Sosialisasi Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2010 Tentang Keprotokolan

  • 02 Mei 2017 15:40:56
  • 1760 views

WATES, Bagian Rumah Tangga Pemerintah Kabupaten Kulon Progo, pada Hari Selasa (2/5) menyelenggarakan Sosialisasi UU nomor 9 Tahun 2010 tentang Keprotokolan dan Pelatihan Pembawa Acara, di Ruang Rapat Sermo.

Sosialisasi UU Nomor 9 Tahun 2010 dan Pelatihan Pembawa Acara diikuti kurang lebih 100 orang terdiri dari utusan : DPRD Kabupaten Kulon Progo, 15 Desa Budaya, OPD di lingkungan Pemkab. Kulon Progo, BUMD, Kecamatan ditambah 1 Desa yang terdekat dari Kantor Kecamatan.

Dalam sambutannya, Pj. Bupati Kulon Progo, Budi Antono, sebelum secara resmi membuka acara tersebut mengatakan Sosialisasi Undang-Undang Nomor 9 Tahun 2010 ini dinilai sangat penting, karena dalam mengkondisikan sebuah acara perlu pelayanan yang prima.

"Sebelum acara dimulai hendaknya harus ada koordinasi dan Komunikasi terlebih dahulu antar unsure terkait dalam mempersiapkan segala sesuatunya sehingga tidak terjadi kesalahpahaman yang tentunya akan berdampak terhadap kelancaran acara tersebut." Ujar Budi Antono.

Lebih lanjut Budi Antono menyampaikan berbagai pengalaman saat menghadiri acara-acara bersama pejabat Pemerintahan lainnya, seperti pada saat bersama Gubernur DIY, karena kurangnya koordinasi sehingga apa yang diinginkan oleh Gubernur pada saat itu belum sesuai dengan keinginan beliau. Hal ini bisa berakibat fatal.

Oleh karena itu, Budi Antono, lebih jauh menjelaskan, bahwa pemahaman terhadap keprotokolan begitu sangat pentingnya karena bisa menjatuhkan kewibawaan seorang Pimpinan atau Pejabat yang hadir pada saat acara itu berlangsung.

Selain itu, Pj. Bupati juga menjelaskan bahwa hal-hal seputar acara yang dihadiri seorang pemimpin atau pejabat harus benar-benar dipersiapkan dengan matang, seperti pengaturan tata tempat, susunan acara, penerimaan tamu, hingga jamuan makan. Tidak hanya berhenti pada persiapan saja , namun protokol juga bertanggung jawab pada pelaksanaan hingga acara tersebut berakhir.

Seorang Protokol haruslah mempunyai pengetahuan dan pengalaman luas, terutama dalam hubungan antar manusia, bermental kuat, kepribadian tangguh, terampil, cekatan, menguasai situasi, mampu mengambil keputusan dengan cepat, peka terhadap permasalahan yang timbul, sederhana, sopan, serta hormat pada setiap orang, penampilan menarik, dan yang tidak kalah pentingnya adalah menguasai unsur-unsur manajemen.

Sementara itu, Kepala Bagian Rumah Tangga, Bowo Pristiyanto, Selaku Ketua Penyelenggara, dalam laporannya, mengatakan, bahwa jika bicara tentang keprotokolan tidak hanya merupakan tanggungjawab Bagian Rumah Tangga Pemkab. Kulon Progo, tetapi juga merupakan tanggugjawab OPD terkait, yang harus mempunyai fungsi sebagai protokol.

Bowo Pristiyanto menambahkan, bahwa pemahaman tentang keprotokolan tidak hanya seputar *Master Ceremony* (MC) dan Susunan Acara, karena MC hanya sebagian dari keprotokolan, lebih dari itu keprotokolan memilki banyak tahapan dan proses serta mempunyai tanggungjawab besar untuk mengkondisikan sebuah acara hingga selesai dengan lancar, termasuk koordinasi dan kesiapan semua unsur.

"Apalagi dengan terbentuknya OPD baru saat ini, masih sering terjadi esalahan baik dalam hal surat menyurat, disposisi yang salah alamat, sehingga perlu pembenahan." Pungkas Bowo Pristiyanto. Narasumber yang dihadirkan dalam sosialisasi UU Nomor 9 Tahun 2010 ini diantaranya adalah RM. Tejo Purnomo, Kabag.Protokol Provinsi DIY. (Humas KP)