408 Warga Kulon Progo Terima BSPS Tahun 2017.

  • 09 Mei 2017 15:39:41
  • 1750 views

BSPS kepada 408 Warga Kulon Progo senilai Rp. 5.745.000.000,- secara resmi diberikan. Penyerahan secara simbolis dilakukan oleh Pj.Bupati Kulon Progo Ir.Budi Antono,MSi kepada Ngatinah, Jumari dan Ngadat di Balai Desa
Jatimulyo, Selasa (9/5/2017).

Dalam penyerahan ini selain disaksikan Kepala PPK BSPS Sudarno, Camat Girimulyo Purwono,SSos, Kepala Dinas PU Ir.Sukoco, dari Bank Tabungan Negara (Persero), Muspika, Pemerintah Desa Jatimulyo, beserta masyarakat penerima BSPS.

Penyerahan kepada warga Kulon Progo dilakukan serentak di Balai Desa penerima BSPS (Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya), sedangkan secara simbolis penyerahan oleh Penjabat Bupati dilakukan di Balai Desa Jatimulyo, diserahkan kepada Ngatinah dari Jonggrangan, Jumari dari Pringtali, dan Ngadat dari Gunungkelir.

Dengan bantuan BSPS ini, diharapkan dapat merangsang masyarakat berpenghasilan rendah agar bersemangat membangun rumahnya yang belum layak huni menjadi rumah layak huni.

Seusai penyerahan, Budi Antono, merasa bangga karena warganya telah menerima BSPS dan merenovasi rumahnya. Mewakili masyarakat dan Pemkab Kulon Progo, Budi Antono menyampaikan terimakasih ke Kementerian PU Perumahan Rakyat, atas program yang diberikan kepada masyarakat Kulon Progo.

"Bantuan jauh dari sempurna, tapi yang kami lihat perhatian Pemerintah Pusat" kata Budi Antono.

Menyikapi bantuan yang diberikan ini, harus ada semacam kontribusi yang lain dan jangan hanya "njagakke ndoke blorok" menunggu bantuan. Ada sekitar Rp.5 miliar yang diberikan ke masyarakat Kulon Progo. Dan di Kabupaten Kulon Progo sudah punya gerakan hampir sama, yaitu gerakan bedah rumah yang dilaksanakan setiap Minggu, dengan slogan Gentong rembes, ada BBGRM , Bela Beli Kulon Progo.

"Saya harap dengan bantuan ini jangan hanya perhatian sesaat" tambah Budi
Antono.

Kades Jatimulyo Anom Sucondro atas nama warga menyampaikan terimakasih atas bantuan, sehingga mendapat 114 unit membantu rumah tidak layak huni. Bantuan ini sangat bermanfaat.

Disampaikan, dari Pemerintah Desa berpikir, yang akan menerima bantuan tidak hanya dilihat dari layak atau tidak rumahnya, tetapi juga yang mendapat dukungan keluarga terdekat, dan dukungan dukungan Brayat/ keluarga besarnya, dan jelas status kepemilikan lahannya, agar proses pembangunan dapat lancar.

"Sampai dengan hari ini program berjalan lancar dan kami berdoa lancar
semua" kata Anom Sucondro.

Anom Sucondro mengajak warganya mensyukuri bantuan meskipun belum mencukupi. Dan jika ada kesulitan disampaikan melalui jalur yang benar seperti melalui pendamping.

Kepala Satker BSPS yang diwakili Sudarno penyampaian bantuan ditandai dengan penyerahan buku tabungan BSPS ini sebagai perangsang dan contoh agar masyarakat bersemangat membangun rumahnya sendiri, kadang RTLH di desa bukan berarti warga tidak bisa membangun. Rata-rata setelah dibantu bisa menghasilkan swadaya yang cukup tinggi nilainya.

"Biasanya punya tabungan seperti jati, lembu,sapi kambing. Bisa sadarkan masyarakat agar bisa membangun rumahnya semakin layak" kata Sudarno.

Koordinator Fasilitator BSPS Kabupaten Kulon Progo Budi Tryhartanto menyampaikan, 408 KK penerima adalah Masyarakat Berpenghasilan Rendah yang rumahnya tidak layak huni, punya tanah sendiri, punya keluarga/ ahli waris.

"Ada 3 kriteria, untuk yang kategori Ringan mendapat Rp.7,5 juta, Sedang 10
juta, dan Berat 15 juta" kata Budi Tryhartanto.

Untuk tahun 2017 ini penerima BSPS di Kulon Progo di 3 (tiga) Kecamatan, Kalibawang, Girimulyo dan Galur. Meliputi 7 (tujuh) desa, di Kalibawang, Desa Banjaroyo dan Banjarharjo. Di Girimulyo, Desa Giripurwo, Purwosari, Jatimulyo. Di Galur desa Tirtorahayu dan Karangsewu.

Bantuan langsung diberikan ke rekening. Masyarakat penerima tidak bisa ambil uang secara langsung, tetapi melalui Toko bangunan yang ditunjuk oleh masyarakat penerima langsung menyalurkan barang.

Jumari dari Pringtali Jatimulyo Girimulyo penerima bantuan, menyampaikan di Kelompoknya membangun rumah dengan ukuran minimal 6m x 6m, dan rata rata saat ini pembangunan rumah sudah mencapai 30 persen. Dan bantuan uang dapat dicairkan oleh toko bangunan setelah bangunan mencapai 30 persen melalui fasilitator. (at@humaskp)