Malam Penutupan Hari Jadi Kulon Progo 2017

  • 30 Oktober 2017 09:11:09
  • 1623 views

WATES, Puncak peringatan Hari Jadi ke -66 Kabupaten Kulon Progo ditutup dengan pertunjukan Wayang Kulit di Halaman Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, pada hari Jumat (27/10) malam, dengan Dalang Ki Totok Hadi Sugito, yang mengambil Lakon : "*Gatot Kaca Mbangun Pringgondani". *

Hadir dalam Malam Penutupan Hari Jadi Kulon Progo ini, diantaranya adalah : Deputy III Kemenpora Bidang Pembudayaan Olahraga Republik Indonesia, Dr.Isnanta, Bupati, Wakil Bupati, Jajaran Pimpinan DPRD, Sekda, Asisten, staf Ahli, Unsur Forkopimda, dan Kepala OPD di Lingkungan Kabupaten Kulon Progo, Para Camat beserta Tokoh Masyarakat, Ulama, dan Para Tamu Undangan lainnya.

Dalam sambutannya, Deputy III Kemenpora Bidang Pembudayaan Olahraga, Dr.Isnanta, bahwa pihaknya sangat menyambut baik atas penyelenggaraan pertunjukan Wayang Kulit pada puncak acara Hari Jadi Kabupaten Kulon Progo pada tahun ini.

Isnanta menjelaskan, Wayang Kulit sebagai seni tradisi yang harus dilestarikan di Bumi Indonesia ini, dan pihaknya saat ini juga sedang menggalakkan olahraga tradisonal di tingkat Nasional.

"Dalam upaya mempersatukan rakyat dan bangsa di negara ini, diantaranya dapat melalui berbagai *event *nasional, salah satunya adalah Olahraga Tradisional yang sedang kami galakkan di lingkungan Kementerian Menpora, dan saya percaya Kabupaten Kulon Progo memiliki banyak Seni Tradisi yang dapat dikembangkan, seperti olahraga tradisional Nglarak Blarak yang sudah berhasil menjuarai pada event di tingkat Nasional." Ujar Isnanta.

Sementara itu, Bupati Kulon Progo, dr.H.Hasto Wardoyo Sp.OG (K), dalam sambutannya, merasa bangga dan memberikan apresiasi kepada semua pihak penyelenggara karena semua rangkaian kegiatan Hari Jadi Kulon Progo dapat berjalan dengan baik dan lancar.

Dokter Hasto menekankan, agar semua potensi yang ada di Kabupaten Kulon Progo dapat dikembangkan, karena melalui momen Hari Jadi Kulon Progo ini semua pihak harus bangkit ikut berperan aktif melaksnakan berbagai pembangunan dalam segala aspek kehidupan.

"Dan saya menilai kegiatan yang dilakukan sudah bagus, karena sudah menyangkut aspek ekonomi, seni budaya, sosial, pendidikan, dan olahraga baik itu olahraga secara umum maupun olahraga tradisional, seperti Jemparingan gaya Mataraman." Kata dokter Hasto

Lebih jauh, Bupati juga menyampaikan, pertunjukan seni dengan menabuh Gamelan selama 66 jam dan masuk dalam Rekor Muri merupakan prestasi yang menggembirakan.

"Kami sangat mengapresiasi kegiatan tersebut." Tegas Hasto.

Disisi lain, Hasto Wardoyo pada kesempatan ini mengatakan, bahwa Sumber Daya Manusia, Pembangunan infrastruktur, Produk Lokal, Pendidikan karakter, Seni Budaya, Pelayanan kesehatan masyarakat, tetap harus menjadi perhatian utama. Sehingga dapat mewujudakan kemandirian ekonomi, pelayanan kesehatan yang baik, dan memiliki seni budaya yang tersohor, serta budi pekerti yang baik bagi generasi penerus kita.

Pada Malam Puncak Penutupan Hari Jadi Kulon Progo ini, Hasto Wardoyo, mengajak kepada semua pihak, warga masyarakat Kabupaten Kulon Progo untuk mendukung Pembangunan Bandara Internasional Yogyakarta yang saat ini sedang berjalan.

"Belum lama ini warga terdampak Bandara, sebagian sudah melaksanakan "*Bedhol Dusun*" yang berarti satu persatu persoalan warga terkait dengan Pembangunan Bandara sudah dapat diselesaikan, dan kami mohon dukungan dari semua unsur terkait agar mereka cepat bisa menyesuaikan dengan kondisi yang baru." Pungkas dokter Hasto

Pada kesempatan ini, juga diberikan Piagam Penghargaan, Trophy dan Uang Pembinaan kepada 92 orang yang berhasil meraih kejuaraan pada lomba / kegiatan yang diadakan selama Hari Jadi berlangsung. (Humas KP)