Kemerdekaan Tidak Hanya Terbebas dari Penjajahan Fisik

  • 18 Agustus 2017 14:54:16
  • 1047 views

Pada peringatan HUT Ke-72 Kemerdekaan Republik Indonesia Tahun 2017, Bupati Kulon Progo memaknai Kemerdekaan RI tidak hanya terbebas dari penjajahan fisik, kemudian berdaulat secara politik dan mempertahankan NKRI saja, tetapi juga harus mampu meraih cita-cita merdeka dalam bentuk lain.

"Kita masih terjajah secara ekonomi. Kita harus meraih cita-cita kemerdekaan itu dalam bentuk berdikari dalam bidang ekonomi, kita harus bisa membangun budaya yang berkepribadian Indonesia" kata Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) seusai Pelaksanaan Upacara peringatan detik-detik Proklamasi yang dilaksanakan di Alun-alun Wates (17/8/2017).

Cita-cita perjuangan saat ini dinilai belum selesai dan harus dituntaskan, seperti dalam bidang ekonomi dan bidang budaya membangun karakter bangsa. Berdikari dalam bidang ekonomi, aplikasinya seperti dengan Bela Beli Kulon Progo, bentuk aplikasi dari kemandirian dalam bidang ekonomi.

Sedangkan dalam bidang membangun budaya berkepribadian, yang sudah dilakukan antara lain dengan berbagai inovasi seperti dalam senam angguk, tidak mengadopsi senam dari tempat lain. Untuk kebanggaan daerah, senam di breakdown dari budaya sendiri. Ada juga Nglarak Blarak yang sudah juara di tingkat internasional, hal itu juga bagaimana menciptakan olahraga tradisional, tidak usah mengimpor dari asing.

"Implementasinya seperti itu, termasuk kita kemudian membuat Perda-Perda karakter, kita membuat ekstra kurikuler yang di dalamnya ada tentang Pancasila, tentang Kemataraman, kemudian tentang Religiusitas" kata dokter Hasto.

Wakil Bupati Kulon Progo Drs.H.Sutedjo dengan Upacara peringatan ini berharap generasi penerus bisa meneladani jiwa kejuangan para pendahulu. Harus bisa merefleksikan apa yang sesungguhnya diharapkan oleh para pendahulu.

"Anak muda sekarang, alhamdulillah sudah mulai bisa menghayati itu, dan ketika melihat bendera merah putih, mengikuti upacara, menyanyikan lagu kebangsaan indonesia raya, bagaimana dada kita itu ada bedanya atau biasa-biasa saja. Ini yang harus kita tanamkan kepada generasi muda kita." Kata Wakil Bupati.

Sehingga pemuda bisa betul-betul menghayati apa yang sudah diperjuangkan oleh pendahulu. Generasi muda bisa merasakan hal itu, akhirnya anak kita bisa menerima estafet kepemimpinan, demi keberlanjutan kesinambungan perjuangan bangsa.

(at@humaskp)