Dokter Hasto Narasumber Pertemuan Kebangsaan NCBI

  • 27 November 2017 07:44:12
  • 1320 views

Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) diundang sebagai Narasumber Pertemuan Kebangsaan yang dilaksanakan di Hall Dewan Pers, Jakarta. Sebuah pertemuan yang diselenggarakan oleh Nation and Character Building Institute (NCBI) atau Perkumpulan Pembangunan Karakter dan Kebangsaan yang didirikan oleh Juliaman Saragih sekaligus Ketua NCBI.

Selain dokter Hasto, nara sumber lain yang diundang adalah Dr.SHRI I.G.N. Arya Wedakarna M.Wedasteraputra S (Anggota DPD Dapil Bali 2014-2019), Adi Kurniawan (Direktur Ideologi dan Politik NCBI/ Tenaga Ahli UKP PIP, Wepy Hadir, (Direktur Riset dan Komunikasi NCBI/ Peneliti Indopolling Network).

Ketua/ Pendiri NCBI Juliaman Saragih menyampaikan Nation and Character Building Institute (NCBI) atau Perkumpulan Pembangunan Karakter dan Kebangsaan merupakan Lembaga Kajian Independen dan Gerakan Kebangsaan yang berkeyakinan bahwa perjuangan untuk mempertahankan, menegakkan dan memberi isi pada kemerdekaan serta mewujudkan cita-cita luhur, hakekat, watak dan jati diri bangsa dan kedaulatan Indonesia adalah perjuangan yang adil, luhur dan suci, "Bangun Jiwa Bangsa, Bangun Bina bangsa".

"Atas keyakinan diatas dan mencermati kompleksitas persoalan bangsa saat ini dan masa mendatang kami ingin melibatkan diri secara aktif dan berkontribusi kepada sejarah perjalanan bangsa melalui rangkaian kerja ideologis dan sistemik" kata Juliaman Saragih.

Untuk realisasinya, maka NCBI memandang perlu menyelenggarakan Pertemuan Kebangsaan sebagai Medium Gagasan Kebijakan dan Gerakan Nation State, yang dilaksanakan Minggu (26/11) di Gedung Dewan Pers Cq. Jakarta Media Center Jl.Kebun Sirih Gambir Jakarta Pusat, dengan mengambil tema: Tantangan Kebangsaan di Era Milenial: sebuah Refleksi. Untuk mendukung kelancaran program kebangsaan ini maka mengundang Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) untuk memberikan Wejangan Kebangsaan.

Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) menyampaikan di era perdagangan bebas saat ini kita tidak bisa melawan dengan regulasi, tapi harus dengan ideologi. Seperti Adi Kurniawan menyampaikan melalui forum ini, diharap jadi sebuah ruang diskusi. Kita semua harus kembali di jalan Pancasila, generasi milenial harus memiliki kekuatan ideologi pancasila. Dalam Pancasilan Indonesia bersatu berdaulant adil makmur.

Kemandirian dalam bidang ekonimi, budaya, kedaulatan dalam bidang politik. "Forum ini benar-benar jadi ruang sangat positif, untuk bangun ide dan gagasan untuk masa depan" kata Adi Kurniawan.

Arya Wedakarna menyampaikan saat ini momentum tetap untuk mengingat kembali apa yang disampaikan Bung Karno terkait Jas Merah, Jangan Sekali-kali melupakan Sejarah.

Kumpulkan pahlawan daerah untuk berkontribusi secara nasional. Pahlawan harus hadir ditengah masyarakat dan hadir dalam berbagai kesempatan, harus memiliki ilmu pengetahuan, pintar akademik dan moral.

"Revolusi penting, revolusi belum selesai. Berdikari dalam bidang ekonomi kita masih nol besar. Mulai dari sekarang, mulai dari yang kecil, tapi berpikir besar. Start Small Act Now Think Big." kata dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K).

Dokter Hasto menyampaikan banyak yang hal yang kecil-kecil yang berdampak besar. seperti membuat Perda Pendidikan Karakter, di Kulon Progo tidak ada hari minggu tanpa gotong royong. Setiap hari minggu bedah rumah. Ada yang bawa genting-kayu, mungkin tidak hafal pancasila tapi mengamalkan Pancasila dengan gotong royong. Karena inti pancasila adalah gotong royong.

Wempi Hadir menyampaikan pikiran baru sudah disampaikan oleh Arya Wedakarna M. Wedasteraputra dan dokter Hasto Wardoyo, dan Adi Kurniawan. 

"Pak Hasto harusnya jangan hanya di level Kulon Progo, tapi harusnya di level Nasional karena Pak Hasto inovatif dan berpikir out of the box" kata Wempi Hadir.

Wahyono salah seorang peserta menyampaikan Bupati dokter Hasto punya ide yang sudah diterapkan. Dedi juga menyatakan Bangga kedatangan dokter Hasto, dan merupakan sosok yang dinanti, dan menanyakan apa yang jadi latar belakang sikapnya.

Bupati Kulon Progo menyampaikan, kita bersatu dan tidak mencari musuh. Nilai kepahlawanan membutuhkan keikhlasan, kesederhanaan dan visioner. Apa yang digembleng dalam diri saya adalah nilai kemanusiaan bukan kekuasaan. Hanya yang mampu menghayati kemiskinan yang punya solusi dan inovasi.

Sasono Saputro menyampaikan, Ide Bupati Kulon Progo luar biasa, tapi sosialisasi dinilai sangat kurang. Perlu pengulangan 121 kali itu baru menancap. Bupati menyampaikan memang perlu sosialisasi perlu ke masyarakat.

(at@humaskp)