BBGRM di Kecamtan Galur

  • 18 Mei 2017 13:03:19
  • 1243 views

Kunjungan Tim Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat selain meninjau hasil pembangunan dan kegiatan gotong royong masyarakat, juga untuk memantau dan mengevaluasi pembangunan yang sedang dilakukan, dan sebagai perencanaan

pembangunan berikutnya sebagai solusi permasalahan yang ada.

"Tidak hanya melihat pembangunan, gotong royong dan swadaya masyarakat tapi kami bersama OPD juga melihat, mencatat, mendiskusikan mencari solusi permasalahan yang ada dilapangan dan dibahas di tingkat Kabupaten" kata Assda I Arif Sudarmanto,SH yang mewakili Pj Bupati Kulon Progo, seusai melakukan kunjungan BBGRM (Bulan Bakti Gotong Royong Masyarakat XIV dan Hari Kesatuan Gerak PKK ke-45 di Kecamatan Galur.

Salah satu permasalahan yang ada di Galur dan perlu dicarikan solusi adalah terkait tanggul dan pintu air kali Ceme. Setiap musim hujan, saat hujan lebat selalu menjadi masalah karena mengakibatkan lahan pertanian tergenang, sehingga petani tidak panen.

"Sehingga, jika hujan berakibat petani tidak bisa panen" kata Latnyana,SAg,MM.dihadapan Assda I, Kepala OPD, Muspika, Kepala Desa se-Galur, dan masyarakat .

Latnyana menyampaikan dengan kunjungan tim BBGRM dan HKG PKK ini dapat membawa manfaat yang besar, dan memberikan semangat warga untuk membangun dan terus bergotong royong.

Pada BBGRM XIV dan HKG PKK ke-45 di kecamatan Galur yang dilaksanakan Rabu, (17/5/2017), selain meninjau pembangunan dan gotong royong masyarakat, juga dilakukan beberapa penyerahan bantuan, antara lain yang rumahnya terkena bencana alam, warga yang mengalami kecelakaan, bantuan rehab mushola dan lain-lain.

Pembukaan dilaksanakan di Balai Desa Tirtorahayu dan ditutup di Balai Desa Kranggan. Adapun yang dilakukan peninjauan antara lain meninjau kerja bakti tanggul dan pintu air kali ceme di Patuk Tirtorahayu. Peresmian cor blok jalan dan meninjau gotongroyong Bedah Rumah bapak Musliman di Pedukuhan Patuk Tengah Tirtorahayu. Peresmian Wikel Bulak Ngarengan Kelompok Tani Harapan Gapoktan Manunggal di Pandowan. Meninjau jaringan irigasi Lor Diren P3A Ngudi Rahayu di Brosot. Meninjau kerja bakti rabat beton Pedukuhan dalem Karangsewu

Meninjau rabat beton Pedukuhan Kempleng Barongan Karangsewu. Meninjau rabat beton Pedukuhan Kempleng-Barongan Karangsewu. Meninjau rabat beton KOAR Ped. 6 Gandu dan Ped. 7 Nampan. Pemasangan bata pagar jembatan Balai Desa Nomporejo. Pemasangan mustaka Mushola, peresmian gedung LKM, Karang Taruna, rumah penjaga malam di kompleks Balai Desa Banaran. Meninjau gotongroyong bangket galeng gede di Kranggan Kulon.

Latnyana menambahkan, sebenarnya Galur punya potensi yang bisa dikembangkan, sebagai pintu gerbang Kulon Progo dari arah Bantul. Di Banaran punya Laguna yang bisa dikembangkan untuk pariwisata.

Kepada masyarakat Galur, Latnyana mengajak masyarakat untuk Mandiri, tetap menggalang persatuan dan gotongroyong, serta meninggalkan ego sektoral.


Kades Banaran Haryanto,SH juga menyampaikan berbagai pembangunan yang sudah dilakukan baik infrastruktur maupun nonfisik yang sudah dilakukan untuk membangun desanya.

Kegiatan infrastruktur baik yang sudah dilaksanakan maupun yang sedang dilaksanakan seperti Rehab Poskesdes, Pembangunan Ruang PKK Desa Banaran, Rehab Mushola, Rehab Mamar Mandi dan Tempat Wudhu, Tempat Parkir, Pembangunan Ruang Karang Taruna, Pembangunan Ruang BUMDes, Ruang Penjaga malam balai desa.

Untuk pembangunan non fisik, antara lain terus menjaga semangat perangkat desa untuk terus membangun desa, melakukan rotasi beberapa perangkat desa untuk melakukan penyegaran sesuai dengan kemampuan dan potensi masing-masing, sehingga dapat melakukan percepatan pembangunan.
(at@humaskp)