PEMBUKAAN FESTIVAL DAN OLIMPIADE ABK

  • 20 Juli 2017 08:22:30
  • 1754 views

WATES, Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS2N), Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN), Festival Inovasi Kewirausahaan Siswa Indonesia (Fiksi) Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus Tahun 2017 bagi anak berkebutuhan khusus tingkat DIY, kali ini digelar di Alun-alun Wates Kabupaten Kulon Progo, pada hari Rabu (19/7).

Sebanyak 5 Kontingen masing-masing dari Kabupaten Kulon Progo, Kabupaten Sleman, Kabupaten Bantul dan Kabupaten Gunung Kidul serta Kota Yogyakarta telah mengirimkan pesertanya ke Kabupaten Kulon Progo untuk mengikuti acara pembukaan.

Acara dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Daerah Istimewa Yogyakarta Drs. R. Kadarmanto Baskoro Aji, bersama pejabat dan unsur terkait yang ditandai dengan pelepasan burung merpati.

Pejabat lain yang hadir diantaranya Kasubdit Kelembagaan dan Peserta Didik Direktorat Pembinaan Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus (PKLK) Kemendikbud RI, Dr.Sanusi, M.Pd; Staf Ahli Bupati Kulon Progo, Bidang Kemasyarakatan dr.Lestaryono, M.Kes, Unsur Forkopimda Kabupaten Kulon Progo, Direktur BPD DIY Cabang Wates, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Kulon Progo Drs. Sumarsana, dan Camat setempat, Ir. Hj. Aspiyah, M.Si.

Dalam sambutannya, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY, Drs. R. Kadarmanto Baskoro Aji, mengatakan, Kegiatan Olimpiade, Festival dan Lomba Pendidikan Khusus dan Layanan Khusus bagi anak berkebutuhan khusus ini merupakan momentum untuk memberikan dorongan kepada anak di tingkat Sekolah Luar Biasa (SLB), sehingga tidak ada satupun anak yang tidak termotivasi untuk meraih prestasi dibidang masing-masing. Pada Akhirnya anak tersebut akan bisa mandiri dalam kehidupan sehari-hari.

"Sebetulnya kegiatan olimpiade baik itu olahraga, festival seni dan sejenisnya itu digelar disemua jenjang sekolah, tetapi khusus untuk kegiatan kali ini diperuntukkan bagi anak berkebutuhan khusus yang tentunya memiliki tujuan yang berbeda, yaitu lebih memandirikan anak, baik dari sisi kehidupan sehari-hari, maupun kehidupan sosial lainnya dengan memberikan bekal dan motivasi kepada mereka." Jelas Kadarmanto.

Kadarmanto menambahkan melalui kegiatan ini Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) juga dilatih untuk menanamkan rasa sportivitas, jujur, dan saling menghargai diantara mereka.

Lebih jauh Kadarmanto, menjelaskan, terkait dengan pemerataan pendidikan bagi ABK pihaknya sudah memberi fasilitas kepada mereka, tetapi jika masih ada yang belum diperhatikan, pihaknya sudah mendeteksi jumlah ABK yang ada dan mengajurkan kepada para orang tuanya supaya tidak malu-malu untuk memasukkan mereka ke sekolah yang telah disediakan dengan berbagai fasilitasnya.

"Kami sudah beri kesempatan kepada ABK untuk masuk sekolah SLB atau Sekolah Reguler dalam bentuk pendidikan inklusi, dengan harapan tidak ada satupun Anak Berkebutuhan Khusus yang tidak mengenyam pendidikan atau sekolah. Oleh  karena itu, dengan adanya kegiatan ini dapat menggugah orang tua dari ABK untuk menyekolahkan mereka.

Sementara itu, Kasubdit. Kelembagaan dan Peserta Didik Direktorat Pembinaan PKLK Kemendikbud RI, Dr. Sanusi, M.Pd, dalam sambutannya, menyampaikan, kegiatan ini sudah sesuai dengan amanat Undang-Undang nomor 20 tahun 2003, tentang sistem pendidikan nasional.

Dalam Undang-undang tersebut disebutkan, sistem pendidikan nasional harus mampu memberikan kesempatan pemerataan pendidikan, peningkatan mutu pendidikan, relevansi dan efisiensi untuk menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan pendidikan lokal atau nasional, sehingga perlu dilakukan pembaharuan pendidikan secara terencana dan berkesinambungan.

"Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menanamkan penguatan pendidikan karakter melalui 4 aspek yaitu : olah pikir, olah hati, olah rasa, dan olahraga. Sehingga terwujud pendidikan yang religius, nasionalis, gotong royong, mandiri dan berintegritas." Jelas Sanusi.

Kegiatan Olimpiade, Festival dan Lomba pendidikan khsusus dan layanan khusus ini sebagian sudah dilaksanakan, dan sebagian baru dilaksanakan di Kulon Progo setelah acara pembukaan.

Menurut Ketua penyelenggaraa, Nasocha Surya Dinata, SIP, M.Sc, kegiatan Olimpiade, Festival dan Lomba Pendidikan Khusus dan layanan khusus tingkat DIY tahun 2017 ini, meliputi :

1. Lomba Liberasi diikuti 17 peserta dan sudah dilaksanakan pada tanggal 21 Maret tahun 2017, meliputi : bercerita, mensarikan buku, penulisan kreatif, lomba cipta dan baca puisi.

2. Lomba ABK Berseri diikuti 12 Siswa, dan sudah dilaksanakan pada tanggal 22-23 Maret 2017, meliputi : lomba membuat sarana informasi; kampanye dengan membuat poster tentang hidup bersih, sehat, stop narkoba; membuat tulisan cerita tentang hidup bersih, sehat dan stop narkoba; serta lomba tata kelola UKS menuju ABK Berseri.

3. Lomba Ketrampilan Siswa, diikuti 41 Siswa dan sudah dilaksanakan pada tanggal 12-13 Juli 2017, dengan cabang lomba : Tata Boga, Menjahit, Membatik, Rangkai Bunga, Kecantikan, Kreasi barang bekas, dan IT.

4. O2SN diikuti 40 Siswa, dilaksanakan setelah acara pembukaan, yang meliputi lari 80 dan 100 meter, Catur, Bulutangkis, dan Balap Kursi Roda.

5. FLS2N diikuti 39 siswa, dilaksanakan setelah acara pembukaan, yang meliputi : Melukis, Desain Grafis, Menari, Pantomim,Menyanyi Solo, dan MTQ.

6. Lomba FIKSI, diikuti 5 Kabupaten dan Kota di DIY. Pada kesempatan ini juga dipersembahkan persembahkan Pentas Kolosal Kulon Progo *The Jewel Of Java *oleh MGMP Seni Budaya SLB Kulon Progo.

(HUMAS - KP)