Didik Anak Berbudi Luhur, Pemkab Gelar Festival Langen Carita

  • 08 Agustus 2017 14:59:58
  • 1754 views

Dalam rangka membangun, mendidik anak agar dikemudian hari menjadi anak yang berbudi luhur, paham terhadap budaya dan mencintai budayanya sendiri, Pemerintah Kabupaten Kulon Progo gelar Festival "Langen Carita".

Setidaknya 600 orang siswa/siswi SD/MI tergabung dalam kelompok/group yang merupakan perwakilan dari masing-masing UPTD PAUD dan Dikdas Kecamatan se-Kabupaten Kulon Progo.

Wakil Bupati Kulon Progo Drs.H.Sutedjo secara resmi membuka festival dengan memukul kenong di Gedung Kesenian Wates, Selasa (8/8), Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kulon Progo Ponimin Budi Hartono,SE, Kepala Dinas Kebudayaan Kulon Progo Drs. Untung Waluyo, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga, Camat Wates, dan disaksikan Kepala OPD, tamu undangan dan masyarakat.

Festival akan dilaksanakan selama 2 (dua) hari sampai dengan Rabu (9/8) dengan menampilkan perwakilan dari 12 (dua belas) kecamatan.

Wakil Bupati menyampaikan, bahwa ada kecenderungan saat ini seni permainan (dolanan) anak-anak kian lama kian berkurang, dan semakin tidak dikenali oleh anak-anak masa kini. Oleh karena itu, dengan adanya Festival *Langen Carita* yang digagas dan dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan ini diharapkan dapat menjadi langkah positif dalam upaya memperkenalkan dan menanamkan budaya pada anak-anak sejak usia dini.

"Kami bangga karena pada festival kali ini banyak mengangkat cerita-cerita lokal atau daerahnya sendiri, sehingga akan semakin menambah kecintaan terhadap daerah sendiri" kata Wakil Bupati.

Wabup juga berharap *Langen Carita* merupakan salah satu pertunjukan seni budaya yang dapat membentuk karakter anak didik, untuk mengetahui dan menghayati budayanya sendiri sehingga mereka merasa tidak asing dengan budayanya sendiri.

Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo Drs.Untung Waluyo menyampaikan, tujuan kegiatan ini untuk menggali, membina, mengembangkan, dan melestarikan kesenian khususnya "Langen Carita".

"Dengan *Langen Carita* ingin membangun, mendidik anak agar berbudi luhur" kata Kepala Dinas Kebudayaan Kabupaten Kulon Progo Drs.Untung Waluyo.

Di samping itu juga diharapkan untuk meningkatkan kecintaan terhadap seni tradisi khususnya "Langen Carita" pada generasi muda dalam upaya memperkokoh benteng budaya agar mampu menahan arus modernisasi dan globalisasi.

Dengan seni pertunjukan "Langen Carita" ini juga sebagai media pendidikan karakter budaya khususnya pada anak dan remaja yang dapa memacu timbulnya perbaikan perbaikan nilai sosial dan kultural baik yang bersifat individu maupun bersifat sosial, untuk membangun peradaban yang lebih baik.

"Dengan Tema Kepahlawanan atau Perjuangan dengan sumber cerita, Cerita rakyat Kulon Progo, Mutiara Perjuangan Bukit Menoreh" kata Drs.Untung Waluyo.

Drs.Untung Waluyo juga memiliki harapan anak-anak di Kulon Progo rajin ibadah, berbakti kepada orang tua, menanamkan jiwa gotong royong, menjauhi alkohol dan minuman keras, memupuk jiwa patriot untuk mewujudkan manusia yang berbudi luhur.

Adapun Dewan Yuri diambil dari Akademisi, praktisi dan seniman yang memiliki keahlian di bidangnya serta diakui keberadaannya oleh masyarakat seni, yang akan memberikan penilaian dan catatan bersifat evaluasi untuk menentukan pemenang, antara lain Drs.Trustho,M.Hum dari ISI Yogyakarta, Dr.Kuswarsantyo,M.Hum. dari UNY, Drs.Sunardi dari SMKI Yogyakarta, R.Agus Sutata Wartawan, dan L.Sujatmiko Edy P.SSn. dari Dinas Kebudayaan Kulon Progo.

Peserta yang pentas pada hari Selasa, (8/8) adalah Galur dengan lakon "Ngrawa Sari", Temon "Ngesat Rawa Pasanggrahan", Wates "Dumadine Desa Kaligintung", Wates "Dumadine Desa Kaligintung", Sentolo "Pangeran Adikarta", Girimulyo "Asal-usul Pepundhen Jahro" dan dari Kalibawang dengan lakon "Nyi Ageng Serang".

Sedangkan untuk yang tampil pada Rabu, (9/8) adalah dari Panjatan dengan lakon "Sendang Clereng", Nanggulan "Suroloyo", Kokap "Ki Gonotirto", Pengasih "Sendang Clereng", Lendah "Babad Alas Lendah", dan dari Samigaluh dengan lakon "Kertaita".

Kepada para pemenang diberikan Penghargaan berupa trophy, piagam dan uang pembinaan. Penyaji terbaik I diberikan uang pembinaan sebesar Rp. 10 juta, dan berhak mewakili Kabupaten Kulon Progo untuk maju ke Tingkat DIY pada tanggal 24 September 2017.

Untuk Penyaji Terbaik II dengan uang pembinaan Rp. 9 juta. Penyaji terbaik III uang pembinaan Rp. 8,5 juta. Penyaji Terbaik IV uang pembinaan Rp. 7,5 juta. Penyaji Terbaik V uang pembinaan Rp. 7 juta.

Dalam kesempatan itu juga akan dipilih Sutradara Terbaik, Penata Iringan Terbaik, Penata Artistik Terbaik, Penata Rias dan Busana Terbaik, Peran Utama Pria Terbaik, Peran Utama Pria Terbaik, Peran Utama Wanita Terbaik, Peran Pembantu Pria Terbaik, Peran Pembantu Wanita Terbaik.

(at@humas)