40 Peserta Diklatpim Tingkat III Angkatan IX MA RI Benchmarking di Kulon Progo

  • 21 Agustus 2017 14:35:59
  • 1280 views

Diklat Kepemimpinan Tingkat III Angkatan IX Mahkamah Agung Republik Indonesia laksanakan Benchmarking di Kulon Progo. 40 (empat puluh) Peserta terdiri dari PT, PN, PA, PTA, PTUN dari berbagai wilayah di Indonesia melihat secara langsung berbagai inovasi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kulon Progo yang dipimpin oleh Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K).

Diketuai oleh Edi Yulianto,SH,MH. Kepala Bidang Penyelenggara Pusdiklat Manajemen dan Kepemimpinan Balitbang Diklat Hukum dan Peradilan Mahkamah Agung RI, rombongan Diklatpim diterima oleh Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K), di Ruang Sermo, Senin (21/8/2017).

Edi Yulianto,SH,MH, menilai luar biasa dan sangat tertarik dengan inovasi dan kebijakan yang dilakukan oleh Bupati Kulon Progo. Kunjungan Benchmarking Diklat Kepemimpinan Tingkat III Angkatan IX Mahkamah Agung Republik Indonesia dan Badan Peradilan dibawahnya Tahun 2017 ini sengaja ke Kabupaten Kulon Progo.

Seusai mendapat paparan dari Bupati Kulon Progo, menilai apa yang dilakukan oleh Bupati Kulon Progo luar biasa. Dan akan mengadaptasi sesuai inovasi terkait tugas pokok MA dalam rangka pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan.

"Tujuan kami peserta Diktapim Angkatan III MA ke Kulon progo tidak salah. Inovasinya sangat luar biasa, hingga dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat Kulon Progo, yang tadinya tahun 2012 tertinggal, sekarang masyarakat Kulon Progo yang sejahtera" kata Edi Yulianto,SH.MH.

"Kami akan mengadaptasi apa saja yang dilakukan oleh Bupati Kulon Progo ini, untuk disesuaikan inovasi-inovasinya dengan tugas pokok MA dalam rangka pelayanan kepada masyarakat pencari keadilan" tambah Edi Yulianto, SH.MH.

Salah seorang peserta Diklatpim Endri Novian,SE Sekretaris PN.Cibinong menyampaikan tujuan pelaksanaan Benchmarking ke Kulon Progo ini untuk mencari inovasi-inovasi yang dilakukan oleh pemerintahan Kabupaten Kulon Progo, menyatakan dapat membuka paradigma para peserta Diklatpim.

"Dan apa yang didapat saat ini adalah ternyata inovasi itu tidak hanya melulu melalui teknologi. Apa yang disampaikan oleh Bapak Bupati tadi benar-benar membuka paradigma kami peserta diklatpim III ini, bahwa Integritas dan Jiwa melayani serta apa yang dilakukan oleh Bapak Bupati itu luar biasa, suatu inovasi tidak hanya melulu teknologi" kata Endri Novian,SE bersemangat.

Edi Novian menjelaskan, dengan semua program-program kerakyatan, dan pro rakyat, serta tujuan akhirnya untuk kesejahteraan rakyat, hal tersebut benar-benar sangat menginspirasi. Dan menyampaikan terimakasih, dan benar-benar sangat bersyukur mendapatkan kesempatan berkunjung ke lokasi Benchmarking di Kabupaten Kulon Progo.

"Dan kami berharap apa yang dilakukan oleh bapak bupati ini bisa bisa dilaksanakan oleh Bupati Bupati lain, karena rakyat Indonesia bukan hanya yang di Kulon Progo saja, tapi saya sendiri yang dari Kabupaten Bogor berharap memiliki bupati yang seperti beliau" kata Endri Novian.

Sebelumnya, Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) menyampaikan Filosofi, tujuan, Langkah, strategi dan berbagai inovasi dalam membangun Kulon Progo. Antara lain langkah yang pertama dilakukan adalah membangun tim, visi bersama. Mempraktekkan dalam kebersamaan dalam gotong royong, mengembangkan rasa kepedulian sebagai pelayan, menghindari budaya saling menyalahkan. Dan mengadakan evaluasi secara periodik terkait capaian kinerja untuk program tahunan, program 100 hari kerja, dan program prioritas jangka panjang/ RPJMD.

"Kami terapkan Teori Comstat di Kulon Progo untuk capaian kinerja." Kata dokter Hasto.

Ditekankan juga Jika kebersamaan tinggi, maka capaian kinerjanya juga tinggi. Di Kulon Progo Kemiskinan menjadi musuh bersama. Di Kulon Progo Bela Beli Kulon Progo untuk membangun visi bersama. Ditanamkan juga untuk melawan teknologi asing dengan Ideologi (The New Patriotism and Nationalism of Indonesia).

(at@humaskp)