Pj. Bupati Tinjau Area Relokasi Warga Terdampak Bandara di Janten dan Kebunrejo

  • 27 Februari 2017 08:46:16
  • 1451 views

TEMON, Sesuai dengan janji Pemerintah Kabupaten Kulon Progo untuk segera
melakukan penataan lahan relokasi bagi warga terdampak Bandara baru di
Temon, kini sudah mulai dilaksanakan.


Saat Penjabat Bupati Kulon Progo Ir. Budi Antono, M.Si bersama rombongan
berkunjung ke dua lahan relokasi yaitu di Desa Janten dan Desa Kebon Rejo
kecamatan Temon, terlihat sedang dilaksanakan pengurugan tanah oleh pihak
kontraktor pelaksana dengan alat berat Traktor.


Untuk relokasi di Desa Janten, Kecamatan Temon persisnya di dekat MTSN
Janten pada area persawahan terlihat sedang diratakan dengan tanah urug di
atas lahan seluas 2 hektar lebih yang akan ditempati 54 KK.


Sedangkan untuk relokasi di Desa Kebon Rejo tepatnya di belakang kantor
Balai Desa Kebon Rejo atau dekat SMAN 1 Temon, sedang dilakukan pengurugan
jalan masuk menuju lokasi relokasi berupa hamparan kebun tebu dan
persawahan seluas 1 hektar untuk 23 KK.


Penjabat Bupati Kulon Progo, Budi Antono didampingi Asisten I Bidang
Pemerintahan dan Kesra, Kepala Dinas PU Perumahan dan Kawasan Permukiman,
Kepala Dinas Kesehatan, Unsur Perangkat Kecamatan dan Desa, serta pihak
kontraktor pelaksana, melakukan pertemuan di Balai Desa Kebun Rejo guna
membicarakan perihal relokasi tersebut


Pada pertemuan pada hari Jumat (24/2) ini, Budi Antono menekankan,
pelaksanaan pengurugan lahan relokasi harus segera diselesaikan sampai
batas waktu tanggal 15 Maret 2017.


"Pada tanggal 15 Maret 2017, saya minta pengurugan dan penataan lahan
relokasi sudah rampung dan akan dilakukan peletakan batu pertama karena
waktunya sudah tertunda sehingga pembangunan pada lahan relokasi harus
segera dimulai." Tegas Budi Antono di hadapan rombongan peninjauan dan
unsur terkait yang terlibat dalam proses panataan lahan relokasi.


Selain itu, Budi Antono juga menyampaikan, supaya nanti tidak terjadi
perebutan lokasi kepemilikan rumah, ia menyarankan untuk membagi petak
rumah di area relokasi dengan jelas mulai dari nomor rumah dan nama warga
yang mau menempati.


Terkait dengan kunjungan Penjabat Bupati Kulon Progo ke Puskesmas Temon 2
pada hari yang sama, ia menyampaikan bahwa Puskesmas tersebut untuk
sementara harus dipertahankan dulu sebagai tempat pelayanan kesehatan bagi
masyarakat, sambil menunggu gedung Puskesmas pengganti selesai dibangun, di
Palihan nantinya.


Budi Antono juga menekankan kepada Dinas Kesehatan dan Dinas PU, Perumahan
dan Permukiman Kulon Progo untuk segera mengecek DED (*Detail Engineering
Design*) Puskesmas Temon 2 yang baru, agar pembangunannya dapat segera
dilaksanakan di tempat yang baru. (HumasKP)