Bupati Berharap Santri Harus Mandiri Secara Ekonomi

  • 23 Oktober 2017 08:17:00
  • 961 views

WATES, Upacara Hari Santri Nasional tingkat Kabupaten Kulon Progo, dipusatkan di Alun-alun Wates , pada hari Minggu (22/10) pagi.

Hadir Kepala Kemenag, Ketua DPRD, sejumlah pimpinan OPD, unsur Forkopimda, dan para Kyai se Kabupaten Kulon Progo serta ribuan santriwan dan santriwati dari berbagai Pondok Pesantren dan Masjid-masjid yang ada di Kabupaten Kulon Progo.

Bertindak selaku Inspektur Upacara, Bupati Kulon Progo, dr. H. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K). Dalam sambutannya, Hasto Wardoyo, mengatakan, pelaksanaan upacara Hari Santri Nasional ini dilandasi oleh Keputusan Presiden Nomor 22 Tahun 2015. Yang secara resmi ditetapkan sebagai "Hari Santri Nasional."

Keppres tersebut memberi pengakuan bahwa Ulama dan Santri Pondok Pesantren memiliki peran besar dalam perjuangan merebut kemerdekaan Republik Indonesia dan mempertahankan NKRI serta mengisi kemerdekaan.

"Penetapan Hari Santri ini sekaligus untuk mengenang, meneladani dan melanjutkan peran ulama dan santri dalam membela dan mempertahankan NKRI serta berkontribusi dalam pembangunan bangsa." Kata Hasto Hasto juga menyampaikan, Kami berharap dengan adanya "Hari Santri Nasional" ini, akan memperkuat semangat kebangsaan, mempertebal rasa cinta tanah air, memperkokoh integrasi bangsa, serta memperkuat tali persaudaraan untuk bersatu dalam keberagaman baik dalam suku, agama, maupun budaya.

Dihadapan ribuan santri Kabupaten Kulon Progo, Bupati Hasto, menekankan, para Santri harus mampu berdikari dan mandiri secara ekonomi, hidup sederhana dan membela produk sendiri dengan ikut mendukung serta menyukseskan program bela-beli Kulon Progo.

"Kita sudah merdeka secara politik, tetapi belum sepenuhnya merdeka secara ekonomi, karena masih ada ketergantungan dengan produk asing, oleh sebab itu, kami mengajak kepada para Santri di Kabupaten Kulon Progo untuk secara bersama-sama membuat produk makanan atau produk-produk lainnya secara mandiri. Seperti yang telah dilakukan oleh Pondok Pesantren Budi Mulya di Sentolo, mereka sudah memproduksi makanan dan sabun mandi sendiri. Dan hal ini bisa dilakukan oleh Pondok-pondok pesantren lainnya." Tegas dokter Hasto.

Selain itu, dalam sambutannya, dokter Hasto, juga menyampaikan, bahwa Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, saat ini sedang menggelorakan Perda dan Perbup tentang Pendidikan Karakter.

"Perbup tentang Pendidikan Karakter ini Insya Allah secara efektif akan berlaku mulai awal tahun 2018, diantaranya berisi tentang : pendidikan agama, etika, siswa SD dan SMP harus Khatam Al Qur’an, sopan santun, dan pengamalan Pancasila serta karakter semangat kebangsaan." Jelas dokter Hasto.

Dokter Hasto menilai, pelaksanaan pendidikan karakter yang paling sukses adalah di Pondok Pesantren. "Oleh sebab itu, dokter Hasto berharap Peringatan Hari Santri Nasional ini harus terus dilaksanakan." Pungkas dokter Hasto. (HUMAS KP)