun dialog antar pelaku seni untuk memperkuat jaringan kerja kebudayaan nasional dan internasional.

Sementara itu, Bupati Kulon Progo, dr. H.Hasto Wardoyo, Sp.OG (K) yang didampingi Wakil Bupati Kulon Progo. Drs.H.Sutedjo, mengatakan, Kulfest yang melibatkan berbagai pelaku seni tari dunia ini merupakan potensi seni budaya luar biasa, yang patut kita rawat dan kita kembangkan, serta menjadikan Kampoeng Nusantara Didik Ni Thowok ini sebagai tempat pusat budaya nusantara.

"Kampoeng Nusantara Didik Nini Thowok ini bisa menjadi magnet bagi masyarakat dan pelaku seni, serta para wisatawan baik lokal maupun mancanegara untuk dapat hadir dan menggelar pertunjukkan seni dan budaya dari daerah masing-masing. Selain itu, kekayaan seni tradisi nusantara dapat juga ditampilkan dalam *event* ini dan merupakan kepedulian yang tinggi dari para seniman dunia untuk melestarikan seni dan budaya. Apalagi dengan icon Didik Nini Thowok, akan menjadi magnet bagi penggemar dan pelaku seni dari berbagai negara, sehingga Bendung Khayangan di Kulon Progo ini akan mendunia." Terang Hasto.

Lebih lanjut Dokter Hasto mengatakan, dengan adanya Kulon Progo Festival (Kulfest) ini, kami sangat optimis akan membawa angin segar bagi dunia pariwisata di Kulon Progo khususnya dan DIY bahkan Nasional pada umumnya, karena memang misi dari kegiatan ini adalah mengangkat dan memperkenalkan seni dan budaya khususnya, kepada masyarakat Indonesia bahkan dunia.

"Harapan kami, kegiatan Kulfest Kampoeng Nusantara Didik Nini Thowok ini dapat menjadi agenda rutin tahunan, yang mampu menyedot pelaku dan penikmat seni, wisatawan maupun masyarakat luas di Indonesia untuk berkunjung di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta ini." Pungkas dokter Hasto

Menurut ketua rombongan pertunjukkan seni tari dari Sulawesi Selatan, Halilintar Latief, kegiatan ini merupakan terobosan yang cukup berani untuk mengembangkan dan melestarikan seni dan budaya di tanah air.

"Seni dan budaya yang seharusnya terbentuk dengan waktu 10 hingga 25 tahun, tetapi dengan keberanian seorang Maestro seni dan seorang politikus dokter Hasto, yang sudah menanam seni budaya ini akan bisa memanen atau menikmati dalam waktu singkat untuk kepentingan anak cucu nanti yang harus kenal dengan seni dan budayanya sendiri atau mengenal budaya dari daerah sendiri, bahkan Negara lain." Jelas Halilintar.

Kegiatan Kulfest Kampoeng Nusantara Didik Nini Thowok 2017 ini dibuka langsung oleh Wakil Gubernur DIY, Sri Paduka Paku Alam ke X.

Dalam sambutan tertulis Gubernur DIY, yang dibacakan Paku Alam ke X, mengatakan, DIY sangat dikenal sebagai pusat kebudayaan jawa, yang inklusif dan dinamis dan selalu menerima kehadiran budaya dari dunia, melalui dialog, interaktif dan akulturasi budaya.

"Sikap keterbukaan inilah menjadi modal berharga bagi masyarakat DIY dan merupakan kekuatan pendorong (driving forces) demokratisasi kelembagaan maupun kehidupan masyarakatnya." Jelas Gubernur DIY melalui sambutan tertulisnya. 

Gubernur melalui sambutan tertulisnya menambahkan, kegiatan ini juga sebagai proses sosialisasi nilai kehidupan, yang tidak saja menciptakan suasana damai , tetapi dengan pendekatan seni dan budaya telah melahirkan kesantunan, kelembutan, dan ketenangan batin, serta harmoni di dalam masyarakat.

Usai dibuka oleh Wakil Gubernur DIY, acara dilanjutkan dengan penampilan atau pertunjukkan seni tari dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara. (Humas KP)