WTT, Bupati dan BPN sama-sama ingin segera selesaikan masalah

  • 07 Agustus 2017 15:07:10
  • 1374 views

Pada pertemuan antara Bupati Kulon Progo, BPN dan WTT yang dilaksanakan di Rumah Dinas Bupati Kulon Progo dibahas dan disepakati berbagai permasalahan terkait dengan percepatan proses penyelesaian pengadaan tanah bandara.

WTT (Wahana Tri Tunggal) yang dipimpin oleh Kelik Martono yang sebelumnya menolak keras proses pengadaan lahan tanah bandara, pada pertemuan yang dilaksanakan Senin (7/8/2017) ini menyatakan siap membantu mensukseskan agenda pengukuran dan penilaian aset warga.

Kelik berharap dalam program 100 hari kerja Bupati ini, persoalan warga WTT bisa terselesaikan semaksimal mungkin. Seperti permohonan warga WTT untuk pengukuran blok, penilaian aset, tanaman, rumah baik hak milik maupun yang di tanah PAG.

"Kami warga siap membantu mensukseskan agenda pengukuran dan penilaian ini demi kita semua. Njenengan yang kemarin kita kejar-kejar jangan takut, kami akan melayani dan membantu menunjukkan" kata Kelik Martono.

Kelik juga menyatakan segera mengakhiri keangkuhan dan kecerobohan selama ini, dan menyampaikan terima kasih atas usaha bapak Bupati dan jajarannya, dan warga hanya bisa mendoakan semoga bupati selamat sejahtera dan dapat memimpin Kulon Progo ini dengan baik dan sejahtera.

Pada pertemuan yang dipimpin oleh Bupati Kulon Progo dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K), ASSDA II Triyono beserta jajaran OPD, Kepala Kanwil BPN Propinsi DIY Ir.Perdananto Ariwibowo, Kepala BPN Kulon Progo beserta jajaran, juga dihadiri oleh Kelik Martono Ketua WTT beserta puluhan warga WTT yang meminta tanah dan asetnya yang untuk segera dilakukan pengukuran dan pendataan.

Dihadapan warga WTT, Bupati menceritakan bagaimana proses dan lika liku dalam mengurus pengadaan tanah bandara dan koordinasi dengan berbagai kementerian, sampai relokasi warga, tetapi semua dilakukan dalam rangka melayani warga.

Bupati Kulon Progo Dokter Hasto dalam kesempatan tersebut menyampaikan terima kasih kepada Kelik Martono dan kepada warga WTT yang sudah secara jujur menyampaikan apa adanya kepada Bupati terkait permasalahan warga dan permasalahan teknis yang ada di lapangan pada saat proses pengadaan lahan.

"Terima kasih sekali pak Kelik Martono, sangat jujur dan sangat luhur menurut saya" kata Bupati.

Ditambahkan, terkait hal teknis, yang disampaikan warga jika dikomunikasikan akan dapat segera diselesaikan, karena masing-masing sudah *lego musuh terimo*. dan tetap tunduk pada aturan yang ada, dan akan diselesaikan secepatnya.

"Dan In Sya Alloh kita semua lurus, karena legan golek momongan kalau hari gini ada sikap-sikap yang sifatnya nylekuthis" tambah Bupati.

Bupati juga tidak menyalahkan jika dahulu warga saat belum menerima, bukan karena salah warga tapi karena pertimbangan banyak dan belum diketahui *mengko njuk piye*, dan banyak yang belum tahu.

Dan kepada yang sebagian kecil warga yang saat ini masih ada warga yang belum menerima, sekitar 14 (empat belas warga), Bupati akan mengundang warga atau akan mendatangi untuk dilakukan pendekatan.

Kepala Kanwil BPN Propinsi DIY Ir. Ariwibowo menyampaikan, setelah pertemuan akan berkumpul di kantor pertanahan merencanakan kegiatan berikutnya, mana saja yang belum diukur dan belum didata, secepatnya dilakukan pendataan, sehingga hasilnya bisa diproses berikutnya.

"Secepatnya, mudah-mudahan bisa dilakukan dalam bulan ini, mudah-mudahan." Kata Ariwibowo.
(at@humas)