Nyadran Agung Media Silaturahmi Warga Kulon Progo

  • 22 Mei 2017 08:32:17
  • 1292 views

Keguyuban, persatuan, kesatuan dan keakraban tampak saat pelaksanaan Nyadran Agung Kabupaten Kulon Progo yang dilaksanakan di Alun-alun Wates, Sabtu (20/5/2017). Masyarakat dari berbagai lintas agama, lintas wilayah bersatupadu mendoakan para leluhur agar diberikan kedamaian dan mendoakan Kulon Progo agar menjadi negeri yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghofur, negeri yang Gemah Ripah Loh Jinawi Tata Tentrem Kerta Raharja.

Masyarakat yang tingggal di Kulon Progo dan Warga Kulon Progo perantauan yang pulang kampung, dari berbagai lintas agama, dari berbagai lintas strata sosial dan profesi, berkumpul bersatu padu, bersama berdoa bersama-sama.

Rangkaian acara Nyadran Agung dimulai dengan Mujahadah pada Jumat malam Sabtu (19/5), dilanjutkan Kirab Gunungan dan Puncak Acara Nyadran Agung dilaksanakan di Alun-alun Wates, dan ditutup pementasan wayang kulit oleh Dalang Cilik Hilmi dari Sogan dan Dalam Ki Sumono dari Kalibawang, Sabtu (20/5).

Saat Mujahadah diikuti Kiai dan 500 santri dari berbagai Pondok Pesantren di Kulon Progo, Ka. OPD dan Masyarkat. Zikir dan Doa dipimpin oleh Mas Bedono Pujo Hastono Wasiludin untuk Pengajian diisi oleh KH.Jadul Maula dari Ponpes Kaliopak.

Mas Bedono Pujo Hastono Wasiludin menyampaikan melaui Mujahadah ini mendoakan leluhur yang sudah meninggal, mendoakan diri sendiri agar panjang umur selamat dunia akhirat, mendoakan bangsa dan warga Indonesia agar tetap memegang tegus Pancasila dan UUD 1945. Umat Islam di Indonesia tetap menjadi umat dengan Akhlakul Karimah. Dan siap lahir batin untuk melanjutkan perjuangan untuk menjadikan negeri yang Baldatun Thayyibatun Wa Rabbun Ghofur.

Drs.KH.Jadul Maula dari Ponpes Kaliopak menyampaikan, para Ulama dahulu selain mengajarkan Rukun Iman, Rukun Islam juga mengajarkan Rukun Sosial supaya masyarakat hidup dalam tatanan negara yang kuat bersatu.

Gunungan dari Kecamatan dan BUMD dan dari masyarakat dikirab dari Halamatn DPRD Kabupaten Kulon Progo menuju Alun-alun Wates, diiringi bregodo.

Upacara Nyadran Agung diawali acara Atur Lung Tinampi Rangken Upacara Nyadran kepada Pj. Bupati Kulon Progo yang dalam hal ini diwakili oleh Assda I Arif Sudarmanto,SH, dilanjutkan Sambutan Pj. Bupati Kulon Progo, Sambutan perwakilan Bakor PKP (Badan Koordinator Paguyuban Kulon Progo) H.Amir Haryono,SPd. Sambutan Gubernur DIY disampaikan oleh Asisten Keistimewaan Setda DIY Dr.Ir.Didik Purwadi,M.Ec, Doa bersama dipimpin oleh Sihabudin. Seusai Doa warga berebut mengambil gunungan.

Kepala Dinas Kebudayaan Kulon Progo menyampaikan, dengan Nyadran Agung ini menjadi ajang ngumpulke balung pisah antara warga Kulon Progo dengan warga Kulon Progo yang di perantauan. Karena warga perantauan dapat pulang bersama, bersatu lagi dengan warga Kulon Progo.

"Nyadran Agung juga menjadi bagian tak terpisahkan dari Keistimewaan Yogyakarta" kata Drs.Untung Waluyo.

Gubernur DIY diwakili Asisten keistimewaan DIY Ir Didik Purwadi menyampaikan, Nyadran tidak hanya reresik makam dan mendoakan leluhur, tetapi dapat sebagai sarana silaturahmi keluarga dan jadi alat Transformasi Sosial, sarana Gotong Royong, Guyub rukun. Dapat jadi alat kerukunan, menjadikan negara ayem tentram.

Seusai doa bersama, masyarakat antusias mengikuti jalannya Nyadran Agung hingga selesai. Masyarakat juga antusias bersalaman dengan hadirnya Bupati dan Wakil Bupati Terpilih, dr.H.Hasto Wardoyo,Sp.OG(K) dan Drs.H.Sutedjo.
(at@humaskp)