Bupati Kulon Progo Bersama Kpwbi DIY Lakukan Tanam Bawang Merah

  • 15 Agustus 2017 09:40:28
  • 1059 views

Pemerintah Kabupaten Kulon Progo bersama berbagai pihak terus menerus melakukan pembenahan sistem pertanian dan tata niaga bawang merah yang ada di Kulon Progo, agar dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bawang merah merupakan bahan kebutuhan pokok yang penting, karena salah satu yang ikut mempengaruhi inflasi dan sensitif terhadap inflasi. Sehingga harus ditangani secara komprehensif.

Dalam rangka pengembangan klaster bawang merah Kabupaten Kulon Progo, bertempat di Bulak Srikayangan, Senin (14/8/2017), Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) bersama Kepala KPwBI (Kantor Perwakilan Bank Indonesia) DIY Budi Hanoto, Ketua DPRD Kab Kulon Progo Akhid Nuryati,SE, Ka Dinas Pertanian dan Pangan DIY dan beberapa SKPD terkait, melakukan tanam bawang merah bersama.

Seusai penanaman, Bupati meresmikan Laboratorium Mini Starter MA-11 Kelompok Tani Sido Makmur Srikayangan di Dusun Klumutan Srikayangan Sentolo yang merupakan bantuan program sosial dari Bank Indonesia.

Setelah tahun lalu membantu demplot bawang merah lokal dan pembuatan Gudang Benih, tahun ini Bank Indonesia membantu Pendaftaran varietas lokal Srikayangan, Demplot Perbenihan Bawang Merah Lokal Ramah Lingkungan seluas 1 (satu) Ha, dan Pembangunan Laboratorium Mini Stater MA-11.

Kepala KPwBI (Kantor Perwakilan Bank Indonesia) DIY Budi Hanoto menyampaikan, Bank Indonesia begitu peduli terhadap bawang merah karena merupakan salah satu Kebutuhan pangan pokok yang memang harus dikendalikan harganya.

"Oleh karena itu bi sangat peduli terhadap produksi, terhadap harga, terhadap pasokan, baik dari hulu sampai hilir" kata Budi Hanoto.

Oleh karena itu BI sudah memberikan ke kelompok Tani sido Makmur pada tahun 2016 gudang benih dan sehingga produksi bawang merah diharapkan semakin lama semakin meningkat.

"Tahun 2017 ini mencoba meningkatkan kapasitas produksi tapi dengan kualitas yang lebih baik, yang lebih ramah lingkungan, untuk itu kami setelah melakukan diskusi, identifikasi permasalahan, kami ingin membantu dalam hal ini membangun laboratorium mini starter MA-11" tambah Budi Hanoto.

Laboratorium ini dinilai sangat penting sekali, karena dalam hal pembenihan, laboratorium akan berfungsi untuk menjamin suatu kondisi benih yang berkualitas tinggi dan organik, mempunyai fungsi mikroba aktif dan pestisida ramah lingkungan.

BI juga akan kembangkan lagi dan menggali potensi yang ada, sehingga bisa mengendalikan harga dengan tunda jual, mengatur mekanisme, dari benih, dari produksi, dari sisi marketingnya.

"Jika sudah bagus hilirisasi, kita harus atur lagi mekanismenya agar harga bisa dipatok, dengan tunda jual agar harga bisa stabil" jelas Budi Hanoto.

Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) menyampaikan terima kasih kepada Bank Indonesia yang sudah membantu, dan meminta masyarakat bisa menggunakan dengan sebaik-baiknya.

Dokter Hasto bercita cita dalam program 100 hari kerja menambah luasan tanam bawang merah sampai 300 Ha se Kulon Progo dengan mengoptimalkan bendungan dan saluran yang ada. Meskipun kendala utama saat ini pada air, harus maksimalkan waduk yang ada, untuk membangun saluran sekunder dan tersier master plan sudah, namun saat ini belum ada anggaran.

Dokter Hasto menyampaikan, bawang merah penting karena salah satu yang ikut mempengaruhi inflasi, sensitif terhadap inflasi. Dan masyarakat perlu menggunakan sistem tunda jual.

 

Sebelum penanaman bawang merah, Wakil Bupati Kulon Progo Drs.H.Sutedjo melakukan penanaman pohon di halaman Balai Desa Demangrejo Sentolo bersama I Ketut ketua Banteng Rider sebuah organisasi barisan penegak bela bakti bangsa yang dibentuk tahun 2011 di Papua.

(at@humaskp)